
beberapa jam yg lalu
"bunda,umi clista kekamar ya, tiba² badan clista kurang enak" izin clista pada mereka.
"kaka knp?.. " tanya dhinda cepat, padahal umi dan bunda sudah membuka mulut ingin bertanya tapi keduluan oleh dhinda.
"kk gkpp, cuma kurang enak badan sedikit"
"pasti karna kamu gk tidur kan? " tatapan tajam bunda pada clista.
"tidur kok bun" bohongnya padahal emng dia gk tidur karna mengkhawatirkan dhinda.
"bo'ong!!. " sentak dhinda pada clista.
"bener, kk gk bo'ong kok" maaf dek.. lanjut clista dalam hati.
"yaudah jangn bertengkar " ujar umi
"yaudah kamu ke kamar sana, mungkin sore nanti kita pulang,., " sahut bunda pada clista.
"iya bun, assalamu'alaikum" ucap clista pergi dari sana.
"waalaikumsalam" ucap mereka pelan.
"udah siap?.. " tanya bunda pada umi.
"udah" jawabnya sambil membawa kue.
"dhinda jg mau bawa, " rengek dhinda manja sambil mengambil kue yg sudah di siapkan.
__ADS_1
"yaudah ayok gabung sama mereka" mereka pun pergi menuju tempat keluarga mereka berkumpul.
...***************...
"hah... hah.. hufh.., ada apa dengn ku" guman clista yg saat ini sudah sampai di kamar hotel dengn nafas sudah tidak beraturan dan keringat dingin menyertai dirinya.
clista dengn sudah payah menuju ke tempat tidur nya dan lalu membuka hpnya dengn tangan bergetar.
"ke.. kenapa harus sekarang " resah clista sambil merasa dingin campur sakit di tubuhnya.
clista melihat dalam HP nya bahwa bosnya bayu atau sahabatnya itu baru pulang hari ini, membuat nya resah sekaligus khawatir.
lalu dia mengambil leptop nya dan mengecek posisi sahabat sekaligus orng yg telah membuatnya sukses seperti ini.
"ti.. tidak!!.. gk mungkin!.. gak mungkin" ucap clista sambil menggelengkan kepala nya beberapa kali, bawa dia tidak percaya.
lalu clista mengecek CCTV yg terpasang di ruangan keluarganya, betapa terkejut nya dia melihat sahabatnya sudah sampai di depan hotel dimn dia berada.
"sebaiknya... akhhh.. " teriak clista merasa puluhan jarum menusuk organ tubuhnya, dan tubuh nya yg mulai dingin, terlihat dari tangan dan bibir nya yg sudah pucet kedinginan.
"racun?.. sejak kapan racun bersarang di tubuh ku" ucap pelan clista yg mulai kedinginan, dia pun keluar dari kamar menuju ruangan di mana keluarga nya berada,dia tau klau dia terlambat keluarganya pasti akan mati.
...****************...
"berhenti!!.. hah.. hah" Teriak clista dengn tenaga yg tersisa dia melemparkan HP nya.
"Aaaaaa!!! " teriak mereka barengan dengn peluru lepas.
DOR...
__ADS_1
CTRAK...
HP clista pecah diringi teriakan mereka pun berhenti dan melihat ke arah clista begitu jg pria itu, dan melihat ke arah HP yg sudah ada peluru di dalam nya.
"lilis.. " panggil pria itu bahagia, sudah beberapa tahun ini dia tidak melihat sahabatnya itu.
"apa yg kamu lakukan bastian!! " marah clista, sekuat tenaga iya menyembunyikan sakit dan dingin tubuh nya.
"aku akan membunuh siapa pun yg berani menghalangi ku.. " tatapan pria yg bernama bastian itu menatap tajam ke arah mereka.
"huhf.. hufh.. a..apa kah kau akan membunuh keluarga ku" clista membuang nafas pelan sambil menatap bastian berserta iya melangkah mendekati mereka.
"ke.. keluarga?.. " tanya bastian tidak percaya, sejak kapan sahabatnya ini punya keluarga, setau dia keluarganya semua jahat.
"ya, mereka keluarga baru ku, dan yg ingin kamu bunuh itu tunangan ku" ujar clista semangkin pelan.
"apa!!..tu.. tunangan?. " tanya nya merasa tidak percaya.
saat ini posisi clista dekat dengn rifqi dan di depan nya ada bastian yg tidak terlalu jauh, dan di belakangnya ada keluarga nya yg menyaksikan apa yg terjadi.
satria, radit dan ridho sudah di obati, oleh Fatimah, bunda dan yg lainnya, hati clista sakit melihat para abng nya terluka seperti itu dan pelakunya adalah sahabatnya sendiri, apalagi saat bastian ingin membunuh rifqi dengn pistolnya.
untung clista tidak terlambat datang, kalau tidak.. entah apa yg terjadi di ruangan ini, mungkin dia akan gila melihat orng yg dia sayangi sudah tidak bernyawa.
"iya, dan kamu tau bas?..mereka itu abng² aku" sambil menunjuk ke arah ke tiga abng nya yg terluka.
bastian pun melihat arah yg di tunjukkan oleh clista, dia terkejut klau itu abang² clista, membuatnya merasa bersalah, dia tidak berniat melukai keluarga baru clista, tpi dia hanya ingin membereskan siapa saja yg berani menghalanginya.
"maaf lis.. maaf, aku gk tau"mohon bastian.
__ADS_1
mereka semua yg ada di sana tercengang Melihat pria yg tadi bagai kan iblis dan kini berubah seperti kucing yg ketahuan mencuri.