
"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya" sapa indah yg baru saja masuk ke kelas,
memang hari ini dia langsung menjadi ustazah tpi cuman sementara, karna sesungguhnya dia hanya pengen kerja di perusahaan, tpi sementara waktu dia akan jadi ustazah dulu dan juga sebagai pendekatan dengn sangat dewi, eh salah sebagai misi nya untuk menjodohkan kan si sepupu nya pling menyebalkan itu dengn clista.
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ustazah" kompak santriwati
" hemm, udh kenal kan sama ustazah? "tanya indah basa basi
" udh dong ustazah"kompak mereka
"tpi ustazah blm kenal kalian semua, gimn klau kalian satu persatu memperkenalkan diri pada ustazah, agar ustazah lebih gampang mengenali kalian"
"baik ustazah" jawab mereka
"kita mulai dari sebelah kanan depan, siapa nama nya?... dan seterusnya" ujar indah tersenyum ramah
"perkenalkan nama saya sindi"
"selanjutnya"
"bila"
" dila"
"ari"
"........ "
"........ "
"nama saya anggi ustazah" ucap anggi setelah semua sudah selesai memperkenalkan diri.
"baik, " ucap indah
"lanjut,... "
"clista" panggil anggi menyuruh clista memperkenalkan diri.
"hemm" dengn malas clista berdiri.
"clista" dan langsung duduk kembali.
indah yg mendengar itu hanya tersenyum dan memulai pelajaran nya dengn serius.
"ada yg mau di tanya? " tanya indah sambil berjalan keliling santriwati sambil melihat², apakah ad yg kurang paham.
"ustazah ini gimn? " tanya qila yg kurang paham,indah pun menuju ke meja qila dan melihat bagian mana yg kurang paham.
"klau ini.. bla... bla.. bla.. bla.. bal.. apakah sudah paham?.. "
__ADS_1
"sudah ustazah, makasih ustazah" ujar qila
"sama² qila"
indah berjalan lgi kali ini dia berhenti tepat di depan meja anggi dan clista.
"apakah ada yg kurang paham anggi ? "
"tidak ustazah"jawab nya
" klau de.. eh clista "tanya indah hampir aj dia keceplosan bilang clista dengn sebutan dewi, bisa gawat nanti, engk gawat² kali sih cuman males aja di tanya² sama santriwati yg lain.
" engk ustazah "jawab nya datar sambil melihat indah.
" gk nyangka bakal jumpa kyk gini, huh klau emng takdir ya kek gini, padahal aku udh menutup rapat jati diri ku"batin clista.
"hem, baik lah.." lalu indah pun berlalu dari meja mereka.
"sabar indah.. sabar... jangan terburu² kita pastikan clista akan jdi calon istri sepupu ku" batin indah yg tidak ingin terburu² dlm membuat rencana, agar rencana nya berjalan dengn mulus.
di jakarta( rumah winata)
"jadi kapan rencana nya?.. " tanya ayah
"aku sih seterah Fatimah aj yah" jawab satria sambil melihat wanita di sampingnya tidak terlalu jauh itu.
"Fatimah jg binggung yah.. jdi terserah bunda aja" ucap lembut Fatimah yg sebenarnya calon menantu mereka.
"gimn bun? " tanya ayah
"klau bunda sih mau nya sekarang pun jg gkpp.. " ucap bunda simpel aja gk mau ribet.
"gk bisa jg sekarang bun" ujar satria menatap bunda malas.
"bisa aja.. apasih yg gk bisa, selagi ada uang, semua masalah beres... " ucap bunda tak mau kalah.
"lagi pula lebih cepat lebih baik, kalian jg udh kenal baik.. bunda gk sabar aku nimang cucu" ucapnya lagi sambil membayangkan punya cucu bnyk.. pasti hari² nya gk bakal kesepian kyk sekarang yg udh gk ad dhinda yg cerewet dan si pendiam cliata.. rasa nya hampa.
