Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-81


__ADS_3

"adek yakin mau kesananya? " tanya rifqi sambil menatap istri nya, sedangkan clista hanya mengangguk yakin.


"yaudah ayok" rifqi menuruti kemauan istri tersayang nya itu, lalu ke arah pedagang tua itu.


tpi baru beberapa langkah ada seseorang yang memanggilnya membuat langkah mereka berhenti.


"mas!.. mbak!.. mau kemana? " tanya seorang yg lumayan tua beberapa dari rifqi itu bersama teman nya.


"kmi ingin menuju kesana" jawab rifqi sambil mengarahkan pandangan nya ke pedagang yg tampak paling sepi dari yang lain, bahkan satu pelanggan pun tidak ada.


"apa!!!.. mas mau kesana? " kaget sekaligus bertanya temennya yang satu lagi.


"iya, saya dan istri saya ingin mencicipi makanan yang ada disana"


"lebih baik tidak usah mass!!.. bahaya! " bahkan mereka mengatakan itu dengn menggelengkan kepalanya.


"bahaya kenapa? " rifqi sangat penasaran dengn apa yg mereka berdua katakan, apa iya bahaya?.. bahkan rifqi sampai membatin tak percaya.


"bener mass, mbak, di situ makanan tidak bagus,bahkan pernah ada yg membeli situ tiba-tiba meninggal" jelas merek mencoba meyakinkan.


rifqi mengerutkan keningnya, masak iya.


"mas nya jangan seuzon mana tau itu bukan sebab makan dari situ" rifqi mencoba untuk tidak berperasangka buruk.


"saya engk bohong, lihat lah mana ada orng yang mau membeli makanan pria tua itu, itu karena mereka tau makanan pria itu bagikan racun, lebih baik mas dan mbak nya di pedagang yg itu " ujar nya sambil menunjukkan pedagang yg sangat ramai.


"klau tau itu berbahaya knp tidak di penjara?.. bukan kah dia membunuh seseorang dengn makanan nya? " sontak Pertayaan dari clista membuat mereka bungkam sesaat, sedangkan rifqi yg melihat clista yg bertanya seperti itu,apakah pemikiran mereka sama?.. bener ada yg tidak beres.


"ka..karna tidak ada bukti! "


"iya.. ya bener tu"


clista menatap mereka dengn tatapan tajam nya, membuat mereka menciut.


"bukan kah kalian katakan bahwa makanan itu beracun, bukan kah itu bukti" lagi² pertanyaan clista dapat membuat mereka tidak berkutik bahkan keringat dingin sudah membasahi kening mereka.


"eh maaf, seperti nya saya dan teman saya harus pergi karna masih ada urusan, dan seterah anda mau beli di sana, karna kalau ada sesuatu terjadi jangan salahkan kami" ujarnya kan langsung berlaku meninggal kan rifqi dan clista di sana.


beberapa menit mereka terdiam di tempat dengn masih memperhatikan kedua orng yg pergi tadi.

__ADS_1


"ayok" ajk clista yang bahkan ingin menuju ke tempat pertama ingin tuju, namun di hentikan rifqi.


"dek, kamu yakin mau kesana? " rifqi bertanya seperti itu takutnya nanti apa yg di blng dia orng itu betul, dia sangat takut clista terjadi apa².


"ustadz ay.. tenang aja" lalu menarik tangan rifqi menuju tempat itu, rifqi yg tangan nya di pegangan merasakan jantungnya bekerja lebih cepat dari sebelumnya.


"kok ustadz ay? " di saat² mereka berjalan.


"gkpp mau aj"


"ya udh" pasrah rifqi, terserah lah clista mau manggil dia apa yng penting clista selalu ada di sisiNya.


"Assalamu'alaikum kek"


"waalaikumsalam nak, mau beli apa? " kakek itu tersenyum ramah, dia bahagia ternyata masih ada yg mau membeli makanannya.


"adek mau yg mana? "


clista memperhatikan makan yg tersusun rapi ini, bersih.


