
umi yg mendengar cerita Clista sangat kaget dan juga sedih, tak menyangka kehidupan Clista dan dhinda begitu pahit.
" yang sabar ya nak "ucap umi Aisah langsung memeluk Clista Tampa sadar dia meneteskan
air matanya
" tega sekali mereka melakukan itu semua "
batin umi merasa sangat marah
sedangkan Clista merasa kaget saat umi memeluk nya secara tiba2, tpi rasa hangat menjalar di tubuh nya seperti mendapat kan pelukan dari keluarga angkat nya, yang 1 bulan ini tidak di rasakan.perlahan tapi pasti Clista pun membalas pelukan umi.
" tidak papa umi mungkin ini semua udah takdir yg harus Clista dan dhinda jalani " ucap Clista tersenyum lembut dan segera menghapus air mata umi, setelah melepaskan pelukan nya
umi yg melihat Clista tersenyum lembut pun terperangah beberapa detik melihat itu.
" sungguh cantik " batin umi kagum
" seandainya kamu mau menjadi menantu umi, pasti umi sangat senang karna memiliki menantu yg setegar kamu dan sebaik kamu, semoga Rifqi bisa menahlukkan hati kamu " batin nya berharap
" umi" panggil Clista saat melihat umi Aisah diam
" hemm, kenapa mereka begitu sangat jahat kepada kalian nak ?", tanya umi menetralkan kekaguman nya
" itu karna mereka ingin menguasai harta tuan Aldo " jelas Clista menyebut papa nya dengn sebutan tuan
" siapa dia? ", tanya umi
" papa kandung kami " ucap lista kembali datar sambil mengepal kan kedua tangan nya saat mengingat gimana papa kandung nya sendiri memperlakukan mereka seperti sampah
umi yang melihat perubahan dari Clista pun mengerti klau papa nya tidak lah baik dan tidak ingin bertanya terlebih jauh lagi.
" umi sangat kasian dengan kalian berdua nak,dimana seharusnya kalian mendapat kan dukungan kedua orng tua tetapi malah mendapat kan perilaku yg membuat fisik maupun batin kalian terluka " batin umi sangat merasa kasian
" nak Clista kapan pergi ?" tanya umi mengalihkan pembicaraan saat melihat perubahan Clista yang tidak senang membahas orng tua nya.
" malam ini umi, mungkin pulang lusa " jawab clista
" baik lah "
******
" assalamualaikum " ucap Rifqi dan Abi surya
bersamaan, pertepatan mereka bertemu dengan umi dan Clista seperti ingin membuka pintu.
" eh, waalaikumsalam " kaget mereka berdua
" Abi dan Rifqi udah pulang " ujar umi sambil menyalami suami nya dan anak nya,Rifqi.
sedangkan Clista hanya mengatupkan kedua tangan nya di dada
" nak Clista ada di sini juga?" , tanya kiyai surya
" iya Abi " jawab clista
" ada keperluan apa nak Clista kesini ?" tanya Abi Surya lagi
" tidak ada Abi hanya lgi mampir saja " jawab nya seperti biasa datar
__ADS_1
" yaudah klau gitu Clista pamit dulu ya umi,Abi dan ustad Rifqi " sambil melirik satu persatu dan di saat itu juga mata Clista dan Rifqi bertemu, tapi dengn cepat dia mengalihkan pandangan nya ke umi.
" suatu hari nanti akan ku jadikan kau milik ku" batin Rifqi yakin dan trus menatap Clista
" yaudah hati2 ya nak" ucap umi yg mengandung makna dlm perkataan nya
" iya umi"
" assalamualaikum "
"waalaikumsalam "
******
" Abi, umi besok Rifqi mau pergi ke Jakarta karna Rifqi kerjasama dengan perusahan besar yaitu perusahaan C.D COMPANY " jelas Rifqi ketika sudah berada di ruang tamu
" iya, pergi lah nanti klau urusan mengajar biar ustad lain saja yg mengantikan kamu dan Fiki" ujar Abi Surya
" umi hanya bisa bilang hati2 di sana dan semoga berhasil " nasehat umi
umi Aisah tidak tau klau yg di maksud perusahaan itu merupakan punya Clista,karna Clista tidak memberitahu nama perusaan nya dia hanya bilang untuk izin mengurus perusahaan nya.
******
di malam yg begitu cerah di penuhi bintang2 yg bekelap kelip di angkasa.
Dan dimn di sebuah hotel terlihat seseorng yg memakai seragam formal kantoran dan di selingi hijab pasmina yg terlihat sangat cantik, ( maaf author tidak terlalu pintar mengenai seragam kantoran ).
terburu2 keluar dan memasuki mobil lalu mengendarai dengan kecepatan tinggi.
" seperti gue telat " gumam orng itu
di pertengahan perjalan tiba2 hp nya berdering.
" sebentar lagi saya akan sampai, apakah mereka sudah sampai ?.." tanya Clista balik
seseorng yg keluar dari hotel yaitu Clista karna dia ketiduran jdi dia lupa klau malam ini ada meeting dengan perusahaan JONATHAN.
" yah mereka baru saja sampai " jawab Arya di sebarang telpon
" baik, tunggu saya sebentar lagi " ujar lista langsung menutup telpon sepihak.
lalu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
10 menit Clista sudah sampai di perusahaan C.D COMPANY yg terlihat megah dan menjulang tinggi.
sebelum Clista keluar mobil,Clista terlebih dahulu memakai topeng kebesaran nya yg di pahat oleh diri nya sendiri yg berbentuk mawar dengan ukiran rumit untuk di pahami oleh orng lain.
Clista pun turun ke mobil dengan sangat elegan dengan hijab yg berkibar di belakang nya.
sebenarnya clista dulu tidak memakai hijab ke perusahaan, tapi kali ini karna dia sudah masuk pesantren dan bagi umat Islam di wajibkan untuk berhijab walupun dia tidak masuk pesantren begitulah fikirnya.
semua kariawan yg melihat bos nya memakai hijab membuat mereka terpana beberapa saat, tapi setelah melihat tatapan nya sangat tajam membuat mereka tersadar dan dengan menunduk tanda hormat.
walaupun Clista sangat jarang datang ke prusahaan nya tpi dia selalu mengawasi mereka di balik layar.
" selamat malam nona 'C' " serempak mereka semua
nona 'C' merupakan panggilan clista di kantor nya. itu hanya untuk merahasiakan jati diri nya.
__ADS_1
" hemm" dehem Clista dingin dan langsung menuju ruang meeting.
tok..
tok..
tok.
'CLEK'
" assalamualaikum " ucap Clista datar yg di tutupi oleh topeng, saat masuk.
" waalaikumsalam " balas mereka langsung tertuju kepada Clista yg menggunakan topeng.
" maaf saya telat " setelah duduk di sebelah arya
" tidak masalah " ucap dingin Rifqi yg tidak mengenali klau itu adalah clista
" sungguh tak terduga sifat mu ustad " batin Clista menatap Rifqi sebentar saat mendengar nada dingin Rifqi.
dia berfikir klau Rifqi orng nya sangt ramah kepada semua orng, ternyata klau di luar pesantren dia sangat lah dingin.
" karna Nona 'C' sudah datang segera persentase nya " ucap Arya saat melihat Clista sudah datang.
Fiki pun berdiri dan menjelaskan dengan detail nya kepada mereka tentang proyek pembangunan hotel terbesar. sekali2 Clista mengangguk mengerti dlm penjelasan.
1 jam telah berlalu meeting pun selesai.
" terima kasih telah mau berkerja sama dengan kami " ucap Rifqi dingin
" sama2 " jawab clista tak kalah dingin
" seperti nya ada perang dingin kali ini " ucap Fiki dan Arya bersamaan dalam hati
" klau gitu saya permisi, karna masih ada urusan yg harus saya lakukan, assalamualaikum " ucap Rifqi langsung keluar ruang meeting setelah mendapat persetujuan Clista dan Arya, bersama Fiki mengekori Rifqi dari belakang.
" apa kabar Clista ?.." tanya Arya basa basi
" baik " jawab nya singkat
" ayolah clis sekarang kita berdua ,bisa kah kau hilangkan sifat menyebalkan mu itu di depan ku " ujar Arya kesel saat mendengar jawaban singkat dari Clista.
Arya melupakan klau orng di depan nya itu bos nya. karna sudah terbiasa klua lgi berdua akan mengunakan kata2 yg lebih akrab.
mereka akan bicara formal bila di depan kariawan atau penguasaan lain, tapi bila berdua mereka akan seperti sepasang kekasih yg lagi berantem.
" tidak "
" iss" desis Arya kesel
" kamu mau kemana Clista ?.." tanya Arya saat terlihat clista ingin keluar
" kafe "
" ikut " seru Arya lari menyusul Clista yg sudah menjauh.
******
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
TERIMA KASIH UNTUK READRES KU TERSAYANG KARNA TELAH MAU MEMBACA CERITA AUTHOR...
JANGAN LUPA DUKUNGAN YA.....