Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-74


__ADS_3

rifqi dan clista berjalan ke bawah dengn saling berpegang, sebenarnya clista sedikit risih karna belum terbiasa akan hal ini, namun iya bertekad akan membiasakan diri dengn ada nya rifqi di sisiNya.


terlihat sepi saat memasuki lantai bawah tpi terdengar suara dentingan seseorang yang sedang masak, clista menduga itu bundanya, rifqi melirik clista sebentar kebetulan clista juga sedang memandang ke arah rifqi, membuat rifqi memberi kode klau kita akan ke dapur, kira² begitu lah.


deg..


jantung clista berdetak lebih kencang, dia bahagia masih bisa melihat bunda nya, yg sedang memasak sendirian tampa mengetahui dirinya dan rifqi yg tidak jauh memperhatikan nya.


" bunda! " kali ini clista tidak bisa menahan lgi untuk tidak memanggilnya, kirana yang tadi nya asik memasak tiba² ada seseorang yg memanggilnya membuatnya mengarahkan pandangan nya ke belakang menghadap clista.


ctrang..


sutil bunda jatuh sambil menutup mulut nya dengn tangan, bahkan air mata nya sudh jatuh.


"c..clista?.. "


"i.. ini kamu?.., bener kamu? " tanya binda yg masih tidak percaya, clista hanya mengangguk sambil tersenyum sedikit lebar, lalu dia kearah bunda dan memeluk nya erat.


"clista.. haaaa.. ini kamu?.. beneran.. hiks.. alhamdulillah ya Allah, makasih bnyk, bunda seneng bngt kamu udah sadar" tangis bahagia bunda pecah seketika.


"alhamdulillah bunda, clista udh sehat kok" sambil mengelus² bunda nya.


"sayang, jangn buat bunda dan yang lain khawatir seperti ini lagi y?.. " pinta bunda mohon.


"bunda tenang aja, sekarang ada rifqi yang jagain clista, ya kan dek? " rifqi mengatakan itu sambil meminta Jawaban clista, sedangkan clista kaku mendengar perhatian rifqi pada nya, dia hanya bisa mengangguk iya.

__ADS_1


bund yg melihat interaksi rifqi dan clista pun kini berkali-kali lipat bahagia, berarti clista sudah tau kalau rifqi adalah suami nya dan sudah mau menerima nya.


"kakak!!!.. " teriak kuat dhinda dengn tiba² membuat mereka yg ada di sana terkejut, clista bahkan langsung menatap adx tersayang nya.


"dhinda! " clista memanggil itu dengn senyum lebarnya, bahkan rifqi sampek terpana melihat nya.


"cantik"


clista merentangkan tangan nya bahwa dia ingin di peluk dhinda, dhinda pun dengn cepat berlari ke arah clista, bahkan clista sampai Terguhuyung ke belakang sangking kuat nya dhinda memeluk nya, untuk ada rifqi dengn cepat menahan tubuh clista klau tidak mungkin clista dan dhinda sudah tersungkur di lantai.


"kakak.. huaaa.. kaka jahat, knp kakak lama kali bangunnya" dhinda mengatakan itu sambil memukul clista pelan, clista memaklumi itu bahwa dhinda juga pasti sangat menghawatirkan nya.


"maafkan kakak ya, gk ulangi lagi kok" clista mengatakan itu dengn lembut, bahkan lagi² membuat rifqi terpesona.


"masya Allah istri hamba itu ya Allah"bahkan rifqi berteriak dalam hati saking seneng nya.


tiba-tiba ada suara ribut² datang menuju ke arah mereka, membuat mereka yang ada di sana menyatukan alis nya, yg bertanya², suara apa itu?


tak..


tak..


tak..


tak..

__ADS_1


tak..


suara kaki yng lumayan banyak membuat mereka waspada, bahkan rifqi sudah sangat waspada begitu juga dengn clista, mereka berfikir mungkin itu musuh.


"abng, ayah" teriak marah dhinda, bahkan tadi dia sampek sembunyi ketakutan di belakang clista, setelah melihat orng yg membuat mereka waspada pun membuat dhinda berteriak marah.


"clista?.. ini kamu nak" bahkan ayah dan para abangnya mengabaikan dhinda yg tadi berteriak karna setelah melihat clista yg berdiri di sana juga membuat ayah dilan tak segan² memeluk nya sebentar, ingat hanya sebentar.


melihat ayah yang memeluk clista, membuat ketiga abng nya juga ingin! namun Fatimah menahan satria, hal itu kini tinggal radit dan ridho yg bahkan sudah menuju ke arah clista dengn merentang tangan ingin memeluk clista.


"clista abang kangen"


hap


mereka berdua hanya bisa memeluk angin ketika rifqi tiba-tiba menarik clista ke pelukannya, bahkan dengn posesif, bahkan clista sedikit tidak menyangka dengn apa yg di lakukan rifqi.


kelakuan radit dan ridho yg tidak dapat memeluk clista pun mengundang tawa mereka kecuali rifqi dan clista, terlihat jelas bahwa rifqi tidak Terima dengn radit dan ridho yg seenaknya jidatnya ingin memeluk istri nya, gk bakal di biarkan oleh rifqi.


"kamu apa apaan sih rifqi" kesel mereka berdua.


"kenapa? " tanya rifqi seperti tidak berbuat salah bahkan tidak melepaskan pelukan nya dengn clista, sedangkan clista merasa malu sendiri dengn kelakuan suami barunya ini.


"isss, harus kah kmi jelaskan"


"ingat, clista sekarang istri ku, walaupun kalian abng² nya, tpi kalian tidak ada ikatan darah, jadi itu sama saja bersentuhan dengn orng yg bukan mahram " ustadz kita, yaitu ustadz rifqi mulai lah ceramah, sedangkan radit dan ridho yg emang seperti setan pun kepanasan dan pasrah mengiyakan saja apa kata rifqi.

__ADS_1


"kenpa harus seorang ustadz, ribet amat sih" bahakn mereka berdua mengumpat rifqi dari dalam hati masing-masing.


__ADS_2