
"ay!!!.." teriak clista tiba-tiba terbangun.
"astaghfirullah hal adzim 3x , ternyata ini mimpi"
"sayang kamu gkppnkan?.. " tanya umi dengn nada khawatir, baru saja di ke toilet sebentar namun ia urungkan saat mendengar teriakan clista.
"gkpp umi.. di mana yg lain?.. " sambil melihat sekitar tidak ada orng sama sekali kecuali umi, dirinya dan rifqi yg kini masih tenang memejamkan matanya.
"klau keluarga winata dan abi, mungkin berada di ruang dhinda!," clista mengangguk paham, mungkin keluarga nya itu ingin melihat keadaan dhinda yg di sana juga ada aldo dan afrida yg kini dirawat.
"umi ke toilet dulu ya, clista jangan heran klau mereka ada di sana, karna tidak ingin mengganggu kamu lgi tidur" ujar umi yg tau pikiran clista.
"umi klau mau ke toilet silahkan! "
"hmm.. baiklah, umi tinggal sebentar ya?.. "setelah itu umi pun pergi.
"ay.. kpn bngun" clista menatap sendu rifqi yg kini masih enak apa dunianya.
sudah sebulan keadaan rifqi seperti ini, dari pemeriksaan yg dokter tangani cukup serius karna memiliki dua tusukan belakang dan depan, sedangkan dhinda, aldo dan afrida sudah mulai sehat, bahkan afrida sudah tidak sekurus sebelum nya.
mereka bahkan sudah memaafkan satu sama lain, clista juga mendengar klau mama nya akan rujuk pada papanya itu, bahkan dhinda terlihat sangat senang melihat kedua orng tuanya itu akan balikan.
soal cerita afrida pergi itu ternyata ancaman dari raisah yg akan membunuh keluarga mamanya, jadi dengn mau tidak mau rida mengikuti permainan mereka, raisah hnya meminta dirinya untuk pergi meninggalkan mereka, namun rida malah di sekap selama bertahun-tahun di ruangan gelap itu, mereka mendengarkan itu marah dan bahkan clista dan dhinda minta maaf akan hal itu.
__ADS_1
"ay.. bangun dong.. clista kangen" baru kali ini clista mengungkapkan rasanya dari sekian lama nya rifqi berbaring seperti ini,clista memeluk rifqi dengn posisi duduk.
"ay..clista sayang bngt sama ay.. bangun lah ay, clista kangen sama senyuman ay yg tampan itu, clista kangen di peluk sama ay, clista kangen.. kangen bngt.. loh ay"
"hahaha... sayang nya ay, kangen.. hemm" clista langsung membulatkan matanya mendengar suara yg ia kenal, bahkan seperti ada yg mengelus kepala nya.
"ay.. " clista sudah bergetar dan dia pun menangis di pelukan rifqi.
"ay.. jahat, knp lama sekali bangunnya" clista memukul pelan rifqi.
"dek.. maafkan ay ya.. jangan nangis. jelek loh" goda rifqi tersenyum menatap clista.
"ay... "
...**************...
"yey... akhirnya kita pulang"
hari ini mereka semua akan pulang ke rumah winata terlebih dahulu, aldo dan rida sudah menikah lgi, dan rifqi sudah sehat seperti sedia kala, bahkan bekas tusukan sudah mulai memudar.
"alhamdulillah, akhirnya sampai juga, silahkan masuk semuanya!... "
mereka semua masuk setelah di persilahkan masuk oleh tuan rumah.
__ADS_1
"sayang kamu gk lupa kan?.. " bisik rifqi di dekat telinga clista, clista yg denger itu merinding sendiri.
"ha.. iya, tpi besok aj, clista capek!.. " dengn senyumannya, clista sudah berubah sekarang, bnyk perubahan nya setelah beberapa bulan di rumah sakit.
"gk ad!.. "
"semuanya rifqi dan clista ke kamar dulu ya, dan untuk yg lain tolong di do'ain semoga sukses" setelah mengucapkan itu rifqi langsung menggendong clista bahkan clista sampai kaget,yang lain hanya tertawa melihat tingkah rifqi.
"ayyyy... turunkan!!... " teriakan clista terdengar sampai kebawah,bahkan yg lain terlihat kesenangan.
"yeeeee, bentar lagi bakal ada dua cucu" bunda tertawa bahagia sambil mengelus perut datar milik Fatimah, Fatimah hanya tersenyum melihat bunda yg terlihat semangat.
Fatimah juga bersyukur akhirnya dia di berikan sebuah janin di perutnya.
mereka tertawa bahagia di sana, bahkan rasa nya beban tidak ada lagi, bahagia sangat bahagia.
rifqi dan clista
"ay.. knp ay seperti hewan buas sekarang " bahkan clista sudah mundur di atas ranjang itu.
"karna waktu nya makan" dengn perlahan maju ke ranjang dan hap..
"Aaaaaa!!.. "
__ADS_1
...TAMAT...