"bunda ngasih solusi yg bagus napa... gk bisa sekarang jg.. perlu persiapan bun" ujar ayah
"hmm, gimn klau.... "
"minggu depan!!! " teriak ridho tiba² membuat semua orng yg ad di ruang tamu terperanjat kaget.
"astaghfirullahaladzim... " kompak mereka
"dasar anak bandel!! " ucap bunda sambil menarik telinga ridho kuat.
"aa aduh.. aduh.. bun.. sakit tau!!..., lepas bun.. aaaa, calon kaka ipar tolongin dong..!! " rengek ridho kyk anak kecil.
__ADS_1
Fatimah yg memang orng nya lembut dan perhatian pun tak tega melihat calon adx ipar kesakitan seperti itu.
"bun udh dong.. kesian ridho.. pasti sakit" Fatimah mencoba membuat bunda melepaskannya.
"hem,.. baik lh" nurut bunda langsung melepaskan cubitan nya, dan terlihat memerah di daun telinga ny.
"kamu selamet!!!.. " ujar bunda menatap tajam anak kandung nya itu.
"udh sini duduk ridho " lembut Fatimah sambil menepuk² sofa di samping nya.
ridho pun langsung mengarah ke arah Fatimah yg berencana ingin duduk di sebelah nya, tpi sebelum sampai sudah mendapatkan kan tatapan maut dari sang kaka.
"keluar kandang macan betina, sekarang muncul singa jantan. mending kabur aja lah" batin ridho tak jdi duduk di sebelah calon kk ipar nya.
"engk deh kk, ridho duduk di sebelah ayah aj.. " ujar nya sambil duduk di sebelah ayah.
Fatimah mengangguk sambil tersnyum melihat itu.
"kita lanjut yg tadi aja.. jadi gimn? " tanya ayah
"kan tdi ridho udh blng minggu depan aja.." ujar ridho merasa pendapat nya di abaikan.
"hem, bagus jg... pas lah untuk persiapan, dan jg menjemput adx² kita di pesantren..gimn sayang? " ucap satria dan melihat Fatimah meminta pendapat.
"cieee.. sayang.. suitt wit" ledek ridho sbil bersiul di buat².
"bisa diam gk" tegas satria menatap tajam ridho, sedangkan ridho hanya mengunci mulut nya dengn isyarat tangan.
"gimn?.. " tanya nya lgi
"iya gkpp, bagus kok klau minggu depan.. Fatimah setuju aj"
"oh ya.. clista sama dhinda ya mas yg di pesantren itu kan? " tanya Fatimah yg pernah dengar ttng adx perempuan mereka.
"iya sayang"
"jdi deal kan minggu depan?.. " tanya ayah mamastikan lgi.
"iya yah" kompak sepasang kekasih itu.
tpi setelah mengucapkan itu membuat Fatimah bersedih hal itu jelas mereka lihat.
"kmu knp nak"
"Fatimah cuman sedih.. di saat acara nanti siapa yg akan jadi wali Fatimah! " murung Fatimah karna sesungguhnya keluarga tidak ad lgi setelah kejadian keluarga mya di bantai oleh paman nya sendiri demi harta.. hanya tersisa Fatimah kecil saja di waktu itu
"kamu jangan sedih sayang di sini ada mas ada bunda, ayah, ridho, radit, dan ada adik² perempuan kmi.. jdi jangan sedih lgi ya.. lupakan aj" ucap satria lembut sambil mengelus pucuk kepala Fatimah, sebenarnya ingin memeluk supaya Fatimah tidak sedih lgi.. tpi dia blm sah jdi hanya sebatas nya saja.
"iya sayang sini.. sama bunda aja" sambil merentang kan ke dua tangan nya.. Fatimah yg melihat itu langsung berhambur ke arah bunda... hangat itu yg di rasa Fatimah sekian lama nya dia tidak merasakan lgi.. rasa nya tidak ingin melepaskan nya..
__ADS_1