
"dewi!!...dewi...CLISTA" panggil indah kesel saat melihat clista yg tidak menyahuti nya, dia ingin pulang ke rumah abi surya tpi tanpa sengaja di melihat clista lagi sendirian, jdi dia memanggilnya tpi tidak menyahuti sama sekali, tpi setelah dia manggil dengn nama clista lngsung menoleh.
clista tau orng memanggilnya tdi siapa tpi dia pura² tidak tau dan trus berjalan tpi setelah mendengar nama asli nya di panggil pun langsung menoleh, dan terlihat lah indah yg sedang menuju ke arah nya.
"ya? " sambil menyatukan ke dua alis nya sebagai tanda tanya.
"mau kemana? " tanya indah basa basi saat sudah di depan clista, walaupun tdi kesel dengan cepat dia melupakan nya.
"ke asrama ustazah" balas clista ingin melanjutkan jalan nya namun dengn cepat di cegah indah.
"ayolah clis gk usah manggil aku ustazah kalau lgi berdua, lagain bentar lagi kita jdi saudara jg"ucap indah sok akrab
" saudara? "tanya nya bingung.
" iya saudara, rifqi kan sepupu aku, dan kmu kan bentar lgi bakal jadi istri nya, nah jdi beranggapan... "
__ADS_1
"stop,stop, stop!!.." ucapan clista menghentikan penjelasan indah, sungguh clista tidak ingin mendengar hal yg sangat mustahil bagi nya.
"knp clis?.." tanya nya sambil tersenyum, clista tau senyuman itu.
"sudah ya ustazah saya mau ke asrama dulu"hindari clista ingin berjalan kembali, tpi dengn cepat indah menarik tangan clista menuju rumah abi.
" eh.., ustadzah apa apaan sih"bisa di lihat dari raut clista yg sudah mulaii sebel, tpi masih memperlihat kan muka datar nya.
"udh ikut aku" sambil trus berjalan tampa melepaskan pegangan nya, mungkin takut kabur, sedangkan clista pasrah mengikuti indah membawanya entah kemana, bisa aja clista menolak dengn kemampuan nya yg lumayan tinggi, bagi nya indah gk ada apa apanya bukan mau sombong tapi itu kenyataan, namun disini bnyk santri² yg lewat jadi gk mungkin dia buat keribuatan disini, jdi lebih baik ikuti saya wanita di depan nya ini.
"ayah jangn tinnggal bunda.. bunda ikut " teriak bunda Kirana dari dalam rumah, sedang kan orang yg lagi di luar hanya bisa geleng² mendengar itu.
"cepet bun, nanti tinggal ayah baru tau" ucap ridho dengn sengaja, mereka sudah lama menunggu bunda nya yg dari tadi siap2 untuk pergi menjemput clista dan dhinda, memang rencana mereka bakal menjemput kedua adik nya itu, karna acaranya akan minggu depan,biar bisa bantu² jg.
"AYAH!!!... " teriak dari dalam dengn keras, mereka yg di luar rumah hanya bisa menutup kedua telinganya yg hampir pecat gara² mendengar suara nyaring dari dalam.
__ADS_1
bugh...
ayah.... memukul lengan ridho dengn lumayan keras membuat siempu meringis sakit.
"apa sih ya" kesel nya
"apa!.. apa!.. kamu ingin membuat singa betina ngamuk ha!! " jawab ayah dilan tak kalah kesel, sedangkan Fatimah dan satria yg jg ad di situ hanya bisa menahan tawa melihatnya.
"iya bun, engk ayah tinggal ko" balas ayah dari luar.
tak berberapa lama keluar lah bunda...
dengn tas yg di gandeng nya.
"ayok ayah, jangan lama biar cepet nyampek...gk sabar mau jumpa anak² umi yg cantik" ajak bunda langsung masuk begitu saja, membuat yg melihatnya menjadi bengong.
__ADS_1
" perasaan yg lama itu bunda knp... ahh sudah lah"gumam ayah langsung masuk setelah berpamitan sama ridho, satria dan Fatimah, sedangkan kan radit sih di rumah sakit tpi dia udh tau acara pernikahan abng nya itu.