
di sebuah kamar yang keadaan nya hanya sedikit percayaannya, dengn seorng yg duduk di pinggir tempat tidur, dia adalah aldo yg sedang melamun memikirkan ucapan bayu yg membuat nya terngiang-ngiang di pikiran nya.
flashback
ja.. jadi, siapa nona kalian? , saya ingin bertemu, saya ingin berterima kasih...,"tanya aldo dengn cepat, dia penasaran siapa nona yg mereka sebut itu, dengn baik hati menolong nya hingga kaki nya yg dulu lumpuh bisa di gerakan kembali walaupun tidak sepenuhnya.
"saya takut jika saya memberi tahu dirimu, anda akan menyesal apa yg anda lakukan selama ini" ucap bayu dengn datar.
"knp saya menyesal, malah saya akan bahagia saat tau siapa orng nya" jawab aldo yakin.
"apa kmu yakin?.. " tanya nya sambil menatap aldo remeh.
aldo diam sejenak lalu mengatakan yakin dengn sunguh-sungguh.
"ya, saya sangat yakin"dengn mengepalkan tangan nya bahwa dia sangat yakin.
" baiklah bila anda yakin, dia adalah anak mu sendiri "ungkap bayu.
" ha?.. anak saya? "tanya nya pada diri sendiri sambil menunjukkan kan dirinya.
" apakah itu via?.., tidak mungkin..."batinnya merasa tidak mungkin itu via.
" lalu siapa?...apakah?... "batin aldo menerka².
" gak mungkin itu clista dan dhinda"gumamnya yg merasa mustahil.
"kadang yg tidak mungkin itulah yg akan menjadi mungkin " sahut bayu saat mendengar gumaman aldo yg tidak percaya, sungguh bayu merasa geram sendiri, seandainya nonanya tidak melarang nya untuk menyakiti aldo, mungkin aldo sudah habis di tangan bayu saat ini jg.
" ja.. jadi?... " kedua mata aldo mulai memanas dan hati nya mulai sesak.
"karna urusan saya sudah selesai saya pergi dulu " bayu pun pergi begitu saja meninggalkan aldo yg masih shok antara percaya dan tidak percaya.
__ADS_1
off
"aku masih blm menyangka anak yg selama ini aku abaikan dan aku usir sekarang malah dia yg membantuku di saat aku lagi terpuruk" ucap aldo sendu pada diri nya sendiri, dia menyesal melakukan hal yg buruk terhadap kedua anak nya.
"maaf kan papa nak " air mata terus menetes meratapi kesalahan.
"sekarang kalian dimana papa kangen " aldo terus berbicara sendiri, terkadang dia marah pada dirinya, terkadang menangis menyesal.
"papa harus temui kamu sekarang jg " aldo menghapus air mata nya dan beranjak keluar, tpi pintu terkunci.
aldo baru ingat selama ini dia tinggal di sini aldo sama sekali tidak bisa keluar, karna bayu atau anggota nya yg menyiapkan semua keperluan nya, setelah selesai mereka akan menguncinya kembali, jdi aldo sama sekali tidak bisa kemana² sekarang, membuatnya kembali sedih.
"engkpp, klau sekarang tidak jumpa, besok tuan bayu masuk aku ingin dia mempertemukan aku dengn kedua anak² ku" ucap aldo menyemangati diri sendiri lalu beranjak ke tempat tidur, dan tak berapa lama aldo pun tidur dengn pulas.
semua aktivitas aldo di lihat oleh bayu yg berada di ruangan tertutup, bayu hanya tersenyum remeh melihat itu, lalu menutup komputernya.
bayu menyenderkan badan nya di kursi sehingga pandangannya ke arah langit² ruangan itu, sambil menutup mata dan membatin.
"maaf nona saya terpaksa memberi tahu tuan aldo bahwa engkau adalah penyelamatnya, saya hanya ingin dia sadar, selebihnya klau anda marah saya Terima dengn senang hati" setelah mengatakan itu di dalam hati bayu pun tertidur.
"aku mencintaimu "
kata² itu terus terngiang-ngiang di pikiran clista sampai dia tidak sadar bahwa mobil yang membawanya sudah sampai di rumah winata.
"yeeee.. sampek" teriak dhinda senang.
"kak, kakak" panggil dhinda kuat
__ADS_1
"ya.. apa ada " balas clista.
"kakak mikirin apa sih dari tadi melamun aja?.. "
"gk ada, ayok turun " ajak clista agar dhinda tidak lagi bertanya.
"ayok "
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab dari dalam.
"ayah, bunda kalian udh sampek " ucap satria sambik salam di ikuti Fatimah.
"abang dhinda kangen " manja dhinda sambil minta di peluk.
satria melihat itu pun tersenyum sambil merentangkan tangan nya memeluk dhinda sebentar.
"sikap mu dhinda kamu udh besar " ucap clista datar membuat dhinda memanyunkan bibir nya.
"klau gitu clista ke kamar dulu ya bun, yah, dan calon kaka ipar "clista dan dhinda sudah tau ttng satria akan menikah,..mereka pun mengangguk lalu clista pergi dari situ menuju kamar nya.
"hey.. kau blm pamit dengn abang!" teriak satria tidak Terima.
"males " jawab clista tampa menghentikan langkah nya,satria hanya berdecak kesel.
"udh lah mas, mungkin clista capek " ujar Fatimah menenangkan satria yg sedikit lebay.
"hahahaha... kecian di kacangin " kompak radit dan ridho entah bagaimana mereka bisa barengan pulang.
"kalian " sambil menunjuk mereka berdua dengn tatapan marah.
__ADS_1
"kaburrrrr!!!.. " teriak mereka sambil tertawa kencang langsung lari ke kamar masing².