
dalam perjalanan Rifqi terus menerus menenangkan clista, dan sekali² mengosok tangan clista yang saat ini masih memeluk nya, rifqi mencoba untuk tidak panik agar mereka sampai tujuan dengn selamat, di dalam hati nya rifqi sangat merasa bersalah karna dia blm bisa jadi suami yang baik, dia sungguh tidak tega dengn keadaan clista seperti ini, di saat perjalanan dia ingat kata² bastian..
"konsumsi obat ini trus, agar racun itu benar-benar hilang dari tubuh lilis, aku percaya pada mu"
kata² itu di ucapkan oleh bastian saat mereka ingin pulang,rifqi yg mengingat itu semakin membuat nya sangat merasa bersalah bahkan rasanya di tak pantas untuk clista, apalagi pasti bastian sangat kecewa padanya, bahkan bisa saja bastian rebut clista dari dirinya, rifqi tidak mau itu.
sepanjang perjalanan hati rifqi tidak tenang, dan sampai di halaman rumah iya tampa aba² langsung mengangkat tubuh clista, clista yg tadi nya ingin jalan masuk walaupun pelan pun kaget, karna takut jatuh dia mengalungkan tangannya di leher rifqi.
"us ay.. clista bisa jalan sendiri" walaupun keadaan seperti ini clista tidak mau ngerepotin siapa pun termasuk suaminya.
"diam!! " tegas rifqi, clista baru kali ini melihat rifqi dengn tatapan yg sangat serius pun menjadi membatu, tidak ada kata protes lagi, clista malah semakin mempererat tubuhnya dengn rifqi, dia sangat kedinginan bahkan dua jaket saja seperti tidak memakai sehelai baju pun, betapa dinginya itu.
dengn susah payah rifqi membuka pintu dengn kunci cadangan karna hari sudah lewat jam 10 malam, tpi sudah terlihat sangat sunyi, mungkin sudah tidur.... rifqi tidak peduli itu dia hanya memikirkan keadaan clista sekarang, dengn cepat dia menuju ke kamarnya dan langsung man duduk kan clista di tempat tidur.
dengan keadaan tergesa-gesa rifqi mengobrak-abrik lacinya, sedangkan clista dia hanya memperhatikan dari jauh tampa bertanya, tak berselang lama rifqi membawa sebuh botol kecil dan segelas air putih, dia ikut duduk sambil membuka botol kecil itu yg berisi sebuah obat.
"buka mulut nya sayng, ini akan mengurangi rasa sakit nya" rifqi sudah ingin memajukan obat itu kearah clista, tapi dengn cepat clista menggelengkan kepalanya , dia tidak suka obat seperti itu, dan itu pasti bastian yg buat, maka obat itu akan pahit sekali, bahkan walaupun sebutir obat itu masuk dia gk yakin bisa menelanya.
"ayo sayng" dengn sabar rifqi membujuk clista, tpi tetap saja clista sangat keras kepala, bila tidak mau maka tetap tidak mau.
"tidak ada cara lain"
__ADS_1
rifqi dengn tiba-tiba saja memasukan obat itu pada mulutnya sendiri membuat clista bingung sendiri tpi dia masih memperhatikan rifqi yg kini meminum air dan tiba-tiba membuat nya terkejut setengah mati saat rifqi dengn cepat memegang tengkuknya dan..
cup..
glekk...
clista bahkan tidak percaya apa yg di lakukan rifqi yg tiba-tiba mencium nya dan pil itu tampa sengaja terletan.
"sudah, " ujar rifqi dengn santai dan kini dia malah mengelap bibir clista dengn ibu jarinya.
"hemm, manis.. walaupun ada pil pahit itu sekali pun... astaghfirullah hal adzim.. apa yg kau pikirkan rifqi" dengn menggeleng kan kepalanya nya cepat, sempet² nya dia mengatakan seperti itu dengn keadaan seperti ini.
setelah meminum obat clista sudah mulai tidak merasakan sakit pada tubuhnya tpi masih menyisakan rasa dinginya.
"alhamdulillah tidak us ay...tpi masih terasa dingin" ungkap clista dengn mengosok² kedua tangan nya yg bahkan seperti berasa di freezer.
rifqi memeluk clista sebentar lalu melepaskannya dan kini berdiri di depan clista.
"buka baju mu dek" perintah rifqi dengn menatap clista, dia tidak tega melihat istri kecil nya ini kedinginan.
"a.. apa yg mau ustadz lakukan? " clista tergagap bahkan sudah memiliki pikiran yg jauh.
__ADS_1
"jangan memikirkan hal² aneh, cepat buka bajunya " sekali lagi rifqi meminta clista membuka bajunya namun clista kedinginan, mana mungkin ia lakukan hal itu.
"atau ay yg buka! " bahkan ucapan rifqi tidak main² dia sudah ingin membuka jaket clista namun dengn cepat clista mencegahnya.
"baik.. baiklah, clista bisa buka sendiri" dengn tampa ragu dia membuka pakainya yg berada di tubuhnya dan kini dia hanya memakai tentop hitam dengn dalamnya, dan celana pendek di atas lutut.
"a.. apa.. yg mau us ay lakukan" clista semakin kedinginan, sedangkan rifqi menelan saliva dengn susah payah saat pemandangan nyg baru kali iya lihat namun dengn cepat juga iya tepis pikiran kotor nya dia masih memikirkan clista.
tampa bicara rifqi mengmbil remot AC dan naikan suhunya agar lebih hangat, dan tampa abibu di langsung ikut membuka baju nya dan hanya mengisahkan boxer nya saja.
clista yg tampa sengaja melihat itu pun menutup matanya bahkan dia sampai melupakan dengn apa yg kini hanya melekat pada tubuhnya.
"ni orng gk bakal melakukan nya saat gue lgi kyk gini kan? " batin clista berkecamuk takut dan dingin.
tampa di duga rifqi membawa clista ke tempat tidur dan memeluk erat dirinya dengn selimut sudah menutupi keduanya.
"tidur lah, jangan pikir yg aneh², kapan² saja kita melakukanya" rifqi mengatakan itu sambil menggosok² punggung clista agar lebih menghangat.
clista bahkan melotot tak percaya, namun ada rasa bersalah karena dia memikirkan yg tidak², clista merasa lebih hangat saat memeluk rifqi yg kini bertelanjang dada.
clista bahkan lebih erat memeluk rifqi , ia mencari kehangatan padamu ustadz tampan ini, dan kini clista sudah terlelap dlm pelukan rifqi.
__ADS_1
"maaf ya sayang" rifqi masih merasa bersalah karna semua ini, dia mencium pucuk rambut clista dan setelah itu ikut terlelap menuju mimpi yg indah.