Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-68


__ADS_3

mereka semua belum menyadari keadaan clista saat ini, clista sekuat tenaga menahan agar tidak berteriak kesakitan, dan masih menatap bergantian bastian dan rifqi.


"baik.. aku maafkan, tpi kamu harus minta maaf jg dengn keluarga ku apa... akhhh!!.. " ucapan clista terpotong saat tubuh nya benar² sakit, di tidak bisa menahan lagi, badan nya langsung oleng hendak jatuh untung ada rifqi yg dekat dengn nya pun langsung menangkap clista.


"clista!!!.. lilis!!.. kaka!! adx!!.. " semua orng berteriak dengn berbagai sebutan mereka.


mereka semua yg panik tiba² clista hampir jatuh itu langsung menuju ke arah rifqi yg sedang memangku clista yg sudah di lantai.


"knp badan nya dingin sekali " khawatir rifqi saat melihat clista yg sudah pucat dan tidak sadarkan diri.


"racun?..,ini racun! " ucap bastian saat mengecek tubuh clista yg hampir membeku.


"bagaimana kamu tau!! " tanya bunda yg sudah menangis di ikuti dhinda, mana bisa dia melihat kaka nya seperti ini.


"kaka, jangan tinggal kan dhinda" sambil menggoyang kan tubuh clista, dingin itu yg di rasakan dhinda.


"saya tau, karna racun salah satu senjata kami" jelas bastian, walaupun mereka tidak paham apa yg di katakan bastian, tpi mereka tau apa yg terjadi dengn clista.


"sebaiknya bawa ke mobil ku" perintah bastian tegas sambil keluar hotel itu di ikuti rifqi yg menggendong clista yg sangat pucat.


"masuk.. " perintah bastian saat sampai di samping mobil nya, rifqi pun mengikuti perintah itu tampa menolak, pasti sahabat clista ini mampu membuat racun ini hilang begitu lah pikir nya.


"dan yg lain, ikuti mobil ku" setelah mngatakan itu, bastian pun masuk yg di dalam nya ada rifqi dan clista di belakang nya.


"huaa..bunda, gimn keadaan kak!.. " dhinda terus menangis, sedangkan bunda jg ikut menangis, hanya ayah dan indah saja yg khwatir, walaupun hampir meneteskan air mata melihat keadaan clista tadi.


"sayang jangan nangis, " tenang bunda padahal bunda jg menangis.


"huaaa.. kk jangan tinggal kan dhinda" racau dhinda semakin menjadi jadi.


"sayang?.. " panggil bunda agar dhinda tenang.

__ADS_1


"yah?.. " panggil bunda yg bingung harus gimana menenangkan dhinda.


ayah dilan yg sedang menyetir pun menoleh sebentar lalu fokus mengikuti mobil bastian yg meluju dengn kencang.


"dhinda sayang, jangn nangis ya.. nanti kak clista jadi sedih loh" bujuk ayah dilan tenang padahal dalam hati khwatir.


"iya, dhin.. tenang, jangan nangis, kak rifqi pasti bisa buat kakaknya dhinda sembuh, jadi jangan nangis lagi ya" sahut indah yg ikut membujuk dhinda agar tenang, ucapan indah berhasil membuat dhinda mulai tenang, hal itu membuat mereka bertiga merasa lega.


bunda melihat ke arah belakang ternyata 2 mobil mengikuti mereka yaitu mobil abi dan mobil radit.


mobil abi...


"gimn ya bi, keadaan clista?.." khawatir umi, bahkan dari tadi gk bisa diam karna merasa sangat khawatir, sedangakn abi bingung mau jawab apa begitu jg satria dan Fatimah yg lagi duduk di belakang dengn muka cemas mereka.


"kita berdoa saja semoga calon mantu kita baik² saja" ucapan avi membuat umi berdoa dan menenangkan diri nya, dan di ikuti Fatimah dan satria.


mobil radit..


"heh lu, apa mata lu buta ya, ini kan udah cepet" kesel radit pada fiki yg dari tadi komen trus, padahal dia sudah paling cepet ini.


"cepet apaan kyk gini!.. kita ketinggalan mobil rifqi dan abi" ucap fiki yg tak kalah kesel.


"bisa kah kalian diam!! " sentak ridho pada mereka berdua, walaupun ridho suka becanda dan kekanakan namun di paling dewasa saat genting kyk gini.


mereka pun diam di sepanjang perjalanan, setelah mendapat bentakan dari ridho.


mobil bastian..


"clista, jangan tinggalkan aku.. " ucap rifqi dengn mulut yg bergetar, dan masih senantiasa memeluk clista dengn erat setidaknya mengurangi rasa dingin di tubuh clista.


"di.. dingin" clista mengatakan itu tapi masih setia menutup matanya.

__ADS_1


rifqi yg mendengar itu, semakin mempererat pelukannya.


"tenang clista, di sini ada aku" rifqi mengatakan itu sambil menggosok² kedua tangan clista sambil meniup nya, agar lebih hangat.


bastian yg melihat betapa khawatir nya rifqi pun tau, betapa cinta nya rifqi pada clista, hati nya sedikit tenang klau clista mendapatkan pria yg sangat mencintai.


"apakah masih jauh?.. " tanya rifqi merasa sangat asing dengn tempat ini, jelas tempat ini asing bagi nya, karna ini tempat yg terlarang dengn pohon besar di sekelilingnya, membuat terlihat seram.


"sebentar lagi" setelah mengatakan itu, tak berapa lama mereka sampai di rumah bukan tpi seperti sebuah istana yg berada di tengah² hutan.


banyak penjaga di sana dan berbaris rapi saat tuan nya turun di ikuti rifqi dan keluarga nya keluar.


"bayu!!... " teriak kuat bastian membuat penjaga dia merasa ke takutan, mereka tau siapa bastian, manusia berwujud iblis.


tapi mereka lebih terkejut melihat seorang gadis yg di gendong oleh pemuda tampan, mereka mengenal gadis itu,nona.


seketika mereka khawatir, apa yg terjadi dengan nona mereka.


"saya bos,.. huh"ujar bayu yg terlihat ngos-ngosan karna berlari.


" apa kah sudah siap?,. "tanya dingin dari bastian.


" sudah bos"tanpa abibu bastian menyuruh mereka mengikuti dirinya dengn terlihat wibawa.


mereka semua jadi takut saat melihat betapa seram nya keadaan rumah seperti istana ini. tpi tidak dengn Rifqi yg tidak keperduliankan itu, dia malah khwatir melihat kondisi clista saat ini.


"rifqi, masukan lilis di sini" perintah bastian yg memang menyebut nama clista dgn lilis.


rifqi langsung menuju ke arah sebuah peti keca itu dan memasukan clista dia sana, setelah itu di tutup oleh bayu, mereka semua bisa melihat perubahan warna kulit clista yg tadi sangt pucat dan kini sudah seperti semula.


"sebenarnya apa yg terjadi bos?.. " tanya bayu sambil melihat clista di dalam peti kaca itu.

__ADS_1


"clista terkena racun es..! "


__ADS_2