
"jdi kapan rencana kalian ingin menikah " tanya ayah dilan pada mereka.
"knp tidak sekarang aja, agar tidak menimbulkan fitnah" sahut umi aisah.
"bener tu" ikutan indah jg.
rifqi melihat clista begitu pun sebaliknya, dari ekspresi muka clista mengatakan dia blm siap.
"huff... gini ya semua nya, rifqi blm siap buat nikah secepat ini, begitu jg dengn clista" jawab rifqi serius, walaupun dalam hati hari ini pun siap, tpi dia masih memikirkan clista.
"jdi kpn?.. saya tidak mau mempunyai hubungan gantung seperti ini, jelas ini nama nya pelecehan! " ucap bunda sambil menatap mereka.
rifqi diam sejenak dan melirik clista meminta pendapat clista yg menangkap arah mata rifqi pun langsung paham.
"dua minggu setelah acara abng satria selesai " ucapan clista membuat semua yg ada di situ terkejut.
"dua minggu?.. " beo mereka.
"iya" jawabnya yakin.
"bunda setuju, gimana dengn yg lain?.. " tanya bunda ada mereka.
"ayah jg setuju"
"iya kami berdua jg setuju " ucap abi dan di anggukan oleh umi.
__ADS_1
"apa gk terlalu lama " protes indah merasa lama.
"engk itu udah pas, tpi bunda mau rifqi beli cincin sebagai tanda hubungan kalian" ujar bunda.
"hem.. berarti seperti kyk tunangan gitu? " tanya ayah, dan di angukin bunda.
sebenarnya clista berat untuk memutuskan hal seperti ini, tpi dia yakin mungkin ini takdirnya yg sudah di tentukan oleh sang Pencipta.
sedangkan rifqi sedikit terkejut mendengar jawaban clista tapi langsung hilang begitu saja dan di ganti dengn rasa bahagia, sungguh hari ini adalah hari bahagia yg rifqi rasakan.
"hati² di jalan ya " ucap umi pada mereka.
ya, saat ini keluarga winata akan pulang ke Jakarta, dan juga sudah ada dhinda di sana.
"nak rifqi ada sesuatu yg ingin di sampaikan gk sama clista?.., nanti kamu kangen " tanya bunda yg di akhiri meledek.
"hehe.. ada tan..eh..bun" balas rifqi yg masih kaku memanggil Kirana sebutan bunda, emng Kirana yg memaksa rifqi menyebutnya seperti itu, agar lebih akrab katanya.
"yaudah cepat " ujar umi
"hemm, hati² di jalan " ucap rifqi sedikit grogi, hal itu mengundang tawa orng yg ada di sana.
"ustad lucu deh " tawa dhinda yg sudah tau kejadian ini, karna tdi bunda Kirana sudah menceritakan semua nya namun tidak menceritakan ttng kejadian dikamar, jadi dhinda berfikir mungkin ustadz menyatakan cinta nya dan di Terima oleh kaka nya.
__ADS_1
"hem, iya.. " balas clista biasa aja.
"udah cuman itu ? " tanya umi menatap anak tunggalnya yg grogi, hal itu membuat umi merasakan lucu.
-----------
di sebuah hotel yg cukup kuat terdapat seseorang yg berbaring dan seorang pria memakai jas dokter.
"gimn dok?.. " tanya orng itu sambil duduk di pinggir di tempat tidur.
"alhamdulillah, berkat kegigihan bapak, kaki bapak akan sembuh dalam dua minggu ini" ucapan dokter tersebut membuat orng itu tersenyum sambil memegang kaki nya.
"Terima kasih dok, Terima kasih" ucap nya tulus, dan hanya di balas anggukan dari dokter sambil tersenyum, setelah itu dia permisi ingin pulang ke rumah sakit karna masih bnyk pasien yg harus di tangani, jelas orng² kaya.
dokter ini termasuk dokter yang sangat ahli dan profesional dan jangan salah bayaran jg mahal apalagi dia sendiri yg menjumpai pasien nya, hanya orng tertentu yg bisa dia tangani.
tak lama dokter itu pergi masuk lah bayu, dengn seragam profesional.
"gimn kabar anda tuan aldo?.. " tanya nya datar, walaupun dia sudah tau keadaan nya, dia hanya basa basi saja.
"alhamdulillah baik tuan, ini berkat anda, saya sangat berhutang sekali " ucap aldo syukur, ya orng yg sedang sakit adalah aldo ayah nya clista dan dhinda.
"anda tidak perlu berterima kasih kepada saya, karna klau bukan karna nona saya yang menyuruh, tidak akan sudi saya merawat anda dengan fasilitas yg mewah seperti ini" ucap bayu sangat menusuk hati aldo, bagaikan di tusuk seribu jarum.
bayu tau setelah menyelidiki aldo, ternyata ayah kandung clista dan dhinda yg selalu memperlakukan mereka tidak adil, tpi clista masih mau membantu nya, betapa baik nya nona mereka, itulh yg di pikir kan olh bayu, dan anak buah yg lain nya.
__ADS_1
"ja.. jadi, siapa nona kalian? , saya ingin bertemu, saya ingin berterima kasih"tanya aldo dengn cepat, dia penasaran siapa nona yg mereka sebut itu, dengn baik hati menolong nya hingga kaki nya yg dulu lumpuh bisa di gerakan kembali walaupun tidak sepenuhnya.