Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-96


__ADS_3

"tanda tangan ini!.. " raisah melempar kertas bukti perusahaan akan berpindah tangan menjadi milik nya.


clista menatap kertas itu sejenak lalu berjongkok untuk mengambil yg berada di bawah kaki nya.


"cepat!!.. atau aku bunuh mamamu!!.. " ancam raisah menggeram karna melihat clista yg lambat menandatangani nya.


clista mendekati penanya diatas kertas, dia mencoba mengabaikan teriakan yg ada di belakangnya, clista menarik nafas dan lalu membuangnya, dengn cepat pena itu bergerak di atas kertas dengn berbentuk sebuah tanda tangan.


tampa aba² clista melemparkan nya ke arah raisah yg kini sudah tersenyum senang.


"apa yg kau lakukan lilis!!.. " bastian bahkan tak percaya melihat tingkah bodoh yg di lakukan clista, bastian tau betapa susah payahnya clista membangun perusahaan itu hingga sukses seperti sekarang.


sedangkan kan yg lain juga tak percaya akan hal itu, bahkan mereka tak bisa berkata-kata lagi.


"hahaha... akhirnya perusahaan ini jadi milikku" raisah tertawa bahagia dengn di ikuti perempuan bertopeng itu, tampa mereka semua sadari clista sedang tersenyum tipis sekarang, bahkan hampir tak terlihat.


"bebaskan mereka semua!.. "


"eh.. kamu lupa, masih ada satu lgi syarat kami yg blm kamu penuhi" dengn tersenyum mengejek dari raisah.


"jangan lakukan itu dek.. " suara rifqi semakin mengecil, rasa nya ia ingin pingsan saat ini juga.


dhinda dan aldo sudah pingsan saat clista menandatangani surat perpindahan itu, mungkin shok dan juga akibat luka yg mereka alami membuat mereka tidak tahan membuat mereka pingsan begitu saja.


"jangan nak.. akhhhhh" teriak rida ketika perempuan itu memijak punggung nya.


"mama!!.. lepaskan mamaku" kali ini clista bener² marah pada dua iblis di depannya ini.


"makanya ikuti perintah kami, mereka akan selamat kok, kini hidup mereka semua ada di tangan mu"


"majulah!! " perintah raisah dengn sudah memegang pisau di tanganya, tak lupa anak buah raisah yg ada di dekat mereka, bila clista salah bertindak ia yakin mamanya akan tidak dapat di tolong lagi.


"li.. "


ucapan bastian berhenti, saat tangan clista yg ada di belakang punggung nya seperti memberi kode.


"jadi... sial percuma aku teriak dari tadi kalau ternyata.. ck.. knp kau tak bilang!.."bastian baru menyadari ternyata ini hanya permainan clista saja, jadi perusahaan clista masih aman, bastian yakin itu.


" cepat!!.. "


clista perlahan maju, dan kini dia sudah berada tepat di depan raisah yg kini sudah memegang pisau yg sangat tajam.

__ADS_1


"ada pesan terakhir?.. sebelum aku membunuhmu?.. " dengn salah satu alis yg naik keatas, dan tak lupa senyum yg muak clista pandang.


"ada,.. "


"katakan... "


"semoga setelah ini kau masih selamat... " tampa raisah duga clista menendang ke atas tangan raisah membuat pisau terlepas begitu saja dari tangannya.


"sekarang!!.. " teriak clista dengn menghajar anak buah yg sudah menyerang nya.


dor..


tembakan bastian mengenai lengan perempuan bertopeng itu saat ingin menancap kan pisau itu pada Rida.


"akhh.. , sialan kalian"menggeram marah.


semua anak buah bastian dan raisah sudah bertarung antar mereka, bastian masih dia di tempat tpi dengn sebuah pistol yg terus mengeluarkan anak pelurunya.


dor..


dor..


dor..


dor..


clista sudah mengamankan mamanya di tempat yg sama dengn dhinda dan aldo begitu juga rifqi.


"dek.. " panggil rifqi lemah namun kesadaran nya masih ada.


clista berjongkok ke arah rifqi dengn pelan clista membelai muka rifqi yg sudah pucat itu.


"bertahan lah, sebentar lagi" setelah mengucapkan itu clista ingin pergi ke arah bastian namun terhenti saat mendengar suara rida.


"maafkan mama nak" setelah itu afrida pingsan begitu saja.


"ambulans sebentar lagi datang!.. " bastian mengucapkan itu saat clista berada di dekat nya.


"bagus, kita harus secepatnya membawa mereka ke rumah sakit"


"to.. tolong jangan bunuh kami" raisah sudah bersimpuh di lantai itu, dia ketakutan karna anak buah nya sudah di bantai habis oleh bastian.

__ADS_1


"clista.. clista.. kau tak akan membunuhku kan?!... kau tak mengenalku?..."


clista tercengang melihat perempuan itu membuka topengnya bahkan clista sampai memundurkan kakinya ke belakang, dia masih tidak percaya.


"kak.. tina?.. " bahkan bastian terkejut mendengar clista mengenal nya, lebih terkejut nya lgi clista meneteskan air matanya, seumur² hidup baru kali ini bastian melihat clista menangis bahkan rifqi yg masih dlm ke adaan sadar saja kaget akan hal itu.


"iya.. ini aku, tolong jangan bunuh aku..ma.. maafkan aku telah menghianati mu, a.. aku terpaksa!.. hiks.. hiks.. semua ini karna dia.. dia yg memaksa ku, kalau aku tak mengikuti kemauannya keluarga ku akan mati.. hiks.. hiks.. "


raisah menatap tak percaya melihat rekannya memfitnah nya di depan mereka.


"sialan kau tina!!.. apa yg kau lakukan!!.. " marah raisah bahkan ia hampir menyakar wajah menjijikkan itu, namun di tahan oleh anak buah bastian kalau tidak entah apa yg terjadi di wajah tina.


clista bergeming, dia masih tak percaya, dia saat semua orng lengah tampa mereka sadari tina mengeluarkan pisau kecil di balik bajunya.


"tolong maafkan aku clista, kita sahabat bukan, apakah kau tega membunuh sahabatmu sendiri" dengn perlahan berjalan ke arah clista, dan..


srek...


clista membulatkan matanya, dan kini butiran bening itu semakin mengalir.


"a.. ay.. "dengn bibir dan tubuh yg bergetar.


bruk..


tubuh Rifqi terjatuh begitu saja untung ada clista kalau tidak rifqi sudah menabrak lantai itu.


dor...


akhhhhhh...


teriak gina menggema, tak lama dia ambruk begitu saja, rencananya ingin lari namun bastian sama sekali tidak memberikan kesempatan itu.


" bawa mereka di tempat biasa!!.. "perintah tegas bastian pada anak buahnya, dengn cepat mereka mengangguk paham.


" ay.. tolong jangan tinggalkan clista "clista menangis kali ini, air matanya suda mengalir begitu saja, dia tidak sanggup melihat rifqi seperti ini, dua kali rifqi menyelamatkan nya.


rifqi tak menjawab tapi hanya tersenyum, dengn perlahan memegang pipi clista yg basah.


" jangan menangis, adek terlihat jelek.. uhuk.. uhuk.. "Tiba-tiba rifqi terbatuk darah.


" ay... "teriak clista histeris, entah knp dia sakit sekali melihat ke adaan rifqi seperti ini.

__ADS_1


" ma.. maaf, blm bisa jadi suami yg ba.. baik buat kamu clista!.. "clista menggeleng gelengkan kepala nya, tak berapa lama rifqi pingsan di pelukan clista.


" ay.. bangun!!!... "


__ADS_2