
"sebenarnya indah kecewa umi, yah sama mereka karna mereka melakukan hal yg tidak pantas seperti itu, apa salah nya klau cinta blng aja ingin menikah.. tidak harus melakukan hal itu di belakang kita... indah sangt kecewa yh" jelas nya lagi tak lupa air mata yg sudah membasahi pipi nya.
"klau seperti ini mereka sudah keterlaluan, cepat panggil... "
"umi, abi " panggil rifqi membuat bunda menghentikan omongan nya.
rifqi dan clista turun dri tangga dan mendekat kepada mereka.
umi yg melihat rifqi pun langsung beranjak dari duduk nya dan dengn cepat di menuju ke arah rifqi dan tak lupa tangan nya menyambar telinga anak tunggal nya itu.
"apa yg kmu lakukan rifqi, knp kamu buat malu umi ha!! " marah umi aisah sambil menarik telinga rifqi kuat.
"aw.. aw.. aduh.. umi.. sakit umi.. sakit " keluh rifqi merasa kesakitan di area telinga nya.
"apa yg kau lakukan dengn clista ha!! " marah umi yg tak kunjung melepaskan telinga rifqi.
clista yg tidak jauh dari situ hanya menatap ayah dan bunda nya dengn tatapan sedih, tidak ada kata yg keluar dari mulut nya, kaku itu lah yg di rasakan nya, dan membuat hati juga menjadi sakit melihat bunda yg masih berderai air mata. clista ingin sekali blng ini ketidaksengajaan tpi mulut nya terasa di lem sangt kuat.
"umi, sebaik nya umi duduk dulu, ajak rifqi sama clista, mari kita bicara kan baik²” printah abi surya.
" jdi karna kalian sudah membuat kesalahan maka abi menyatakan kalian harus menikah sekarang jg"tegas abi surya membuat ke putusan yg di angukan oleh umi, ayah bunda, dan di sertai senyuman tipis indah.
jederrrr
rifqi dan clista mematung mendengar kata sekarang, mereka belum siap, apa lgi clista.
"sekarang?!!... gue blm siap" batin clista tidak setuju.
__ADS_1
"walaupun kmi sudah berjanji akan menikah tpi engk bisa sekarang jg " batin rifqi bingung harus gimana, yah memng mereka tdi sudah buat kesepakatan.
flashback
"clis maaf " ucap rifqi tulus sungguh dia sangat menyesal, tpi ini jg bukan sepenuhnya kesalahan nya karna tdi seperti ada yg mendorong nya.
"gkpp" jawab nya yg ingin langsung pergi tapi di tarik rifqi membuat badan clista berbalik dan berhadapan dengn rifqi.
"clista tolong percaya dengn ku aku gk tau apa², tdi tiba tiba aja badan ku seperti di dorong seseorang" jelas rifqi cepat, sungguh rifqi engk mau masalah ini yg akan membuat nya semakin jauh dengn clista.
"di dorong?! " tanya clista yg tampak penasaran.
"iya clista, aku gk boong" jawab nya sambil mengangguk kan kepala nya.
"klau seperti itu, mungkin kita di jebak??. " gumam clista tpi masih bisa di dengar rifqi.
"apa!!.. di jebak?... siapa yg ingin menjebak kita.. " kaget rifqi, sekali gus marah, tpi jangan salah paham di dalam hati rifqi di senang akan ke jadian ini,
dampak positif nya, klau di pastikan mereka akan menikah.
dampak negatif nya, clista akan membenci nya atau bisa aja orng tua clista menjauhinya,hal itu lh yg menghantui pikiran rifqi.
"aku gk tau ustadz" tpi tiba² di teringat satu nama terlintas dalam benak nya.. indah. tpi clista blm bisa memastikan itu jadi dia hanya diam.
"jdi apa yg harus kita lakukan?.. " tanya clista bingung dengn situasi ini.
"bener kata tante kita harus menikah " tegas rifqi menatap clista dengn lekat.
"apakah tidak ada jalan lain? " tanya clista, mana tau ada jalan yg lain yg membuatnya tak harus menikah, clista tau menikah bukan lah hal untuk di main² kan, manikah adalah hal yg sakral.
__ADS_1
"tidak " jawab rifqi
clista diam sejenak dan lalu menganggukan kepala lemah, sungguh dia blm siap.
rifqi tersenyum lebar melihat itu rasa ingin sekali dia memeluk clista dengn erat, yg tadi nya dia marah dengn orng yg menjebak nya pun hilang, malah di ganti kata Terima kasih di dalam hati. hatinya.
---------
"clista mau menikah tpi clista mohon jangan sekarng,.. " ucap clista walaupun terkesan datar tpi ttp saja masih ada nada memelas nya.
sedang kan ayah, bunda, dan indah membulat kan ke dua matanya, sambil mengecek kali telinga mereka.
"gk salah kan?.. clista mau.... yesss" kompak mereka dalam hati, dan sambil melirik satu sama lain, hal itu tertangkap oleh clista tampa mereka ketahui.
"beneran clista mau? " tanya umi seneng , clista hanya mengangguk tanda setuju, melihat itu umi langsung memeluk clista dengn sayang.
"akhirnya sebentar lgi punya menantu " seneng umi tampa mempermasalahkan hal yang tadi.
"bun.. " panggil clista yg sekarng bersimpuh di kaki Kirana.
"maaf kan clista bun..yah" ucap nya sambil menundukkan kepalanya.
Kirana sungguh tak kuasa melihat clista seperti ini dan langsung membawa nya kepelukan nya.
"gkpp bunda maaf kan, ya kan yh? " sambil melirik ayah dilan yg berada di samping nya.
"iya gkpp, lagian bentar lagi kalian akan menikah kan" ucap ayah sambil menepuk pelan kepala clista.
"maaf sayang, ini demi kebaikan mu, bunda yakin rifqi bisa membahagiakanmu, dan bisa meluluhkan hati kamu yg keras ini"batin Kirana yg sebenarnya merasa bersalah.
__ADS_1
" maafkan ayah ya nak, mungkin ini semuanya takdir Allah mempersatukan kalian kyk gini"batin ayah yg sebenarnya tidak mau mengikuti rencana indah, namun istrinya malah setuju, membuat nya harus ikut dalam permainan ini.
"yes.. yes.. yesssss... berhasil, akhirnya aku bisa jg buat mereka akan menikah, tak sia-sia aku bongkar semua kamar cantik aku"batin indah bersorak gembira.