Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-63


__ADS_3

hari ke hari terus berlalu, dan dimn hari ini adalah pesta pernikahan satria dan Fatimah, semua keluarga, kerabat dan guru² pesantren clista dan dhinda semuanya di undang, acara nya cukup besar di selenggarakan di hotel milik winata sendiri.


dimn hari ini semua orng sibuk, mempersiapkan acaranya, bahkan bnyk pelayanan mondar-mandir, mengambil sesuatu yg (author sendiri gak tau hehe😅).


semua keluarga winata siap ingin berangkat, tpi ada satu orng yg masih santai dengn lamunannya sambil memegang cincin yg di berikan oleh rifqi di depan keluarganya sebagai hari dimn dia ada hubungan dengn ustadz tampan itu.


"huufh!.. " clista menghembuskan nafas dengn kasar, sambil memikirkan masalah dengn ibu tiri nya saja blm selesai kini dia harus punya ikatan dengn seseorang yg sama sekali blm clista cintai.


lamunan clista harus berhenti karena ada seseorang yg memanggilnya dari luar kamar.


tok!


tok!


tok!


"nona clista, semua sudah siap, nyonya ingin anda cepat kebawah" ucap pelayan dari luar, lalu pergi setelah mendapat kan jawaban dari dalam.


 


keluarga Winata sudah sampai di depan gedung yg tinggi itu, mereka sedikit terlambat karna menunggu clista, membuat dhinda mengomel sepanjang perjalanan.


"kakak nih lama bngt sih"


"kyk kaka yg mau nikah aj"


"kakak gk dandan tpi lama nya tak ampun"

__ADS_1


"apanya yg kakak kerjakan dari tadi? "


dan banyak lagi ocehan dhinda membuat kedua telinga clista memanas, untung ada bunda yg menyuruh dhinda agar diam, klau tidak entah apa yg terjadi sama telinganya ini.


suasana hotel meriah dengn pernak-pernik yg mengelilingi hotel tersebut, dan acara sudah di mulai dengn satria mengucapkan kalimat yg membuat mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri.


"selamat y satria.." ucap teman satria sambil bersalaman dan memeluk satria sebentar, sekarang mereka ada di atas pelaminan dengn menyambut tamu² yg sudah tamai datang.


"selamat bang,.. " rifqi yg baru datang memberi selamat kepada satria, sedangkan abi dan umi nya sedang berbincang dengn bunda Kirana dan ayah surya, sedangkan vita dan ahmad tidak ikut, hanya fiki saja yg ikut.


"selamat bng satria... " ucap fiki jg tak kalah sopan.


"hahaha..kalian jangn terlalu sopan seperti itu, apalagi kamu rifqi yg bentar lagi jg akan nyusul" goda satria membuat rifqi hanya tersenyum malu.


"abng bisa aja " ucapan rifqi membuat mereka tertawa bersama sedangkan Fatimah hanya bisa tersenyum melihat suami nya bahagia, mereka semua sudah tau hubungan clista dengn rifqi karna sesudah ayah dan bunda pulang mereka langsung menceritakan saat itu jg, walaupun mereka terkejut tpi mereka jg senang akan hal itu.


 


terlihat seseorang sedang menerima telepon dengn raut yg masih sama dan tak beberapa menit langsung di matikan.


dia adalah clista yg baru saja menerima telpon dari bayu yg mengabari bahwa aldo terus² San memaksanya untuk mempertemukannya dengn clista dan dhinda.


sebenarnya clista kesel sama bayu knp harus di bocorkan tentang dia lah yg merawat aldo selama ini, tpi kesel itu tidak bertahan lama saat mengetahui anak buah sahabat nya itu peduli padanya.


"aku hanya ingin nona bahagia dan bisa mendapatkan kasih sayang seorang ayah" begitulh kira² yg di ucapkan bayu.


saat clista ingin membalikan tubuh nya yg ingin pergi tpi dia di kejutkan oleh rifqi yg sangat dekat dengan tubuh nya.

__ADS_1


"a..apa yg ustadz lakukan di sini? " tanya clista sambil menetralkan keterkejutannya, clista sangat heran knp dia tidak merasakan seseorang mendekat biasanya dia sangat peka terhadap sekitar, apakah dia hantu?,


clista yg penasaran pun sedikit mendekati rifqi yg sama sekali tidak bergerak malah menatap clista dengn dalam, membuat clista mengira ini adalah hantu rifqi.


"ustadz.. "panggil clista sambil mencolek² sedikit jas hitam rifqi.


" engk tembus kok? "batin clista bertanya.


" apa yang kamu pikirkan clista "suara rifqi membuat clista terkejut dan dengn cepat clista menjauh.


" eh.. eh.. jadi ustadz nyata? "tanya clista yg membuat rifqi menatap clista aneh, entah apa yg merasuki tunangannya ini.


" nyata lah clista, lihat ini "rifqi dengn cepat memegang kedua tangan clista dan menaruhnya di dada nya, sontak membuat clista terkejut, rifqi yg melihat clista terkejut seperti itu merasa sangat lucu, karna biasanya dia hanya bisa melihat muka datar dan dinginnya saja.


" ustadz apa²an sih"smbil menarik kedua tangan nya kembali, jantung clista berdebar², bahkan darah nya berdesir saat itu jg.


"ada apa dengn ku? " batinnya bertanya².


"clista " panggil rifqi yg terlihat serius, clista yg di panggil nya menautkan alis nya seolah menjawab apa.


"apakah benar kamu bukan anak bunda Kirana dan ayah dilan?..."


deg


jantung clista seperti tidak berdetak sesaat.


" apakah ustadz mendengar?.. "batin clista bertanya, namun klau di pikirkan lagi memang seharus nya rifqi tau tentang diri nya yg sebenarnya, lagi pula rifqi akan menikah dengn nya jg.

__ADS_1


" hemm, ustadz bisa tanya aja sama bunda dan ayah, clistat mau masuk dulu, assalamu'alaikum "setelah itu tampa basa basi clista langsung masuk begitu saja, tanpa menunggu jawaban dari rifqi yg masih butuh penjelasan.


__ADS_2