Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
Bab 27


__ADS_3

dalam perjalanan menuju asrama Clista,


yang hanya di terangkan oleh lampu di mana-mana,terlihat masih banyak santri2 yg masih kesana kemari di daerah pesantren.


di dalam perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka berdua.


dan dimana umi Aisah sangat tidak tahan dalam kesunyian itu.


" gimana keadaan mu nak?"...tanya umi memecah kan kesunyian di antara mereka berdua.


" yah, seperti yg umi liat, Clista baik2 saja "


" alhamdulilah klau gitu, gimana urusan nya apakah lancar ?" ucap umi kepada Clista yang di akhiri dengan pertanyaan.


" alhamdulilah lancar umi " jawab clista melirik umi yg terlihat senyum kearah nya, dan di balas senyuman tipis dari Clista.


" apa...." belum sempat umi ingin bertanya kembali, sudah terdengar suara teriakan dari seseorng yg sangat Clista kenal.


" KAKAK..." teriak seseorng dari arah samping Clista.belum sempet Clista untuk melihat orng itu, sudah mendapat kan pelukan hangat dari nya.


" Kaka, dhinda kangen " ucap dhinda memeluk Clista dengan erat.


sangking kuat nya sampai Clista sangt susah untuk bernafas.


" a..apakah..dhinda ingin Kaka cepet meninggal..?" tanya Clista yg susah untuk bernafas


" eh..." dengan cepat dhinda melepaskan


pelukan nya saat mendengar Kaka nya berbicara seperti itu pada nya.


huh..huh...dengn cepat Clista menarik nafas nya dan membuangnya secara perlahan.


" Kaka..apaan sih ngomong kyk gitu " ujar dhinda kesel saat mendengar Kaka nya mengucapkan yg sangat paling dia benci.dhinda sangat paling tidak suka klau clista mengucapkan yg akhirnya memisahkan mereka berdua.


" ya dhinda juga, kenapa meluk Kaka sangat erat kyk gitu "


" itu karna dhinda kangen sama Kaka...,


pokok nya dhinda GK mau klau Kaka mengucapkan kata2 itu, yang akhir nya kita berpisah " ucap dhinda dengan hampir menangis.


" iya..iya, engk lagi kok, udh jangan sedih, Kaka GK akan ninggalin adx yg paling cantik dan imut ini," sambil membawa dhinda dlm pelukan nya.


" janji ya " sambil memajukan jari telunjuk nya.


" janji " jawab clista langsung mengaitkan jari kelingkingnya pada dhinda.


dhinda sangat bahagia klau Kaka nya udah janji kepada nya, berharap janji nya tak di ingkari ,tapi kita tidak tau apa yg terjadi kedepannya, apakah janji itu akan bertahan untuk selama nya atau tidak.


umi yg melihat mereka berdua sangat terharu, betapa sayang nya dhinda pada Clista...dalam hati berdoa semoga tidak ada yg bisa memisah kan mereka berdua, hanya itu yg bisa umi Aisah doakan saat melihat keakraban mereka.


sangat jarang melihat keakraban seorng Kaka dan adx, yg biasa nya hanya pertengkaran dengan hal2 yg sepele,


menjadi di besar2 kan, tapi tidak dengan umi Aisah lihat sekarang, yg ada hanya keharmonisan, kasih sayang satu sama lain.


" ke..huh..kenapa..huh..kau.." ucap putri dengan nafas memburu karna mengejar dhinda yg tiba2 lari saat mengetahui Kaka nya akan pulang malam ini.


" tarik nafas lalu buang " ucap umi saat melihat putri yg kesusahan untuk berbicara


putri pun menuruti apa yg di katakan oleh nyai mereka, dengan menarik nafas


lalu buang secara perlahan2 , putri pun melakukan nya sampai nafasnya benar2 teratur saperti semuala.


" kenapa kau meninggalkan kami " ucap putri setelah sudah dpt menormalkan kan nafas nya dan menatap dhinda dengan kesel.


" itu..karna aku tau Kaka pulang hari ini..


jadi aku pergi kesini deh." jawab nya santai dan masih setia dlm pelukan Clista sambil menikmati sentuhan Kaka nya yang lgi mengusap2 kepala nya yg beberapa hari lalu tidak ia rasakan, sambil melihat kearah putri yg masih kesel pada nya.


" tapi GK perlu sampai di tinggalin juga kami nya...lagi pula Kaka mu GK bakal hilang juga " ujar putri kesel

__ADS_1


" hehehe..maaf klau gitu " ucap dhinda yg di akhiri cengengesan pada putri


" oh ya, mana Isma ?.." tanya nya sambil melihat ke arah mereka datang , tapi tidak ada tanda2 kemunculan kawan nya itu.


" kyak GK tau Isma aja, dia mana bisa lari cepet, bawa badan aja susah " jawab


putri asal


" astrafiluallah, GK boleh kyk gitu putri " tegur umi saat mendengar ucapan putri yg tidak pantas itu di ucapkan.


" astrafiluallah, maaf nyai " ujar putri menundukkan kepala merasa ucapan nya sangat lancang.


memang kawan nya itu gemuk tapi imut. tapi tak seharusnya mengucapkan hal seperti itu, walau pun tidak sengaja.


