Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-90


__ADS_3

"dhinda!!.. kamu di mana?!!.. "


"dhinda.."


"dhinda.. "


suara teriakan di dalam asrama, membuat santriwati berbondong-bondong melihat apa yang terjadi, hari masih sangat pagi bahkan banyak yang blm mandi tpi langsung menuju ke asrama sebelah yg kini di sunggukkan oleh putri dan isma yang sedang menangis di lantai yg dingin.


kebetulan clista yang memang ingin menuju ke asrama dhinda karena hatinya semakin tidak tenang saat mimpi itu melanda dan kini ia terkejut saat mendengar suara yang ia kenal memanggil nama adek tersayang nya, tampa basa basi ia langsung berlari, di mana di sana sudah ramai santriwati yg ikut menenangkan dan sebagian ada yg melapor pada kiyai.


"apa yang terjadi?.. dan di mana dhinda!!?.. " clista bertanya dengn nada khwatir kali ini semakin yakin ada yg tidak beres terjadi pada dhinda.


"jawab putri!!.. isma!!. " dengn tidak sadar clista meninggikan suaranya, membuat mereka menjawab dengn nada ke takutan.


"ma.. maaf kak, ka.. kami tidak tau dhinda di mana, semalam dhinda hanya duduk di depan jendela hikss.., ka.. kami sudah meminta agar agar dhinda tidur, namun dhinda malah marah!. "


"i.. ya kak, jadi karna kami tidak mau mengganggu kami tidur meninggalkan dhinda yg masih menatap di luar.., pa.. pas.. pagi nya kami sudah tak melihat dhinda lagi, sedangkan jendelanya masih terbuka seperti semalam.. "


putri dan isma menjelaskan sedetail detail nya kejadian yg sebenarnya, mereka tidak mau di salahkan atas hilang nya dhinda, walaupun clista tidak akan menyalahkan mereka berdua.


"ma.. maaf kan kami kak! " tangis mereka berdua pecah banyak santriwati yg kasian dan mencoba memenangkan mereka berdua.


"hahh.. tidak papa" clista menghela nafasnya dengn kasar, dan langsung berlari dari situ, pertepatan anggota Rifqi datang, tapi clista mengabaikan itu dengn cepat dia berlari menuju rumah abi, rifqi yang tau klau dhinda hilang pun khwatir dengn clista.


"abi!..umi!.. rifqi nyusul clista dulu ya? " rifqi pun berlari setelah mendapatkan persetujuan orng tuanya.


KEMBALI KE CLISTA...


"jadi ini firasat dan mimpi itu!.. ck, knp aku terlalu bodoh baru menyadari nya sekarang" clista merutuki kebodohan nya sendiri dan dengn cepat masuk ke rumah abi dengn tergesa-gesa ia masuk ke kamar dan dengn cepat ia mengambil leptop nya, pertepatan saat ingin membuka rifqi pun datang dengn gajah khwatir, namun clista tak peduli krna masih fokus pada tujuan pertama nya.

__ADS_1


"dek? "


"tolong diam sebentar ay" pintanya tanpa mengalihkan pandangan nya, rifqi menuruti perkataan clista sambil ikut duduk memperhatikan apa yang di lakukan clista, betapa terkejut nya dia apa yg di lakukan clista.


"adek bisa hacker?.. " kaget rifqi tak menyangka clista mempunyai bakat seperti ini.


"oky, dapat" tampa menjawab pertanyaan rifqi yang kaget itu, clista mengklik rekaman beberapa jam yang lalu, rifqi dan clista memperhatikan dengn seksama, mereka terkejut melihat dhinda mengikuti bayangan hitam itu, clista langsung pouse dan men zoom agar terlihat siapa yg ada di balik bayangan itu.


"sial.. ini mereka"batin clista sudah tau siapa dalang di balik hilangnya dhinda.


" siapa dia dek?.. "penasaran rifqi apalagi melihat clista mengepalkan kuat tangannya.


" mereka anak buah ibu tiri clista ay.. "clista mengucapkan itu dengn lagi² menghela nafas dengn kasar.


" jahat sekali.. "


"kita hubungi bastian! "usul rifqi pada clista namun sebelum menghubungi bastian, bastian sendiri lah yg duluan menghubungi nya lewat HP rifqi, tampa basa basi rifqi langsung menekankan tombol hijau itu.


" iya.. clista ada bersama ku sekarang.."dengn menglog sepeker.


"dengerin baik² ya lis!.. qi!. , ayah clista menghilang dengan anak buah ku yang sudah pingsan dan bahkan sampai ada yg terbunuh"


jederrrrr....


bagaikan petir bagi mereka berdua, rencananya ingin meminta bantuan bastian, kini malah di tambah masalah lagi.


"kamu yg bener bas? "


"aku bener Rifqi!.. kamu gk percaya?.. "

__ADS_1


Tiba-tiba bastian mengirimkan foto dimana apartemen yang aldo pakai tidak terbentuk lagi, dengn darah yg sudah mengering, entah darah siapa clista dan rifqi tidak tau itu, yg jelas di lama ruangan itu bnyk darah yg berceceran, seperti ada pertempuran hebat di dalam nya.


"apakah kalian berdua percaya? "


"bas?.. dhinda juga hilang..! " bastian yg mendengar itu dari rifqi terkejut namun hanya dalam hati tidak ada dalam wajahnya ekspresi terkejut sama sekali, datar dingin itu lah bastian.


"kok.bisa?!.. oky fiks.. ini sudah di rencana kan"


tiba-tiba bastian mengalihkan panggillan telponnya menjadi vidiocall, tentu langsung di jawab oleh rifqi.


"kamu pasti tau siapa dalangnya kan lis?.. " saat muka mereka sudah terlihat.


"hm, dia ibu tiri ku.. " dengn masih mengotak atik kan laptop nya.


"ck.. bener² nyari mati!.. "


"apa ini!.. " ucapan clista membuat kedua pria tampan itu menatap dgn penasaran.


"bila ingin mereka berdua selamat datang ke jalan xxx.. jangn bawa polisi atau orng lain, cukup bawa diri mu sendiri dan uang 100 juta"


"kalian bener² nyari mati!!. " batin clista marah, kuku kuku nya sudah memutih karna mengepal dengn kuat.


apalgi orng misterius itu mengirimkan foto aldo dan dhinda dengn keadaan pingsan, kondisi aldo yg terlihat parah seperti habis di keroyok habis habisan, sedangkan dhinda pipinya yg memerah dengn 5 jari tercap di sana tak lupa sudut bibir berdarah.


hati clista semakin memanas, rasanya ingin sekali dia menghajar habis habisan mereka semua yg telah melakukan ini.


"mereka sangat keterlaluan!!.. " bahkan rifqi juga ikut menggeram marah.


"kalian berdua datang ke rumah ku, kita rencana kan agar bisa membebaskan ayah dan adik mu lis.. " setelah itu bastian mematikannya begitu saja.

__ADS_1


"dan membunuh mereka semua! "batin bastian di sana dengn seringai menyeramkan, tiba-tiba jiwa psikopat bangkit.


__ADS_2