Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
BAB 30


__ADS_3

tidak ada satupun berbicara setelah ustazah Virna masuk, hanya suara gemercik air hujan yg memecahkan kesunyian dari mereka.


" kalian udah tau kan hari ini kita harus ngapain " tanya Virna pada mereka dengn tatapan tajam nya.


" tau ustazah " jawab mereka kompak tapi pelan, seperti tidak punya semangat


hidup


" Oky kita mulai saja...kita mulai dari absen aja " ujar Virna sambil mengambil absen dari tas nya


" Anggi, silahkan maju " ucap Virna sambil menatap Anggi yg terlihat ragu


" clis, aku kok jdi gugup gini " bisik Anggi pada Clista yg bermuka datar


" udah gk usah gugup gitu, kmu ingat aja yg kamu hafal semalam, kamu pasti bisa " balas Clista seraya berbisik juga


" tapi aku takut nanti tiba2 lupa di tengah jalan baca " ujar Anggi semakin grogi melihat tatapan tajam Virna


" tenang aja ustazah GK bakal makan kmu klau salah, sebelum itu kamu harus baca doa agar di permudah kan ," jelas Clista


" baik lah "


setelah mendengar penjelasan dari Clista membuat hati Anggi mulai tenang,tapi tidak bertahan lama ketika seseorng memanggilnya dengn suara yg sangat keras.


" Anggi " panggil Virna dengn keras


" i...iya ustazah " ucap Anggi yg terlihat gemetaran sambil melihat kearah Clista yg mengangukkan kepalanya pelan.


Anggi pun maju dengan langkah pelan menuju kedepan,sedangkan santriwati yg blm dapat menghafal sepenuhnya ikut mulai gemetaran karna takut akan mendapatkan hukuman.


" lambat " cetus Virna


" silahkan baca " ucap Virna sambil mengambil Al Qur'an nya dalam tas nya.


mereka pun melihat apa yg di lakukan ustazah itu, sambil melihat pada Al Qur'an.mereka pun bertanya2 dalam hati


apakah ustazah itu engk hafal juga..?.


" shodaqallahul adzim " ucap Anggi ketika berhasil menghafalnya hingga akhir


" Alhamdulillah " ucap Anggi dalam hati


" lumayan, silahkan duduk " ucap Virna lalu mempersilahkan Anggi duduk kembali.


Anggi pun dengan cepat langsung menuju kebelakang dan langsung duduk di sebelah Clista, yg hanya diam saja seperti memikirkan sesuatu.


" clis " panggil Anggi


" hemm" balas Clista deheman saja


" alhamdulilah aku berhasil " seneng Anggi


" alhamdulilah " ikut Clista juga

__ADS_1


" tapi aneh kenap ustazah pakek Al Qur'an?..apakah dia juga GK hafal ?.." tanya Anggi pada Clista


Clista yg di tanya hanya mengangkat kedua bahu nya tanda tidak mengerti,padahal dia tau apa yg terjadi.


sedangkan santriwati yg lain pun juga merasa hal yg aneh pada ustazah yg di depan tetapi tidak ada yg berani bertanya apalagi protes.


" selanjut nya " ucap Virna memanggil satu persatu dari mereka belum ada yg kena hukum karna rata2 yg tidak hafal nama paling terakhir, sehingga sampai ke pada nama Clista.


" Clista " panggil Virna


Clista pun maju setelah mendengar nama nya di panggil dengan tatapan datar nya.


" bismillahirrahmanirrahim " ucap Clista sebelum membacakan ayat nya,


Clista pun membaca dengn cepat dan jelas sehingga Virna kesusahan mencari


ayat yg di baca Clista, mereka yg melihat Clista yg lancar membacanya pun sangat kagum padanya, padahal mereka tau klau punya Clista lebih banyak dari pada mereka.


karna Virna udah kehilangan jejak ayat Clista pun langsung segera menghentikan nya.


" berhenti " ucap Virna dengn tatapan yg tajam pada Clista.


" kena kau " ucap Clista dalam hati dengn sengaja mempercepat tempo waktu nya.


" kamu bisa baca atau engk ha...!!", bentak Virna


" bisa "


" emng saya lgi di kejer setan " ucap Clista pedas sambil melihat ke arah Virna.


Virna yg mendengar itu pun merasa tersinggung merasa dia yg telah menjadi setan nya.


