Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-69


__ADS_3

"bos! "


"gimana? " tanya nya tampa menoleh ke arah anak buah nya, dia masih sibuk dengn minumannya, dengn rekannya di sampingnya.


"beres bos, mungkin sekarang racunnya sudah bereaksi" ujar anak buah itu dengn merasa bangga.


"apakah racun itu benar² sudah masuk ke tubuh nya? "


"saya yakin sudah bos, karna saya sendiri yg memberinya menggunakan minuman yg di dalam nya ada racun es" jelas yakin.


"hem, baiklah, kamu boleh pergi"


"hahahaha... akhirnya dia akan mati, mana mungkin dia bisa bertahan dengn racun itu" orng itu tertawa bahagia setelah perginya anak buah nya itu.


"apa menurutmu dia bener² mati? " tanya seseorang yg dari tadi hanya sebagai pendengar.


"aku yakin dia akan mati, blm ada sejarahnya bisa mengalahkan racun mematikan itu, sakit bercampur dengn dingin yg mengalahkan kutub utara" jelas nya dengn senyuman licik.


"untuk apa sebenarnya kau melakukan ini? " tanyanta sambil meminum minumannya dengn nikmat dan santai.


"aku membencinya, dia selalu saja menggagalkan setiap rencana ku, dan aku ingin dia mati, baru aku puas" jawabnya menatap tajam ke arah langit, seperti melihat musuh di atas sana.


"klau hanya itu alasan mu, apakah itu tidak keterlaluan?.. " tanya nya lgi.


"hemm, keterlaluan?.. bagi ku itu masih kurang, rasa nya aku ingin menghancurkan orng terdekatnya jg" senyum licik selalu menghiasi bibirnya.


"raisah!.. raisah!.. " orng itu hanya mengelengkan kepalanya melihat terobsesi nya rekan nya ini untuk membunuh sahabat lamanya.


"heh..tina!! .. apa bedanya kau dengn aku " sentak raisah pada tina, rekannya untuk membunuh clista.

__ADS_1


"jelas aku beda, aku memiliki alasan yg masuk akal, engk kyk kamu hanya karna clista yg selalu menggagalkan rencana mu kau buat di tersiksa seperti ini" jelas tina santai.


"emng apa alasan mu?.. "


"alasan ku?.. pertama aku iri melihat dia lebih pandai merentas dari pada aku yg mengajarinya.. kedua.. dia lebih cantik dari ku.. ketiga.. aku butuh uang jdi aku menghianati nya" jelas nya panjang lebar.


"hahahaha... tak ku sangka alasan mu hanya karna iri sampai mau menghianati nya" tawa raisah dan di ikuti tina.


"ya begitu lah hidup, dimana ada penghianat dan terhianat"jelas tina santai tampa memikirkan seseorang, apa yg di lakukan ini sangat membuat orng itu kecewa.


" bagus!.. bagus!.. aku suka punya rekan yg pandai "setelah mengucap kan itu mereka pun tertawa tanpa beban.


...***************...


" apakah dapat?.. "tanya bastian pada anak buah nya yg kini sedang berada di perpustakaan yg sangat besar, banyak orng² berseragam hitam yang sedang mencari sebuah buku.


" sialan, dalam 5 menit lagi blm dapat ku pastikan kepala kalian ada di lantai saat itu juga!!!.. "ancaman bastian tidak pernah main² membuat mereka semua tergesa-gesa mencari buku yg di maksud bos kejam mereka.


" bisakah kau tidak mengancam mereka semua! "ujar rifqi yg berada di sana jg beserta yg lain, yang ikut mencari buku jg.


" apa urusan mu?.. mereka anak buah ku,.. jadi terserah diriku mau ku apakan mereka semua "jelas bastian menatap rifqi tidak suka.


" tpi tidak... "


" ketemu bos.. "teriak anak buah bastian yg bernama Daniel itu mengundang semua mata menuju ke arah nya,begitu jg rifqi dengn bastian yg tadi nya bertengkar.


" bawa ke sini!!.. "teriak bastian pada Daniel yg lumayan jauh dari bosnya itu, sebelum Daniel sampai bastian mengucapkan kata2 yg membuat rifqi sedikit tersinggung.


" kau tak boleh menikah dengn lilis ku, dengn keadaan dirimu yang sangat lemah ini! "remeh bastian menatap rifqi yg ada di depannya.

__ADS_1


" itu urusan ku dengn keluarga clista, jadi kau tak berhak melarang ku"rifqi mengucapkan itu dengn tatapan tajamnya.


"cih, kau tak pantas mendapatnya, bahkan aku dulu yg mengenalnya dari pada dirimu" bastian terus saja menguji kesabaran rifqi.


"walaupun kau lebih dulu mengenalnya tapi dia akan tetap menjadi milikku" rifqi yg tak mau kalah.


"heh.. kalian ini punya hubungan pu karna keterpaksaan, ini pasti jebakanmu kan?.. " tuduh bastian pada rifqi.


"jebakan?... aku bahkan tak pernah berfikir seperti itu, walaupun aku sangat mencintainya" rifqi merasa bastian tidak masuk akal, yang asal2 saja menuduh nya.


"cih.. banyak kali alasan mu!.. aku gk percaya" bastian mende cih tidak percaya, dia sudah tau semuanya setelah bayu memberi tahunya tadi.


rifqi tak menjawab beberapa detik, lalu setelah itu iya berkata lagi.


"klau aku lemah, mau kah kau ajari aku agar menjadi lebih kuat, aku ingin menjaga clista agar tidak ada ke jadian seperti ini lagi" rifqi mengucapkan itu dengn sunguh².


bastian menyatu kedua alisnya melihat betapa tekat nya rifqi saat mengatakan itu, jelas dia sebagai sahabat yg baik ingin mendapatkan pendamping clista yg baik jg, dan tentunya dapat menjaga nya.


"baik aku setuju, tpi ini lumayan keras, apakah kau sanggup?.. " setelah beberapa menit baru bastian memutuskan untuk mengajari rifqi agar lebih kuat.


"sanggup.. " yakin rifqi sambil menatap bastian yg kini mengangguk.


"bos.. ini bukunya" dengn nafas yg memburu Daniel menyerah kan buku yg terlihat kuno ke tangan bastian.


"knp perpustakaan ini besar sekali, sungguh capek sekali " batin Daniel mengeluh karna dia berlari tadi karna sangking besarnya tempat ini.


"jangan mengeluh, atau ku jadikan makan kucing imut ku " ucapan bastian langsung membuat Daniel membeku sesaat, dia tau maksud dari kucing imut, yaitu harimau jangan yg perkasa.


"semua nya bubar, dan kerjakan tugas masing-masing!!.. " teriakan bastian memenuhi ruangan itu, dan di denger oleh mereka semua, membuat mereka seketika bubar.

__ADS_1


__ADS_2