
BRAKKKK
semua orng sangat terkejut,sebelah pihak luar terkejut dengn posisi Clista yg sedang mengarah kan pisaunya di depan Lila,sedangkan pihak dalam terkejut akibat dobrakan pintu yg sangat keras,kecuali Lila yg sekarang lagi tersenyum licik.dan inilah yg di tunggu2nya.
" kiyai,nyai,ustad, tolong saya hiks..hiks.." teriak Lila keras sambil menangis sejadi2 nya,tapi dengn cepat dia mendorong keras Clista sehingga mundur beberapa langkah kebelakang,dan dengan cepat dia menuju kiyai surya dan lain nya.
" dia ingin,membunuh saya kiyai..hiks..hiks.." terisak Lila mengadu yg tidak2 pada mereka.
Clista yg mendengar itu menaikan salah satu alisnya sambil membatin.
" kita lihat sampai mana drama mu"
sedangkan Surya,Aisah dan Rifqi tidak menyangka apa yg mereka lihat tadi.
dan tak menyangka lgi melihat pakaian lila dan Tampa hijab itu,tapi mereka tidak bertanya Karna masih ada yg penting dari itu.
" apa yg kau lakukan Clista ?.." tanya Surya menatap Clista.
" dia ingin membunuh ku!!!..." bukan Clista yg menjawab melainkan Virna dengn keras.
" Apa kau bilang!!...,kau lah yg ingin membunuh kami berdua !!!..." marah dhinda pada Lila,entah kemana ketakutan dia tadi,hilang begitu saja saat mendengar KK nya di tuduh.
" dhinda " tegur Clista agar adx nya diam.
__ADS_1
" apa kk!!....,kenapa kk diam aja, saat di tuduh seperti itu,dia yg ingin membunuh kita dan kenapa sekarang dia menuduh kita!!!..." marah dhinda tidak tertahan lagi melihat Kaka nya masih santai walaupun keadaan nya seperti ini.
mereka terkejut mendengar teriakan dhinda,engk pernah mereka melihat dhinda semarah ini.
" dan satu lgi gara2 dia Kaka terluka karna Kaka ingin menyelamatkan aku dari pisau dia yg ingin menusuk jantungku.." jelas dhinda sambil menunjuk Lila yg bersembunyi di belakang Aisah.
mereka pun melihat tangan Clista yg berlumur darah pun khawatir tapi blm bisa berbuat apa2 Karna blm tau siapa yg salah dan siapa yg benar.
" jadi yg mana yg benar.." tegas Rifqi menatap Meraka berdua.sebagai anak dari kiyai dia harus adil walaupun dengn orng yg dia cinta.
" saya..yg benar ustad..saya,dia yg ingin membunuh saya karna saya memberikan pelajaran yg susah padanya tapi dia tidak terima,dan dia datang kesini di malam hari dan ingin membunuh saya....hiks...hiks...apa salah saya coba ..hiks.." drama Lila merasa dia yg menjadi korban.
"BOHONG!!!...ITU BOHONG.!!..."Teriak dhinda lantang.
"DIA BOHONG KIYAI!!!...,KAKA APAKAH KAU AKAN DIAM SAJA HA..." Teriak histris dhinda pada Clista.
******
di sisi lain
" bener2 gila itu wanita " seorng lagi2 yg berseragam hitam sudah menggeram marah.
" ayok kita kesana,aku GK bisa liat Nona kyk gitu " tanya satu lgi.
__ADS_1
" blm bisa,kita tunggu kode dari nona dulu" jawab bos mereka dengn dingin.tapi mata nya tidak lepas dari siaran langsung itu,yg ada di hpnya.
" apakah masih lama?.." tanya wanita berjilbab itu yg tidak jauh dari mereka yg sudah tidak sabar.
" iya apakah masih lama?.." tanya laki2 paruh baya yg memakai serban serban,dia juga sudah sangat emosian melihat itu.
" sebentar lgi..,kita tunggu saja" jawab bos itu dingin
" baiklah " ucap mereka berdua kompak.
******
di sisi Clista
Clista yg melihat adxnya begitu murka pun menghampirinya dan memeluk nya.
" kita tidak bisa menuduh,karna belum ada buktinya " jawab kiyai tegas meleraikan masalah.
" tapi..."
" diam!!!.." perintah Clista sangat dingin menatap Lila,Lila yg melihat itu dengn susah payah menelan Saliva nya.
" gila,serem bngt,tapi tenang dia tidak akan ada bukti " ucap Lila menenangkan diri sendiri walaupun badan nya gemetaran.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....