
di malam yg sudah hampir sunyi hanya beberapa orng saja yg lewat.
terlihat seorng gadis berjalan sendirian dengn bersenandung pelan tapi dengn langkah setengah lari.
dia adalah dhinda,dhinda yang di perintahkan oleh Virna yg tak lain adalah ustazah untuk keruangan nya,hanya untuk membersihkan ruangan nya,
tapi yg membuat dhinda heran kenapa di malam hari di mana waktu semua orng mengistirahatkan tubuh mereka.
dhinda trus berjalan dan berhenti ketika sudah sampai di depan ruangan nya.
dengn langkah pelan pun dhinda mengetuk pintu nya.
tok...tok..tok...
" masuk " orng dari dalam
dhinda yg mendengar itu pun langsung masuk dengn mengucap kan salamnya.
" assalamualai..." salamnya berhenti dan membuka kedua matanya lebar2 saat melihat Virna tidak memakai jilbab dan hanya menggunakan pakaian yg menurutnya seperti preman jalanan.
Virna memakai celana Li yg di bagian lutut dan paha nya koyak2,lalu baju nya baju kaos yg cukup tipis sehingga terlihat lekukan nya.
" silahkan masuk " ucapan Virna membuyarkan lamunan dhinda.
" ustazah kenapa pakai pakaian seperti itu ?" tanya dhinda dan menghampiri Virna yg lagi duduk.
" tidak papa,hanya sekali aja lagian ini sudah malam tidak akan ada yg melihat" jawab nya sambil tersenyum manis.
dhinda hanya mengangguk mempercayai ucapan Virna.
" oh ya, ada ustazah manggil dhinda?" tanya dhinda
" bukan kah tadi teman mu udah ngasih tau ? " tanya Virna balik.
" oh iya hehehe " jawab dhinda cengengesan.
"kita lihat apakah setelah ini kamu masih bisa tertawa lagi"
" jdi mana yg harus saya bereskan ?.."tanya dhinda
__ADS_1
" itu " sambil menunjukan buku2 ada di sudut yang sangat berantakan.
bisa di bilang seperti perpustakaan kecil.
" kok bisa berantakan begini ustazah ?.." tanya dhinda yg kaget karna sampai berserakan entah kemana.
" oh itu karna saya tdi nyari buku,tapi buku nya engk dapet malah berantakan engk tentu , GK mungkin kan klau besok saya bersihkan,nanti kalau ada ustazah lain yg melihat apa kata mereka nanti"alasan Virna yg masuk akal
dhinda hanya mengangguk kecil tanda mengerti kenapa dia di suruh malam2 datang kesini,dan dengn cepat dhinda merapikan buku2 yg sangt berantakan itu.
tak beberapa lama kemudian dhinda sudah membereskan setengah buku2 itu,sedang kan Virna memperhatikan dhinda dengn tatapan yg menyeramkan Tampa di ketahui dhinda,bila dhinda melihat ke arah Virna maka Virna akan pura2 mengecek hasil pr dari santriwati.
hari semakin larut dan sudah sunyi di luar, jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas tapi dhinda belum menyelesaikan nya,hanya tinggal beberapa buku lagi yg belum di letakan nya.
Virna yg melihat ini adalah waktu yg tepat untuk nya,perlahan tapi pasti dia melangkah dengn pelan menuju tempat dhinda yg lagi membelakangi nya.
perlahan mengeluarkan sebuah pisau kecil di balik baju nya dan....
Ting....
" AKHHHHH "
dhinda yg saat itu sudah menyelesaikan
nya merapikan bukunya pun langsung berbalik kebelakang karna dia juga terkejut mendengar teriakan virna.
" siapa di sana " teriak Virna yg marah sambil melihat arah pisau yg tiba2 terlempar ke arah nya.
" apa yg ustazah lakukan ? " tanya dhinda yg ketakutan saat melihat pisau itu.
" membunuh mu lah apa lgi " jawab Virna menyeramkan sambil mengambil pisau nya kembali Tampa memperdulikan seseorng yg tadi melemparkan pisau dengn nya.
" jangan ustazah !!!.." teriak dhinda ketakutan sambil mundur saat melihat Virna yg perlahan mendekatinya.
" jangan!!!..." ucap dhinda berhenti sambil melihat kebelakang saat diri membentur rak buku.
Virna trus berjalan menuju kearah dhinda yg sudah memejamkan matanya sangking takut nya.
" melangkah sekali lagi,ku pastikan kau mati!!.. " ucap seseorng tiba2 dengn lantang,membuat Virna berhenti sambil melihat seseorng yg harus dia bunuh juga ada di dalam satu ruangan dengn nya.
__ADS_1
" oh,ternyata ada penyelamat di malam hari nih " ejek Virna sambil melihat orng itu.
dhinda yg merasa kenal dengn suara itu pun membuka mata nya yg sudah berair karna takut.
" Kaka " panggil dhinda dengn gemetaran.
Clista dan Virna langsung menoleh kearah dhinda yg sudah menangis ketakutan.
" hahaha,lihat lah adx mu ini sangat penakut " tawa Virna yg masih ada nada ejekan dalam nya.
Clista masih santai di tempatnya yang tidak terlalu jauh dari Virna.
dan perlahan dia maju kearah dhinda yg tidak terlalu jauh dari Virna,tapi dengn cepat Virna langsung menyerang nya.
"HARI INI KAU AKAN MATI !!!..." teriak Virna langsung menyerang Clista Tampa aba2.
Clista dengan gesit menghindar,tidak sampai disitu Virna terus mengajar Clista Tampa ampun,Clista hanya menghindar tidak ada tanda2 untuk membalas balik,dan satu lagi dia masih berwajah tenang nya seakan ini sudah biasa bagi nya.
Virna yg tidak terima dengn apa yg di lakukan Clista pun langsung berteriak sekuatnya, tapi tidak terdengar dari luar karna ruangan nya di sengaja di pasang pengedap suara.
"LAWAN AKU !!..,JANGAN JADI PENGECUT "
Clista yg mendengar itu hanya bisa menaikan sebelah alisnya.
" aku takut nanti kulit mulus mu berwarna ungu " jawab clista yg terus menghindar dari serangan beruntal Virna.
Virna yg mendengar itu merasa naik darah saat itu juga,dan langsung mengeluarkan pisau nya yg tadi sempet dia simpan kembali karna mengira membunuh Clista dengn tangan kosong pasti bisa.
Clista yg melihat Virna mengeluarkan pisau diam2 dari belakangnya dan dia tau arah yg di bidik nya,dengn cepat Clista berlari kerah dhinda dan dengn cepat juga pisau itu di lempar oleh Virna dan meleset ke arah dhinda.
setttttttt
tes
tes
tes
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG...