
"kakak kapan bangun " dhinda menatap sendu ke arah clista yg masih tidak sadarkan diri di peti hangatnya.
"dhinda tenang saja, bang bastian udah bawa obat nya, pasti nanti kk bakal sadar" ujar bastian menenangkan dhinda dan sambil menunjukkan ramuan yg sudah selesai di buat.
sudah seminggu lebih mereka mencari penawaran racun itu, dan kini akhirnya ketemu, dan proses nya lgi membutuhkan 2 hari... hampir dua minggu mereka bekerja untuk membuat penawaran, harus nya beberapa hari lagi clista dan rifqi menikah namun melihat kondisi clista yg seperti ini membuat mereka mengundurkannya untuk sementara waktu.
seminggu lebih itu juga rifqi melatih kemampuan nya menjadi lebih kuat, dan apa yg iya lakukan tak menghianati hasil, dan selama itu juga dia engk melihat atau hanya sekedar menjenguk clista karna bastian melarang nya, walaupun mereka berada dalam 1 atap yg sama namun jauh dari pandangan, karna rumah bak istana ini sangat lah besar.
bugh..
bugh..
bugh..
bugh..
puluhan orng rifqi jatuhkan dengn santai, kini kemampuan nya sangat kuat bahkan bisa menandingi bastian si king bertarung.
pkk..
pkk..
pkk..
tepuk tangan bastian memecahkan keheningan di ruangan bertarung itu.
"hem.. lumayan" ujarnya menuju ke arah rifqi yg terlihat santai saat mengalahkan puluhan anak buah bastian.
puk..
"aku merestui mu"ucap bastian sambil menepuk bahu rifqi, hubungan mereka sudah tidak terlalu kaku seperti saat pertama berjumpa.
" benarkah bas"bahagia rifqi yg tak segan² memeluk bastian.
"iya, ku lihat kau sangat bertekat untuk mendapatkan lilis ku.. maka akan ku berikan untuk mu, namun... " bastian menghentikan ucapan nya membuat rifqi menelan saliva nya dengn kasar.
__ADS_1
"bila dia menangis atau kau menyakitinya akan ku pastikan nyawa mu taruhannya" ucapan bastian membuat rifqi tersenyum dan menjawab.
"ku pasti kan clista akan bahagia bila berada di sisi ku" ujar rifqi sambil mengepalkan tangan nya dengn semangat.
"bagus, hari ini kau boleh menemuinya" setelah mengatakan itu dia pergi tampa melihat reaksi rifqi yg kaget sekaligus bahagia.
"Terimakasih!!.. " teriak rifqi dan di jawab dengn acungan jempol oleh bastian tampa menghentikan jalannya.
"akhirnya aku akan bertemu dengn mu, humaira ku" ucapnya sambil tersenyum.
"eh apa yg kulakukan, aku harus kesana sekarang... " rifqi dengn cepat berlari ingin menjumpai clista namun ia dengn cepat juga menghentikan langkah nya.
"apa yg kau lakukan rifqi, kalu clista melihat mu seperti ini, dia malah langsung ilfil" ucap nya dengn diri sendiri saat melihat penampilan nya yg berantakan dengn keringat dimana², namun kesan nya sangat gagah.
"oky.. kita mandi dulu, baru ke sana, tunggu aku humaira ku"
...*****************...
"knp kamu blm bangun juga, clista" rifqi mengucapkan itu dengn tampang sedih, ia mengira setelah ia menjumpai clista, clista sudah sadar ternyata dugaan nya salah.
"maksudnya apa??.. " tanya indah yg memang dia sendiri yg ada di sana sedangkan yg lain lagi istirahat, mungkin lelah beberapa hari ini jarang istirahat apalagi dhinda dan bunda yg kerjaannya menangis trus membuat mereka risau sendiri.
"mungkin clista capek selama ini, hidup nya tertekan, dan ingin beristirahat sebentar " bastian mengucapkan itu sambil mengelus² peti itu dengn clista yg tenang berbaring di sana.
"knp obat nya engk bereaksi? " tanya rifqi tanpa mengalihkan pandangan pada clista, sungguh dia rindu dengn muka cuek, datar dan dinginnya clista.
"bereaksi namun lambat karna kita memberikan obat nya sudah hampir 2 minggu.. " jelas bastian
rifqi hanya pasrah saat mendengar itu, tapi tiba² ada yg membuka pintu ruangan itu, dan muncul lah keluarga rifqi dan clista.
"kami sudah membuat keputusan! " Tiba-tiba abi mengucapkan itu, membuat rifqi, bastian dan indah mengangkat kedua alisnya bingung, keputusan apa?.. batin mereka bertiga bertanya-tanya.
"pernikahan rifqi dan clista tetap berlanjut!! " abi mengucapkan itu dengn lantang dan di anggukan oleh yang lain, tpi tidak rifqi dan indah iya terkejut, sedangkan kan bastian hanya bingung, knp harus sekarang? itu lah yg difikirkan nya.
"clista sedang sakit! " protes rifqi tidak setuju walaupun ia sangt ingin bersama clista, namun dia tau situasi dan kondisi.
__ADS_1
"keputusan kami sudah bulat nak, kalian harus menikah!. " kini umi yg membuka suara.
"tapi umi.. "
"kami melakukan ini agar kamu bisa menjaga clista rifqi, bunda khwatir kejadian ini akan terulang lgi jadi bunda dan ayah putuskan akan tetap menikah kan kalian" jelas bunda dengn wajah memelas nya, membuat rifqi tidak tega dan mengangguk lemah, dia sangat ingin memang dengn clista namun bukan dalam kondisi seperti ini.
"alhamdulillah" kompak mereka tersenyum bahagia.
"jadi acara pernikahan nya akan di laksanakan di sini! di depan clista" putus ayah dilah di angguki mereka.
"klau gk salah anda bukan ayah kandung clista, jdi kita harus mencari pria itu dulu" kini bastian yg membuka suara, dia setuju dengn keputusan mereka yg akan menikahkan rifqi dengn clista walau kondisi nya seperti ini.
"bos tenang saja, tuan aldo ada di apartemen nona clista" Tiba-tiba bayu datang tentu hal itu mengejutkan mereka.
"astaghfirullah hal adzim" kompak mereka
"sialan! " marah bastian yg juga kaget.
"hehehe..maaf bos" cengengesan bayu tanpa merasa bersalah.
"bagaimana bisa ada di apartemen clista? " tanya indah penasaran.
"nona sendiri yg meminta saya membawa nya kesana saat tuan aldo di sekap di gudang oleh istrinya sendiri" jelas bayu tampa ada di tutup² sekarang.
"tega sekali wanita itu, apakah tidak cukup membuat clista dan dhinda menderita selama ini" geram bunda ingin sekali menonjok muka wanita itu bila sekarang ada di depannya.
"sabar bun" tenang ayah.
"astaghfirullah hal adzim 3x" istighfar bunda yg tadi tersakiti emosi.
"betapa menderita nya kah dirimu dulu clis? , aku berjanji tidak ada penderitaan lagi dalam hidup mu akan ku ubah hati mu yg kosong itu menjadi berwarna, dan kau akan mencintai tampa aku paksa"batin rifqi kini dia yakin mungkin ini sudah takdir dirinya menikahkan clista seperti ini.
...****************...
"semoga kau baik² saja ya clis" ujar Arya sekertaris clista, kini dia sibuk setelah clista yg tidak sadarkan diri itu, dia sudah tau apa yg terjadi dengn clista karna di kasih tau umi aisha, karna hanya umi yg tau kalau Arya itu orng terdekat clista saat di kantor.
__ADS_1