
setelah selesai sholat isya, clista bersiap siap untuk menuju ke rumah ustazah vita, seperti yg di janjikan tadi pagi bersama vita.
clista memakai baju gamis berwarna coklat yg bercampur warna vanila, dengn jilbab segi tiga nya yg serasi dengn baju nya.
tidak ada polesan sama sekali terlihat sangat natural dan cantik alami, terlihat dari segi mana pun dia mirip seperti ustazah muda dengn tatapan datar membuat nya sangat elegan.
saat clista ingin melangkah keluar tiba-tiba ada suara yg menghentikan nya.
"clista " panggil anggi yg baru saja keluar dari toilet dan melihat clista yang seperti ingin pergi.
"ada apa " ucap clista dengn tatapan datar nya yang tak pernah berubah Sama sekali.
" kamu mau kemana ?.. " sambil menghampiri clista yg sudah di ambang pintu.
" aku mau kerumah ustazah vita " jawab clista pada anggi.
" ngapain?.. "tanya anggi lagi, sungguh seperti wartawan saja menanyai seseorang yg sedang naik daun atau terkenal.
" itu ustazah vita minta aku untuk masak, kata nya lagi pingin "
anggi hanya ber 'o' ria, setelah selesai menjawab pertanyaan yg di lontar kan anggi, clista pun bergegas kerumah vita karna engk mau membuat vita menunggu lama karna nya.
pada saat sampai di rumah vita, clista pun langsung mengetuk pintu nya beberapa kali.
" ada apa dek?.. " tanya seorng pelayan perempuan dengn ramah.
__ADS_1
" hemm, apakah ustazah vita ada?.. " tanya clista dengn tatapan datar.
"ooh.., nyonya vita, dia lagi engk dirumah dek" jawab pelayan itu.
" tapi tadi nyonya berpesan klau ada santriwati yg datang, dia menyuruh untuk datang kerumah nyai aisah " sambung nya lgi sambil menunjuk ke arah rumah rifqi yg terlihat ramai.
" baik lah.. terimakasih "
" sama sama " sambil tersenyum manis kepada clista dan lalu masuk kedalam kembali.
setelah pelayan vita pergi clista merasa bimbang untuk masuk atau pulang ke asrama, bila dia pulang mungkin vita akan kecewa karna engk bisa mencoba kan masakan nya yg sama dengn rasa di kafe clista, bila dia masuk makan dia akan menjumpai mereka semua termasuk anak angkat aisah.
bukan karena engk mau bertemu mereka, tetapi karna terlalu ramai membuat nya engk terlalu suka deket dengn keramaian.
dengan langkah pelan dan tatapan datar clista menuju kerumah kiyai yg hanya bersebelahan dengn rumah vita, clista tidak mau membuat vita kecewa pada nya membuat dia terpaksa menuju ke rumah kiyai.
tok..
tok..
tok..
tak berapa lama baru lah pintu terbuka dan memperlihatkan rifqi dengn memakai baju koko dan celana hitam nya membuat dia sangat lah tampan.
"clista " sebenarnya rifqi sedikit kaget kedatangan clista yg tiba-tiba.
__ADS_1
" kamu kenapa kesini clista?.. apakah ada yg bisa ustad bantu " sambung rifqi lgi.
" clista kesini ingin bertemu ustazah vita, apakah ada?.. " jelas clista datar dengan di akhiri pertanyaan.
" ada di dalam, klau gitu ayok masuk "ajak rifqi pada clista.
clista hanya mengangguk sambil mengikuti rifqi dari belakang.
" assalamu'alaikum " ucap clista ketika masuk.
" waalaikumsalam " balas mereka serentak.
clista yg baru sampai dan memperhatikan kan mereka semua yg berada di ruangan tamu, tidak ada aisah, vita dan anak angkat aisah,mungkin lagi di kamar mungkin fikir nya ,hanya para lelaki saja yg ada di sana.
" clista, ada apa kesini?.. " tanya surya penasaran begitu juga dengn ahmad dan fikir.
" clista ingin bertemu umi vita " bukan clista yg menjawab tetapi rifqi yg sudah duduk di samping fiki.
"duduk clista.. ngapain berdiri di situ " tambah rifqi lagi mempersilahkan duduk.
"gpp ustad di sini aja " ujar clista yg masih setia berdiri di tempat.
" jadi clista mencari umi untuk ap... "
"DEWI...!!!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.....