
setelah mendapat kan teguran dari clista, suasana sangat hening di dalam mobil, clista masih sibuk dengn berkas² urusan bisnisnya sedangkan Arya masih memfokuskan menyetir mobil agar selamat sampai tujuan.
mobil mereka memasuki kawasan sunyi yg bila malam hari sangat lah sepi hal itu membuat suasana menjadi menyeramkan,Arya sedikit merinding berbeda dengn clista yg biasa aja dan masih fokus sama pekerjaan nya.
"to-tolong tolong...."
"astagfirullah hal adzim... a-apa i-itu?.. " gumam Arya pada diri sendiri dengn bulu kuduk yg sudah tegak semua,
di lirik nya clista dri kaca spion depan yg sama sekali tak terganggu atau tak mendengar nya.. entah lh...
"tolong Aaaaa.. jangan mendekat!! "
glukk..
Arya dengn susah payah menelan saliva nya saat mendengar suara itu semakin dekat, merasa ad yg aneh karna suara itu semakin jelas di perdengaran nya, saat ingin membuka mulut untuk memberitahu clista tpi sudah dulu di hentikan.
" berhenti " tegas clista datar pada Arya
Arya yg mendengar perintah menurut apa yg di katakan nona nya itu, tpi masih bingung ngapain berhenti?
masih blm mengerti klau clista jg jelas mendengar teriakan itu.
"ngapain kita berhenti nona?.. " dengn keadaan merinding Arya bertanya.
"sungguh tempat yg sangat menyeramkan " batin Arya merinding sambil melihat sekeliling pinggir jalan yg di penuhi pepohonan yg subur.
clista tidak menjawab tpi langsung turun dari mobil, hal itu sontak Arya kaget dan langsung berteriak.
"nona ngapain turun?... "teriak Arya yg ikut turun menyusul clista yg tidak memberi jawaban sama sekali.
" jawab no-.. "
__ADS_1
"diam " seketika mulut Arya terkunci begitu saja saat mendengar nada dingin dari clista.
clista melihat ke sekeliling yg ke adaan yg tidak terlalu terang hanya di terangi lampu jalan, lalu memejamkan mata nya untuk mendengar dengn seksama apa yg dia denger tdi tidak salah.
Arya yg melihat clista memejamkan mata mengerti maksud nya, dan dia hanya bisa berjaga² mana tau ad yg membahayakan mereka.
"*hiks jangan, to tolong Aaaaa jangan mendekat...."
seketika kedua* kelopak mata clista terbuka dengn tatapan tajam langsung lari ke arah suara yg dia denger tdi, clista yg tiba-tiba berlari ke arah pepohonan pun membuat Arya kaget setengah mati, dengan terpaksa dia ikut berlari menyusul clista dengn anggaran untuk menghentikan nya masuk ke hutan.
"nona berhenti!! "
"nona... "
"CLISTA!!! " teriak Arya memanggil clista tampa embel-embel nona, clista yang mendengar Arya memanggilnya dengn sebutan nama nya membuat nya berhenti, karna tau bila sudah menggunakan nama asli tampa embel² nona.. berarti Arya sekarang berganti status sebagai abng.. bukan lgi sekretaris atau asistennya.
" apa? " tanya clista singkat sambil berbalik melihat Arya
" kau mau kmn? "tanya Arya
"engk.. aku gk izinin kami masuk ke sana, itu bahaya clis"tegas Arya, hilang sudah ketakutan nya tdi sekarang di ganti seperti abng yg melarang adx nya sendiri.
" ap.."
"tolong Aaaaa, jangan jangan "
"apa kah kau tega? " tanya clista pada Arya yg meringis mendengar suara seorng perempuan yg sangat memilukan.
"heemm....
----------
__ADS_1
" apa yg kalian mau.. lepas!!... lepaskan aku!... tolong tolong "
"DIAM!! "
PLAKKK
"awww" ringis gadis itu merasa seperti ingin pingsan mendapatkan tamparan untuk kedua kali.
"hiks.. hiks.. tolong lepasin aku" minta nya lemah.
tampa menghiraukan permintaan gadis itu, pria itu merobek baju gadis itu dengan kasar, hal hasil menampakkan pundak mulus gadis itu.
"uuhhh.. kmu bener² menggoda sayang" ucap pria itu dengn tatapan nafsu yg sudah tak tertahan.
" aku dulu... baru kamu bro " ujar pria itu pada kawan nya yg sedang memegang gadis itu.
"hemm.. oky lh, ini bagian kmu.. tpi lain kali aku duluan" jawab pria itu, sambil melepaskan pergelangan tangan gadis itu dan di gantikan kawan nya yg menahan.
"cepet y... " ujar pria tdi yg jg tidak sabaran ingin merasakan nikmat nya gadis itu.
"sip"
pria tdi duduk di salah satu batang pohon yg tumbang dengn arah pandang menyaksikan kawan nya ingin menikmati tubuh gadis manis itu.
"ya Allah tolong hamba mu ini,
abi umi semisal nya indah gk suci lgi
maaf kan indah ya.. mungkin hidup indah udh sampek di situ aja... hiks maaff" tutur nya dlm hati sudah pasrah.
saat pria besar itu ingin merobek pakaian indah tiba² ad yg memukul pundak nya dengn keras.
__ADS_1
BUKKK
bersambung