" apa maksud mu ha..!!! " kali ini Virna menjadi terbawa emosi saat mendengar itu.


" karna di sini ada setan ustazah, jdi biar setan nya pergi kalau di bacakan lebih cepet dan pasti setan nya lgi kepanasan sekarang " jelas Clista panjang sambil melihat kearah Virna yg sudah bermuka merah yg lgi menahan amarah.


" MAKSUDMU AKU SETAN NYA HA...!!" Teriak Virna keras, tetapi tidak dapat di dengar dari luar kelas karna hujan yg semakin deras.


" ustazah yg bilang, bukan saya " balas Clista santai.


sedangkan santriwati yg melihat keributan mereka sudah keringat dingin takut kena hukum yg lebih parah begitu juga Anggi.


di cuaca yg harus nya mereka merasa kedinginan tapi tidak bagi kelas mereka, mereka merasa sangt kepanasan.


angin dingin pun tak sanggup memecahkan panas nya udara dalam mereka.


" kau " sambil melayangkan tamparan pada Clista, mereka yg melihat itu pun menjerit ketakutan.


Clista dengn santai menangkis tangan Virna dengn kasar sebelum mengenai pipi nya.


" kau..bener..bener " ucap Virna penuh amarah


" tolong di jaga tangan anda, anda merupakan ustazah tapi perilaku anda seperti tidak memiliki pendidikan " ucap Clista dingin sambil ingin keluar dari kelas.

__ADS_1


" oh ya satu lgi , semestinya anda yg terlebih dahulu menghafal itu semua, sebelum menyuruh kami menghafal itu.


itu sama saja anda memberi pelajaran kepada kmi yg akan pinter tetapi tidak dengn anda ustazah " ucap clista lgi sambil menekan kan kata ustazah dan langsung meninggalkan kelas Tampa melanjutkan hafalan yg belum selesai.


sementara itu, Virna bener2 tersinggung dengan apa yg di ucapkan Clista yg mengatakan bahwa dia lah yg bodoh.


sambil mengepalkan kedua tangan nya sehingga kuku2 panjang nya melukai tangan nya sendiri.


setelah Clista bener2 menghilang dari pandangan nya, dia pun beralih menatap


santriwati yg terlihat semakin ketakutan.


" NGAPAIN KALIAN MASIH DI SINI, KELUAR " bentak virna menatap mereka semua dengan tatapan marah


mereka yg melihat kondisi sudah tidak aman pun langsung berhamburan keluar


begitu juga dengn Anggi.


saat mereka keluar pun merasa lega dan juga baru bisa merasakan sejuk nya angin yg menerpa tubuh mereka.


dan sebagian dari mereka merasa seneng karna GK bakal di hukum berkat Clista.


mereka pun pergi ke asrama masing2 walaupun jam pelajaran belum berakhir.


begitu juga Anggi mengira bahwa Clista pulang ke asrama nya.


saat kelas sudah sunyi, belum ada tanda2 Virna akan pergi dari sana,


dia masih menetralkan amarah nya.


" tangan ku bener2 sudah gatal ingin membunuh nya " ucap Virna sambil menatap arah luar, dan tiba2 hp nya berbunyi dengn nama tertera ' bos'


" halo " ucap virna


" gimana, apakah berhasil " tanya seseorng dari sebrang telepon


" belum "


" saya mau kamu langsung saja, GK usah bertele2 " bentak orng dari telepon


" tapi kita GK bisa langsung bos, kita harus bisa membuat rencana kita mulus" balas Virna kesel pada seseorng yg di panggil bos itu.


" saya GK mau tau ,pokok nya dalam seminggu ini kmu harus berhasil kalau tidak balikan uang saya yg sudah saya kasih " ancam orng itu langsung mematikan hp nya.


" Huh...dasar nenek sihir dia pikir gampang untuk nyingkirin tu bocah licik"


"untung nama ustazah ini tersebar baik, walaupun mereka mengadu tidak akan ada yg percaya, aku masih bisa menggunakan nama ustazah ini sebagai tameng ku saat ada masalah " ucap Virna sambil tersenyum licik, dan langsung pergi dari kelas itu menuju ruangan nya sendiri.


Tampa sepengetahuan nya ada sepasang mata yg melihat itu semua dengan tangan yg mengepal.


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA...

__ADS_1


__ADS_2