" minta maaf nya sama Isma, dan jangan di ulangi "


" baik nyai "


" ak...hir...huh..nya..aku..huh..ber..hasil..


huh...sampai " ucap Isma yg baru datang dan langsung terduduk di tanah begitu saja, sangking lelah nya mengejar


dhinda dan putri yg sudah meninggalkan nya sendirian.


" ya Allah Isma ngapain duduk di situ ?.." tanya umi sambil membantu isma untuk berdiri.


" sangat melelahkan nyai" ujar isma, tapi tidak menolak bantuan dari nyai Aisah.


" kalian jahat meninggalkan aku sendiri " ujar isma tak kalah kesel dari putri


" hehe maaf " kompak mereka berdua, sambil cengengesan


clista dan Aisah yg melihat itu hanya bisa geleng2 kepala.


" sebaiknya kalian pergi ke asrama masing2, sebentar lgi mau masuk azan isya " ucap umi Aisah yg tidak mau di bantah


" baik umi/ nyai" ucap mereka kompak


mereka pun pergi setelah mengucapkan salam, tapi sebelum Clista pergi dia memberi sesuatu kepada umi, awal nya umi menolak karna dia ikhlas membantu Clista dengn tulus, tapi bukan Clista dong nama nya sangat keras kepala klau tidak sesuai dengan kemauannya.


mau tidak mau umi menerima kotak yg terlihat kecil itu.


" makasih ya nak " ucap umi tulus


" harusnya Clista yg bilang kyk gitu umi karna umi udah mau bantuin Clista"


" GK masalah umi ikhlas nak "


"klau gitu Clista mau keasrama dulu umi, mau bersih2 baru ke mushola"


" yaudah klau gitu"


" assalamualaikum "


" waalaikumsalam " jawab umi


Clista pun pergi meninggalkan umi yg berbeda arah dari rumah umi.


******


" kamu tau gk klau besok tu ada ustazah baru "


" ha..masa iya "


" kamu tau dari mana"


" tadi aku GK sengaja lewat di ruangan ustaz rifqi , dan aku denger mereka lgi bahas itu ustazah baru"


" ustazah itu orng mana "

__ADS_1


" klau GK salah denger sih orng Jakarta"


" ngapain coba jauh2 datang kesini hanya cuman mau ngajar, kyak di sana GK ada pesantren aja "


" GK tau "


Clista dan Anggi tak sengaja mendengar


santriwati yg lgi mau pulang ke asrama mereka,setelah melaksanakan shalat isya. Anggi sangat serius mendengarkan mereka yg lagi ngobrol itu.


sedang Clista cuek aja merasa tidak penting, dan trus berjalan ke arah asramanya dengan Anggi.


" kamu denger GK clis ?.." tanya Anggi


" hmmm" balas Clista sambil mengangguk malas


" wah...kita akan punya ustazah baru " seneng Anggi


" kamu GK seneng clis ?..., semoga ustazah nya baik kyk nyai Aisah " ujar Anggi


" biasa aja "


" CK..GK seru deh sama mu clis " kesel Anggi sambil mendahului clista dengan muka yg masam.dalam hati Anggi dia sangat kesel, tapi dia GK tau aja yg paling menderita karna cuek nya Clista yaitu arya, yg paling menderita dari yg lain.


dalam perjalanan Anggi tidak sengaja dia bertemu dengan ustad Rifqi dan Fiki.


" assalamualaikum " ucap Rifqi


" waalaikumsalam " jutek Anggi tidak melihat siapa yg memberi salam pada nya.


" kenapa muka mu Anggi " tanya Rifqi saat melihat Anggi yg lagi kesel setengah mati.


Anggi baru sadar kalau suara yg menyapa nya laki2, dengn cepat Anggi menaikan kepala, dengan bola mata terbuka lebar saat mengetahui siapa orng itu.


" maaf ustad " ucap Anggi menunduk takut


jutek tdi sama ustad " ucap dengn suara pelan tapi masih di dengar oleh mereka berdua


" tidak apa2...siapa yg membuat kmu kesel " tanya Rifqi penasaran


" itu ustad, Clista " Anggi pun kembali kesel setelah menyebut nama Clista


" clista?...berarti yg ku lihat di kafe dan di hotel itu hanya hayalan ku saja " batin Rifqi bertanya


" ustad...ustad..kenapa? " tanya Anggi melihat ustad Rifqi diam setelah menyebut nama Clista.


Fiki yg melihat sepupunya itu melamun pun langsung menepuk pundak nya.


" eh.. knp" tnya Rifqi seperti orng linglung


" ustad gkpp kan " tanya Anggi


" engk papa, klau gitu ustad duluan karna masih ada urusan, assalamualaikum "


" waalaikumsalam" jawab Anggi dengn trus melihat ke arah Rifqi dan Fiki yg semakin tidak terlihat.


" aneh " ucap Anggi langsung menuju ke asrama.


*****


" kan betul aku bilang klau kau hanya menghayal saja, ya mana mungkinkan Clista ada di sana " ucap Fiki pada Rifqi


" terserah " cuek Rifqi langsung masuk ke dalam rumah tampa melihat Fiki


" dasar bucin " ucap Fiki juga masuk ke dalam rumah nya yg berada bersebelahan dengn rumah Rifqi.


BERSAMBUNG.....


maaf semuanya baru update hari ini,

__ADS_1


alhamdulilah karna udah selesai ujiannya mungkin akan sering update untuk kalian semua.


JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA.....


__ADS_2