
"Aaaaaa.. " teriak semua orang saat permainan yang sangat mengerikan bagi yg takut tinggi dan kecepatan, namun tidak dengn mereka yg saat ini sedang berteriak bahagia termasuk dhinda.
"Aaaaaa, kakak ini sangat menyenangkan" teriak dinda kuat, saat ini posisi dhinda di depan clista dan rifqi, jadi dia tidak dapt melihat clista yg saat ini sedang menutup mata, dia takut ketinggian.
clista bahagia melihat dhinda bahagia walaupun dia tidak senang dengn permainan mengerikan ini.
rifqi yang senantiasa di samping clista pun menggenggam erat tangan nya agar sedikit menenangkan clista, dia tau clista takut ketinggian tapi demi dhinda rifqi yakin clista akan melakukan apa saja demi nya.
"tenang lah" bisik rifqi mendekat pada clista, dia bahkan tidak melepaskan genggaman nya sedetik pun.
"ustadz kapan ini selesai? " clista bertanya dengn mata yg masih tertutup, dia tidak suka permainan satu ini, dan kini perutnya sudah seperti di aduk².
"sebentar lagi, bersabarlah " rifqi mengucapkan dengn perasaan kesian melihat clista yg sudah lemes, seperti nya dia blm pernah naik permainan seperti ini.
...**************...
"oweekk"
"oweekk"
berkali-kali clista memuntahkan ini perutnya, dan kini badannya bahkan sangat lemes.
__ADS_1
setelah turun dari wahana tadi dia langsung meninggal rifqi dan dhinda untuk menuju ke wc untuk memuntahkan isi perutnya.
rifqi dan dhinda yg melihat clista pergi tiba-tiba membuat mereka khwatir dan menyusulnya. bahkn mereka sampai ingin mendobrak pintu wc saat mendengar clista yg muntah² di dalamnya,tpi untung clista lebih dulu keluar klau tidak mungkin tu pintu sudah tidak ditempat nya lagi.
"kakak!.. kakak gkpp kan? " dhinda bertanya dengn perasaan khwatir nya, dan juga merasa bersalah dia bahkan lupa klau kakak nya ini gk bisa di tempat yg seperti itu.
"maafkan dhinda kak" bahkan dhinda ingin menangis saat itu juga melihat clista yg pucet.
"engkpp kok" Clista mengucapkan itu sambil tersenyum dan mengelus kepala dhinda pelan.
"yuk kita pulang" ajak dhinda dia tidak tega klau kakak nya seperti ini, clista hanya mengangguk pelan.
belum sempat clista melangkah, di sudah seperti melayang saat itu, karna tiba-tiba rifqi menggendong nya tampa aba aba, bahkan clista sampek memekik kaget.
"tidak bisa" rifqi mengatakan itu dengn tegas sambil berjalan menuju mobil nya, sedangkan dhinda mengekor di belakang dengn wajah tersenyum bahagia.
"uh soswit"bahkan dhinda baper sendiri melihat pengantin baru itu bermesraan di tempat umum.
...**************...
" kaka knp dhin?! "tanya bunda khawatir bahkan ingin mengikuti rifqi yg mengendong clista.
__ADS_1
" bunda jangan ganggu, biar aja, mereka lagi perdekatan, klau bunda ganggu nanti gk dapat cucu loh.. emng mau?.. "ucapan dhinda menghentikan langkah bunda.
" tidak!,.. bunda pengen punya cucu, klau bisa sekarang "
"yaudah klau gitu disini aja sama dhinda, biar dhinda jelasin tentang kaka kyk gitu" sambil membawa bunda ke ruang tamu.
...************...
"ustadz!!.. turun kan clista,malu dong sama bunda" clista memberontak minta turun, bahkan dia sangat malu saat bunda nya melihat dia di gendong oleh rifqi.
"bunda maklumi kok" sambil menurunkan clista setelah sampai di kamar, di atas kasur besar mereka.
"adek tidur ya, biar gk pusing" sambil menuntun clista berbaring.
"clista udah mendingan kok tad"saat clista ingin duduk kembli tiba-tiba sesuatu yg membuat nya mematung,
" tidur lah, atau abng... "rifqi sengaja menggantungkan kata² nya, clista tau itu dan dengn cepat berbaring bahkan menarik selimut menutupi seluruh tubuh nya, rifqi yg melihat ketakutan clista pun hanya bisa tersenyum dan sedikit lebih mendekat dan membuka selimutnya dan..
cup..
mencium kening clista dengn lembut, clista mematung apa lagi mendengar kata² rifqi.
__ADS_1
"aku mencintaimu, " setelah mengatakan itu di ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.