"yang ini" sambil menunjukkan sate yang terlihat lezat.


"MasyaAllah" bahkan kakek itu sampek terpana melihat rifqi yang baik, tampan lagi, biasanya orng tampan akan bersifat sangat kasar seperti orng yg beberapa hari yg lalu datang.


"kek" panggilan rifqi membuyarkan lamunan kakek.


"eh maaf, maaf nak"kakek itu pun menyiapkan pesenannya dan menyerahkannya.


" berapa kek? "rifqi yg sudah siap ingin membayar.


" 15 ribu aja "


rifqi menyerahkan 3 lembar uang berwarna merah itu ke tangan kakek yg sudah keriput itu.


"nak ini terlalu banyak! " sontak kakek itu mengembalikan uang itu.


"tidak papa kek, saya ikhlas " tolak rifqi secara halus, kakek itu terdiam sebentar lalu entah kenpa tiba-tiba meneteskan air matanya.


"terimakasih nak, terimakasih, semoga kalian hidup dengn bahagia di karunia anak yang cantik/ganteng yg pastinya soleh/solehah"

__ADS_1


"Aamiin" ucap rifqi bahagia, bahkan di tak henti² tersenyum, sedangkan clista hanya mengaminkan dalam hati.


"yaudah kami permisi dulu ya kek, assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam" kakek itu menatap mereka dengn bahagia, ternyata masih ada orng baik di dunia ini.


rifqi dan clista jalan dengn beriringan bahkan rifqi selalu masih senantiasa memegang tangan clista, clista tidak protes akan hal itu, terserah suaminya itu mau ngapain aja, asal ka tidak aneh² aja.


"kita duduk di situ aja" sambil menunjukkan sebuah kursi yg sedikit jauh dari keramaian, clista mengangguk setuju.


"tunggu! " cegah rifqi pada clista yang ingin memakan itu.


sedangkan clista menaikan salah satu alisnya seolah bertanya kenpa?


"ini beneran gk beracun kan? " seolah rifqi bertanya pada clista.


"ustadz ay tenang aj ini gk beracun " ujar clista yg ingin bersiap ini memakan sate itu.


"tau dari mana? " lagi² pertanyaan rifqi membuat clista tidak jadi memakannya.


"hufh.. clista tau ustadz" sambil menatap rifqi males, dia udah tau ini beracun apa tidak setelah melihat nya, klau masalah racun dia ahlinya, namun entah kyk mana dia bisa terkena racun es itu, mungkin disaat di lengah mereka pun beraksi.


"yaudah.. makanlah"ujar rifqi mempersilakan clista untuk makan yg tertunda, sedangkan clista sudah merasa mood makan nya sudah hilang.


" ustadz aja"bahkan tatapan nya tak pernah berubah yg selalu datar.


"lah.. kok gitu.. apa mau ay suapkan " bahkan rifqi memanggilnya dirinya sendiri dengn sebutan ay.., sambil menyodorkan makan itu ke arah clista.


"clista udah gk mood makan lagi"


"aaaa!..buka mulutny..ayo, makan! atau mau ustadz makan? " bahkan rifqi sengaja berbisik di deket teling clista membuat clista merinding sendiri.


"ustadz ay apaan sih" kesel clista sedikit menjauh, rifqi bukan nya merasa bersalah malah terlihat sangat lucu saat istri kecil nya ini kesel.


"jadi pilih yang mana, makan atau di makan" goda rifqi yg menjadi jadi, walaupun rame tapi mereka berada di tempat yg tidak ada penghuni nya, ini keberuntungan rifqi sih.


"oky.. oky.. clista makan" dengn perasaan dongkol clista pun makan dengn di suapin suami nya, bahkan rifqi pun ikut makan di satu tusuk yang sama.


"bener bener! " clista hanya bisa membatin melihat kelakuan rifqi itu, bahkan rifqi tak segan² mencium nya di tempat umum, tpi hanya sekedar nya saja.

__ADS_1


__ADS_2