
" huaaaaa!! aku GK bisa tapi aku juga GK mau kena hukum "
malam ini adalah malam di mana Clista dan Anggi begitu juga dengan santriwati yg lain nya yg harus menghafal ayat yg di berikan oleh ustazah Virna, sekaligus ustazah yg sangat sangat menyebalkan bagi santriwati kelas Xll (12).
gimana coba tidak menyebalkan, baru masuk ke pesantren mereka aja udah langsung di suruh menghafal, membuat mereka kebingungan cara menghafalnya.
bagi mereka tidak masalah menghafal ayat apa saja, yg masalah nya waktu yg di berikan nya itu, sungguh sangat singkat apalagi tdi ada acara di pesantren sehingga membuat mereka semua tidak dapat menghafal di siang hari.
sekarang sungguh membuat mereka stres, bila mereka hafal semuanya akan membutuh kan waktu lama dan harus begadang, bila tidak di hafal mereka akan mendapat kan hukuman begitulah kira2 yg di fikirkan mereka.
" ya allah gimana ini cara nya huaaaa!! " jerit Anggi dlm asrama bersama Clista.
setelah sholat isya mereka semua buru2
pulang ke asrama masing2 karna takut tidak akan mampu mengerjakan apa yg di perintahkan oleh ustazah baru mereka.
" berisik " ucap Clista yg berada di sebelah Anggi
" Clista kayak nya aku bener2 GK bisa.." keluh Anggi merasa tidak akan dpt menghafal nya.
" kamu hafal aja yg kamu bisa Anggi " suruh Clista yg lgi fokus pada hafalan nya.
sebenarnya clista tidak menghafal lgi pun tidak papa, karna dia udah hafal memang. tapi karna tidak ingin membuat anggi curiga dengan dan hanya berpura2 membuka Al-Qur'an nya saja.
" tapi kata ustazah harus semua clis?...
gimana ini ?.." keluh Anggi bener2 frustasi
" huh....klau kerjaan kamu hanya bisa mengeluh kmu GK akan bisa menghafal itu semua Anggi, coba lah kamu fokus
waktu kita engk banyak karna besok harus disetor sama ustazah itu " ujar Clista
" hemm, baik lah...aku usahakan agar bisa fokus, dan aku yakin aku GK akan dapat hukuman dari ustazah itu " ucap Anggi yg mulai bersemangat setelah mendengar ucapan Clista.
setelah berkata seperti itu, Anggi pun mulai fokus pada ayat2 yg akan di hafalnya, tidak ada rasa ngantuk yg di rasakan Anggi karna terlalu bersemangat agar tidak mendapatkan hukuman.
waktu sudah pukul dua belas lewat, tapi masih belum ada tanda2 Anggi mau pun Clista berhenti dalam hafalan nya.
sebenarnya clista bisa aja tidur duluan, karna dia sudah bisa menguasai itu semua, tapi saat melihat Anggi yg masih fokus dengn al-quran nya pun membuat Clista ingin menemani nya dengn membaca2 al-quran yg dia pegang.
tidak ada percakapan di antara mereka berdua di dalam asrama itu,
karna hari semakin larut membuat ke adaan sangt sunyi dan hanya suara2 binatang2 kecil yg memecahkan kesunyian malam.
" horeeeee!! aku haf..."
" berisik Anggi " ucap Clista sambil membungkam mulut Anggi.
" hemmmmm....kmu apaan clis " setelah
Clista melepaskan bungkaman nya.
" kamu itu yg apa apaan, malam2 teriak2, menggangu semua orng yg lagi tidur "
" emng jam berapa ini, cepet kali mereka tidur " tanya Anggi
" pukul 12.30 "
__ADS_1
"APA !!! " Teriak Anggi keras.
" Anggi " tegur Clista kesel pada Anggi, di suruh GK usah teriak2 dia malah lebih keras dari sebelum nya.
" hehehe..maaf " ucap Anggi yg cengarcengir GK jelas
" akhir nya aku bisa menghafal ayat itu juga " seneng Anggi
" alhamdulilah Anggi "
" eh.. hehehe alhamdulilah " ucap Anggi melupakan syukurnya sangking seneng nya.
" udah ayok tidur, udah larut malam GK baik untuk kesehatan " ujar Clista yg langsung rebahan di tempat tidur.
