
"alhamdulillah.. umi seneng klau seperti ini, umi tunggu kamu pulang nak, titip salam buat clista ya"
"iya umi, mungkin Rifqi sama clista akan ke sana seminggu lagi"
"hem, baiklah"
"yaudah umi rifqi tutup ya, assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam"
tut..
sambungan telepon berputus, setelah selesai mandi iya sempetkan untuk menelepon uminya yg ada di bandung hanya ingin memberi kabar bahwa menantunya sudah sadar.
lalu dia kembali mencari nomor seseorang dan langsung memencet nya setelah bertemu.
berkali-kali iya hubungi namun tak kunjung di angkat membuatnya terpaksa hanya memberikan pesan yang berisi..
pesan rifqi📩
"assalamu'alaikum bas, alhamdulillah clista udah sadar, makasih telah membuat clista sehat seperti sedia kala, dan membuat diriku jadi lebih kuat 💪, thanks"
setelah mengirim pesan pada bastian rifqipun menuju ke arah clista berada yang kini sedang tertidur pulas seperti anak bayi polosnya.
__ADS_1
"masyallah cantik nya istri ku, klau tidur kyk gini berasa lebih adem " rifqi mengucapkan itu sambil mengelus pipi clista yang bersih itu, clista yg merasakan sesuatu menyentuh nya pun menggeliat lalu dengn perlahan membuka matanya dan pertama yang iya lihat adalah wajah tampan suaminya.
"ustadz ngapain sih!.. " clista mengucapkan itu sambil menatap suaminya dengn datar di bahkan sudah duduk di pinggir tempat tidur.
"apakah abng membangun kan istri abng ini ?" bahkan rifqi tidak segan² merapikan rambut clista yg berantakan.
"dah tau ganggu masih nnyk? "clista hanya bisa membatin dengn perasaan kesel.
" engk kok"ucapan clista membuat rifqi langsung tau klau itu hanya bohong, dia tau pasti clista kesel.
"mandi, baru kita sholat zuhur, lalu makan siang, dari tadi istri abng blm makan.. abng gk mau kamu nanti sakit lgi" rifqi mengatakan itu dengn perhatian sedangkan clista bergeming dari tempat.
"sayang?.. " panggil rifqi yg bahkan lebih dekat pada clista, clista sampai melotot tidak percaya pada rifqi.
"apaan sih ustadz, nanti klau di denger orng kan malu"
ck..
clista jadi kesel sendiri atas jawaban rifqi, dan lalu mendorong rifqi pelan agar menjauh karna dia ingin berdiri untuk menuju ke kamar mandi.
...***************...
malam yng begitu terang dengn tembulan yg mengiasi langit-langit yang tampak begitu indah, namun tidak seindah di rumah namun seperti istana itu, keadaan di sana sekarang penuh dengn jeritan² yg memilukan, yng sangat merdu di denger oleh seorang yg umur sudah cukup matang itu.
__ADS_1
drtttttt...
drtttttt...
sssst.. sial
orng itu mengeram marah siapa yang berani menganggu kesenangan nya saat ini, rasanya iya ingin mencabik² tubuh orng itu seperti yg sedang iya lakukan saat ini, anak buah nya tidak ada yg berani berbuat apa-apa, mereka hanya melihat apa yg bosnya lakukan.
saat ia mengambil hp nya di atas meja yang ada tidak jauh darinya sebelum itu iya menyingkirkan sebuah pisau yg sudah bermerah kental itu.
iya tertekun saat melihat nomor tidak di kenal itu dari tadi menelepon nya, tampa membuang waktu iya langsung memastikan.
tidak penting
muka pria itu berubah menjadi mengerikan, walaupun tampan tpi tatapan nya bagaikan iblis yg siap memangsa yang ada di depannya, karena sebuah telpon yg iya anggap tidak lah penting, karna itu tadi dia sempat menghentikan aksi nya, dia bener bener kesel kali ini, bahkan sebagai pelampiasan amarahnya iya bahkan tak segan² mengambil pisau dan mengiris² daging penghianat yang ada di depannya.
"Aaaa..., hentikan!!.. ampun tuan!!.. ampun!! " teriak penghianat itu sangat memilukan,tpi tidak di pedulikan oleh nya dia terus melakukan aksinya, saat ingin mencongkel bola mata penghianat itu lagi lagi HP nya berdering..
bedebah..
bahkan pria itu sudah menusuk perut penghianat itu dengan pisau kesayangan nya, rasa nya dia sangat geram, siapa lagi yang menganggu kesenangannya, anak buah nya yg melihat bos nya sangat marah pun membuat mereka bagaikan patung bahkan untuk bernafas saja mereka seperti tertahankan, mereka tidak ingin membuat masalah apa lgi saat bos nya ini dengn keadaan marah bisa² mereka langsung mati, tidak tpi di siksa perlahan-lahan, dan orng itu sendiri yg meminta mati.
pria itu bergegas menuju ke arah tempat HP nya berada tampa aba² iya langsung menjawab panggil itu dan berkata.
__ADS_1
"siapa kau!!.. yang berani mengganggu ku!!.. " bahkan pria itu tak segan² langsung berteriak di depan HP itu.
"apa yang kau lakukan bastian" mendengar suara dari sebrang di sana membuat pria itu melotot tidak percaya, sedangkan anak buah nya yang mendengar itu pun juga membatin nona.