Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-94


__ADS_3

brukkk...


"sial.. bener minta di robohkan ini rumah sialan" bastian marah dengn menendang pintu yg berada di sampingnya.


"eh.. lihat bas.. kau menemukan nya..!" seru rifqi sambil menunjuk ke arah pintu dengn tangga yg ke bawah.


"hah.. tak sia² ku menendang diri mu pintu jelek.. "


bastian dan rifqi menuju ke bawah dengn perlahan²,dan dengn waspada tentunya.


"bener² gelap, apakah bener clista ada di sini?.. " tanya rifqi sambil melihat sekeliling walaupun tak melihat apa².


...*************...


brug...


brug...


brug...


brug...


brug...


akhhhhhhh....!!


akhhhhhhh....!!


akhhhhhhh....!!


akhhhhhhh....!!


akhhhhhhh....!!


suara teriakan kesakitan mengema di ruangan itu, clista berdiri dengn nafas ngos-ngosan, dia mencoba menetralkan nafasnya agar teratur.


"awas..clista!!"


hap..


sretttt..


clista membeku saat mendengar teriakan yg ia kenal dan tiba tiba ada yg memeluk nya dari belakang, dan lebih parahnya lagi terdengar suara tusukan.


"ka..kamu tidak apa² kan syang?.. stts.. " bertanya sambil meringis saat merasakan sakit di punggung nya.

__ADS_1


"a.. ay.. " bibir clista menggetar saat tau siapa yg telah menolong nya.


"hem.. hah.. hah.."


"ay.. " clista membalikkan tubuhnya dan dengn cepat dia memeluk rifqi dengn menuntut agar duduk di lantai.


"jangan khawatir.. aku gkpapa kok" rifqi mengatakan itu dengan senyuman manisnya dengn sebelah tangannya yg memegang pipi clista.


bug..


bug..


"itu akibatnya ingin mencelakai lilis ku!! " bastian seperti kesetanan langsung menghajar mereka semua dengn membabi buta, raisah sudah gemetaran ke takutan saat semua anak buah nya sudah tidak bernyawa dengn bentuk yg mengenaskan di buat bastian.


raisah ingin kabur namun di pegang oleh anak buah bastian yg baru datang.


"lepaskan sialan.. lepas!!.. " dengn meronta² raisah trus memaki mereka semua.


plak...


"diam!!!.. " bahkan dengn gampang nya anak buah bastian menampar raisah, hal itu membuat raisah semakin marah, bahkan muka sudah memerah.


"lilis gkpp?.. " tanya bastian dengn khawatir.


"engkpp.. tapi.. " clista menatap rifqi dengn merasa bersalah.


"dhinda, papa?.. " panggil clista menatap kedua orng itu yg kini sudah sadar.


"ka.. kak... hiks.. sakit kak.. huaaa.. " tangisan dhinda pecah seketika, dia ingin berdiri untuk mendekati clista, tapi dengn cepat anak buah bastian membantu untuk mendekat, begitu juga dengn aldo.


"kakak.. hiks.. huaa" dhinda memeluk clista dengn erat bahkan badan dhinda bergetar hebat.


"tenang dhinda.. kakak.. di sini" clista mencoba menenangkan dhinda.


"pa?.. " kini clista memanggil aldo agar memeluk mereka jg, aldo yg kini memperhatikan mereka berdua dengn air mata yg jatuh, badan aldo seperti di remuk semua jadi ingin berjalan saja dia susah.


aldo hanya tersenyum tampa menjawab, walaupun dalam hati ingin sekali dia memeluk mereka berdua, tapi dhinda?..


"ayok pa!.. " clista sedikit kaget mendengar dhinda sendiri yg mengajak aldo untuk memeluk mereka, jelas tanpa banyk bicara aldo mendekat yg cara di bantu, dan langsung memeluk mereka berdua.


"aku gk nyangka dengn kejadian seperti sudah dapat membuat dhinda memaafkan papa"


rifqi pun tersenyum bahagia dalam badan dia sakit tapi terasa hilang melihat keakraban papa clista sudah kembali, tpi semua itu terganggu oleh suara teriakan raisah yg sangat keras.


"kalian harus mati!!.., aku tak akan membuat kalian lolos dari sini juga" bahkan raisah seperti orng Gila yg trus berteriak dengn cekalan anak buah bastian.

__ADS_1


"kau telah membuat orng² yg ku sayang seperti , jadi.. "


clista sengaja menggantung ucapan nya, dia berjalan perlahan ke arah raisah kini masih memberontak minta lepas.


"jadi apa ha!!.. jadi apa!!... kau mau bunuh aku silakan, tapi jangan harap kau akan berjumpa dengn ibu kandung mu lagi... hahahha!!! "


ucapan raisah bagaikan pisau yg tiba-tiba menancap di jantung clista, begitu juga yg lain, apa maksud dari perkataan raisah yg seperti orng gila di depan mereka.


"apa maksud mu?.. " kini tatapan clista sangat tajam saat menyangkut ibu kandung nya yg telah meninggal mereka dari kecil, dan kini raisah mengatakan hal itu yg membuat nya tidak mengerti.


"kamu bodoh atau gimn?... " dengn santai raisah mengatakan itu, sejenak dia tidak memperdulikan rasa sakit di pergelangan nya yg di pegang tapi seperti ingin di patahkan.


"kau mau mati ya!!.. " bukan clista yg marah melainkan bastian yg di belakang sana yg mengeram marah.


rifqi?.. dia hanya bisa diam, memperhatikan dan mendengarkan dengn baik apa maksud dari ucapan ibu tiri clista itu.


"jangan-jangn... "


"clista, maksud dari perkataannya itu, ibu kandung mu ada bersamanya" Tiba-tiba rifqi mengatakan itu, membuat mereka semua paham.


"ja.. jadi mama ada di sini? "gumam dhinda dengn lemas, dia tak menyangka mamanya ada sangkut pautnya dengn raisah, dia rindu?.. namun... mengingat dia di tinggal waktu itu membuat nya sakit.


" afrida ada di sini?.. di mana?.. "batin aldo juga bertanya² bahkan dia melihat² di sekitar sana untuk menemukan mantan istri nya itu, dia ingin minta maaf pada mantan istri nya itu, seandainya dia tidak membawa raisah ke rumah ini semua tidak akan terjadi.


" wah... pintar juga suami tercinta mu ya clista?... mama boleh minta gk buat adx kamu via? "


clista tidak mendengarkan ocehan tidak penting raisah sama sekali,dia masih menatap raisah.


"dia mana mamaku?.. " walaupun hati clista sakit saat kejadian itu, tpi semisal mamanya dalam bahaya dia akan tetap menolong nya.


"kamu nnyk?... kamu bertanya-tanya?.. hahahah.. " raisah sempet² nya membuat lelucon di depan mereka semua.


plak...


bahkan clista tidak akan segan² untuk melakukan kekerasan pada raisah, itu akibatnya bila ingin bermain² dengn nya.


"kau... " tidak ada lgi tawa lelucon yg di tunjukkan raisah, yg kini hanya tatapan tajam bahkan serasa ingin membunuh clista sekarang juga.


"knp?.. katanya di mana mama?.. " sekali lagi clista bertanya namun raisah diam tidak menjawab bahkan tidak memberontak lgi.


"knp diam.. "


brak...


brug...

__ADS_1


suara dobrakak dan lemparan membuat semua orng mengalihkan pandangan mereka.


mata mereka membulat kaget melihat apa yg ada di depannya tapi tidak dengn raisah yg kini tersenyum licik.


__ADS_2