" Oky lah, GK nyangka udah jam segini " ucap Anggi yang ikut rebahan di tempat tidur nya sendiri.
" itu karna kmu terlalu fokus, sehingga tidak sadar kalau waktu trus berjalan " sambil menutup mata nya
" mungkin..apakah kmu udah hafal clis?" tanya Anggi sambil memereng kan badan nya mengarah pada Clista yg terlihat menutup mata.
" apakah kamu sudah tidur clis ?" tanya nya lgi merasa tidak ada jawaban dari Clista.
" aku udah hafal " jawab nya Tampa membuka mata.
" wah... hebat bngt kmu clis, padahal punya kamu kan sangat banyak, tapi kamu bisa menghafal dengn waktu singkat " kagum anggi
" biasa saja "
" mana ada kata biasa klau itu clis, kamu sangt hebat " puji Angi trus menerus.
sedangkan Clista yg sengaja pura2 tidak. karna tidak ingin Anggi trus menerus memujinya.karna hari semakin larut Clista pun ikut ke dalam dunia mimpi.
*******
pagi hari yg mendung membuat cuaca sangt dingin bagaikan suhu nol koma derajat Celsius.
akan tetapi tidak membuat aktifitas di sebuah pesantren berhenti, al-muhsini.
di pagi hari yg sangat mendung,
se mendung santriwati kelas (12).
banyak keluhan dari santriwati
mengenai hafalan yg hari ini harus di setor.
" apa kah kamu sudah hafal " tanya seseorng yg di yakini santriwati itu juga
" sudah dong" bangga santriwati itu.
" klau kamu "tanya nya lgi
" aku belum " sedih nya
" aku juga "sahut satu lagi
" aku pun " ujar satu lagi yg tampak sangat sedih, merasa akan mendapat hukuman.
__ADS_1
" bener tu rasa nya semalam aku sangat capek bngt, sehingga lupa klau ada hafalan dari ustazah menyebalkan pakek bngt2 itu "
" habis sudah, kena hukum sudah kita "
banyak keluhan2 dari santriwati yg tidak dapat menghafal, dan sebagian dari mereka ada yg merasa bangga karna bisa menghafal dlm waktu singkat.
tok..tok..tok...
suara ketukan membuat mereka berhenti berbicara dam langsung duduk ke tempat masing2.
" assalamualaikum" ucap ustazah Virna yg sok ramah
" waalaikumsalam " balas mereka kompak sambil menatap Virna dengan senyuman paksa mereka tapi tidak dalam hati.
" iiiih..sok ramah ni ustazah abal2 "
" idih senyumanannya sangat memuakkan bngt "
" ini ustazah atau engk sih kyk punya topeng bnyk "
" dasar ustazah ****** depan ustad- ustazah lain aja ramah, klau di depan kami kyk iblis"
banyak sumpah serapah dalam hati mereka.merasa tidak terima karna kelakuan ustazah Virna yg berubah bila di depan ustad- ustazah lain dan termasuk dengn santri2 lain nya, tetapi tidak dengn kelas mereka bagaikan iblis bagi mereka, entah salah apa mereka sehingga ustazah ini berubah bila berhadapan dengn mereka.
sebenernya mereka ingin melaporkan itu semua kepada kiyai surya atau ustad Rifqi atas apa yg di lakukan ustazah baru nya itu, tapi setelah melihat perilaku ustazah Virna yg berubah ketika di di luar membuat mereka ragu untuk memberi tahu kpda kiyai atau ustad.
sungguh mereka tidak bisa berbuat apa2 tentang hal ini, sedangkan di kelas mereka CCTV rusak belum di perbaiki sehingga tidak dapat mengadu tentang perilaku ustazah itu.jadi mereka hanya bisa diam dan menurut klau mau masih selamat.
Virna di kenal akan keramahan nya di pesantren nya dulu, hal itu juga membuat mereka sangt ragu mengatakan kepada ustad Rifqi.
*****
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA
LIKE..
COMEN..
FAVORIT...
KASIH MAWAR....
BINTANG LIMA...
mohon maaf bila karya saya tidak seseru seperti karya lainnya.
bila kalian semua tidak suka langsung skip saja, jangan di buli authornya,
karna masih pemula.
sekian terima kasih.
da..da..sampai jumpa di bab selanjut nya...
salam cinta dari author ini
__ADS_1