
"apakah ini yg di maksud orng itu? "clista menatap bangunan yg cukup besar namun telihat ingin roboh bahkan terkesan angker di luarnya dengn banyak tumbuh tumbuhan rambat yg hampir mengelilingi rumah itu.
clista berjalan dengn perlahan dengan koper yg dari tadi ia seret yg berisi uang sesuai keinginan mereka,uang segini tidak akan membuat nya miskin apalgi ada bantuan rifqi dan bastian yang tajir mestinya, yg penting orng tersayang nya di selamat termasuk mempertaruhkan nyawanya sendiri dia rela sepenuh hati.
"knp sunyi?.. "batin clista merasa heran namun ia tak peduli langsung saja masuk dengn tatapan waspada.
clista terus memasuki lorong demi lorong bahkan ia memasuki ruangan demi ruangan namun sama sekali tidak menemui seorang pun.
" apa ini knp tidak ada orng sama sekali!"gumam clista kesel lalu dia langsung menekankan sesuatu di telinga nya dan tampa lama benda itu langsung terhubung oleh rifqi dan bastian.
"tidak ada orng di sini.. " sambil berjalan menelusuri lebih jauh.
"kami di sini di serang!!.. " terdengar suara rifqi yg seperti sedang menghajar orng.
"sama aku juga.. " kini bastian pula yg melaporkan.
mereka berdua berpencar dengn rifqi di belakang gedung itu dan tak lupa beberapa anak buah begitu juga dengn bastian namun bastian berada di depan tempat clista lewat tadi.
mereka kaget seperti memang sudah di rencana kan demi kian oleh orng² itu sehingga mereka terjebak dalam pertarungan yg kalah jumlah, walaupun mereka hebat namun mereka juga perlu waktu untuk membunuh orang yg sangat banyk dari mereka.
"sial.. ternyata ini jebakan.. pintar juga mereka! "
"terus terhubung jangan sampai alat untuk berkomunikasi kita terputus hah..!" bastian memberi tahu mereka berdua dengn seluruh badan yg berkerja untuk menghantam tubuh mereka dengn pukulan tendang bahkan pisau yg berada di balik bajunya.
__ADS_1
"kali ini kalian jadi santapan ku hahaha.." tawa bastian yg menyeramkan bahkn di dengar oleh rifqi dan clista.
rifqi...
"itu bastian?.. serem kali" dengn pikiran yg tertuju ke bastian yg seperti kerasukan setan apalagi mendengar tawa yg terdengar sangat bahagia saat membunuh mereka tak lupa jerita² yg membuat bastian tmbah bersemangat.
karena pikiran rifqi yg entah kemana² membuat nya tak fokus mengakibatkan ia mendapat pukulan di pipinya membuat darah mengalir di sudut bibirnya.
"ssssstttt... kalian!! " rifqi mengeram sambil menghapus noda darah di bibir nya dan tanpa lama² membalas mereka dengn berbagai teknik bela diri.
clista....
"dah kumat lh psikopat satu ini.. " clista tak memperdulikan itu dia msih terus berjalan, clista sebenarnya tidak menyangka rumah yg terlihat dari luar tidak lah besar namun saat memasukinya berbagai lorong dan pintu, seperti labirin saja.
"ini seperti...ruangan bawah tanah" tebak clista karna bentuk nya yg berbeda dan pintu itu memiliki tangga yg menurun ke bawah jadi dia cepat tau klau itu pintu ruangan bawah tanah, sama seperti punya bastian.
clista menuruni satu persatu tangga itu dengn tidak memiliki penerangan sama sekali tapi tidak membuat nya kesusahan sama sekali dengn koper masih setia di seretnya.
clista memperhatikan sekeliling saat di sudah sampai di tangga terakhir nya.
"clista kamu dimn?.. aku dan rifqi sudah membereskan mereka semua, kasih tau lokasi mu kami kesana" terdengar suara bastian di telinga clista.
"di ruang bawah ta...sssstt" ucapan clista berhenti saat tiba-tiba anak panah meleset dengn cepat ke arahnya dan melukai sedikit puncak nya, dan tampa sengaja menjatuhkan kan alat komunikasi dia dengn kedua pria itu.
__ADS_1
"siapa?... keluar.. jangan jadi pengecut hanya bisa bersembunyi di kegelapan!! " clista berteriak sambil melihat sekeliling dia semakin waspada walaupun tak nampak apapun karna sama sekali tidak ada penerang di sana.
posisi rifqi dan bastian....
"apa yg terjadi dengn clista?! " rifqi bertanya dengn nada khawatir apalagi mendengar ringissan itu dan teriakan clista tadi.
"dia wanita yg kuat jadi jangan khwatir, jadi kita harus cepat menuju ke arah lokasi yg di berikannya tdi.. dia blng.. ruangan bawah ta.. apa itu? " ujar bastian sambil bertanya karna clista mengatakan itu hanya menyusahkan ta.. apa itu ta?.. tapak apa y?..masak iya ruang bawah tapak?...gak mungkin..pikir bastian yg tiba-tiba otaknya kongselet.
"ruang bawah ta?.. ta.. tanah gk? " tiba-tiba pikiran rifqi tertuju dengn ruangan bawah tanah.
"good brader" sambil menupuk pundak rifqi dengn cukup kuat karna merasakan mendapatkan usulan, rifqi hanya meringis pelan mendapatkan itu.
"jadi Mari kita cari jalan bawah tanah itu" sambil sedikit cepat rifqi melangkah dan di ikut oleh bastian di belakang nya.
rifqi dan bastian terus saja berjalan menelusuri lorong-lorong yg banyk itu, bahkan mereka pusing sendiri karna tak menjumpai satu pun pintu yg menuju ruang bawah.
"sial.. apa ini!.. knp semuanya pada ruangan kosong seperti ini" bastian mengeram marah bahakan menendang tembok di samping nya untuk melampiaskan kemarahan, mereka hampir 15 menitan hanya berada dlm ruangan yg mengeselin bagi bastian, apa lgi saat menghubungi clista yg tidak nyambung sama sekali membuat hati mereka tak tenang.
"sabar bas... mari kita ke arah sana.. mungkin kita akan menemukannya.. " ucap rifqi yg masih santai walaupun dlm hati di khawatir pada clista saat ini.
"baik.. kali ini aku masih bisa bersabar tpi.. semisal nya kali ini tidak menemukan juga bener² akan aku robohkan ni gedung atau rumah ini... cih menjijikkan sekali tempat ini" bastian mengatakan itu dengn marah dengan memperhatikan di setiap keliling yg terlihat jorok walaupun hanya debu.. tpi di tidak suka itu.
di istananya walaupun sangat menyeramkan namun tidak ada debu secuil pun, karna anggota nya selalu membersihkan nya, itu peraturan tegas yg di lakukan bastian.
__ADS_1