
clista dengan cepat mematikan HP nya saat mendengar seseorang masuk ke kamar, saat ini dia lgi di balkon.
"dek.. dek.. sayang..humaira ku " seseorang memanggil clista dengn berbagai sebutan sayangnya, clista mendengar jelas itu dan dia tau siapa itu, lalu dia masuk ke kamar nya dan mendapatkan Rifqi yg ingin menuju ke arah balkon juga.
"knp tidak menyahuti abng panggil dek? " tanya rifqi saat melihat clista.
"gkpp ustadz, lagian clista juga mau masuk" jawabnya dan ingin melangkah masuk namun dengn cepat rifqi tahan.
"apa? " sambil menaikan salah satu alisnya.
cup..
"tak bisa humaira ku ini memanggil diri ku sebutan sayang, ingat clista kita itu suami istri bukan lagi guru dengn murid" rifqi menegaskan itu pada clista, sedangkan clista mematung mendapatkan ciuman dadakan dari rifqi walaupun hanya di keningnya namun itu sudah membuat dia seperti senam jantung, dia kaget.
"maaf ustadz, aku belum bisa jadi istri yang baik" batin clista merasa bersalah pada suami nya.
"maaf" satu kata terdengar dari bibir manis itu dengn wajah yg tertunduk.
"hufh.. tidak papa, dan coba lah untuk belajar menerima kenyataan" rifqi mendongakkan wajah clista agar menatanya, mata mereka saling terkunci, namun clista sungguh tah tahan melihat tatapan milik rifqi dan langsung menunduk kembali.
"hemm, gimana klau kita jalan²"ajak rifqi pada clista, clista ingin protes tapi dia sudah di tarik oleh rifqi masuk ke kamar mereka.
" bersiap lah, "bahkan rifqi sudah masuk ke ruang ganti untuk mengganti baju yang cocok untuk malam ini, dia meninggal kan clista yang masih mematung tak percaya.
...****************...
"kita naik ini? " clista memperhatikan sebuah motor yg keren bahkan hanya dua orng saja yg bisa menaikinya, ya seperti motor sepasang kekasih.
__ADS_1
rifqi menganggukan kepalanya pelan dan langsung naik.
"ayok! " ajak rifqi pada clista yg masih diam di tempat.
"knp engk pakek mobil saja a.. ay.. ?"clista bertanya dengn gugup mengatakan sebutan ay.. yang berarti ayang, lebay sih tpi clista sudah memikirkan nya berkali-kali tadi, bahkan dia sampai berperang antara pikiran dan hati nya, dan memutuskan memanggil suami nya deng sebutan ay.. dia engk mau dengn sebutan abng.. karna abng dia bnyk.. jadi dia milih sesuatu yg baru, dia sudah bener² ingin menjadi istri yang baik dan nurut pada suami.
"a.. apa tadi?.. ay? " bahkan rifqi sampai memasang telinga bener² apa yg dia denger tidak salah.
"hemm" dehem clista yg sebenarnya malu tpi dia membuat ekspresi nya hanya biasa saja.
senyuman rifqi sangat lebar saat mendengar itu, bahkan dia sampai turun kembali dari motor nya dan langsung memeluk clista dengn erat, clista yang tiba-tiba di peluk merasa badan nya beku dan bahkan tidak bernafas beberapa saat.
"terimakasih,.. cup.. cup. cup.. " rifqi mengucapkan itu dengan bahagia bahkan tak segan segan untuk mencium seluruh wajah cantik istri nya.
"ustadz.. eh.. ay" bahkan clista jadi bingung sendiri karna sebutan ustadz kek nya sudah menempel pada diri nya.
"tidak papa, lama² juga terbiasa kok,.. udah ayok naik, kita akan jalan² sepuasnya" rifqi mengucapkan itu dan kembali naik di ikut clista yang duduk di belakang nya.
"knp tidak jalan? "
"pegangan! "
"sudah " jawab clista singkat, emng dia udh pegangan kok, dia hanya memegang sedikit jaket yg di gunakan rifqi.
rifqi menghela nafas pelan, istri nya ini polos atau gimn, knp masalah kyk gini aja gk tau, walaupun dia juga blm pernah namun dia masih tau lah cara buat romantis.
rifqi merasa gemes sendiri dengn istri cuek nan polosnya ini, bahkan rifqi langsung menarik kedua tangan clista dan langsung memeluk pinggang nya, clista hanya bisa melotot tak percaya melihat apa yg di lakukan rifqi.
__ADS_1
"jangan protes" seperti nya suaminya tau klau dia ingin protes membuat clista dan tidak jadi.
"pegangan dengn erat " clista hanya bisa patuh memeluk dengn erat rifqi.
motor itu di nyalakan dengn kecepatan sedang, tak beberapa lama mereka berdua sudah menghilang dari perkarangan rumah itu.
di balik tirai jendela
"Aaaaa, sosweet.. " teriak dhidna baper.
"gk nyaka loh rifqi sangat romantis" sahut Fatimah membayangkan apa yg ia lihat tadi.
"mas juga romantis kok.. cup" bahkan satria tidak mau kalah di depan mereka semua dia mengecup fatimah bahkan memeluknya juga.
"ihh.. mass.. malu dong" kesel Fatimah sambil mencubit satria, tingkah mereka berdua membuat mereka tertawa.
"duh sakit nya tuh pinggang.. aduh sakit.. " ejek radit dan ridho bareng, membuat satria mengeram kesel pada kedua adek nya.
"kalian "satria ingin memberi pelajaran ada mereka berdua namun sudah tidak ada lagi disana, ternyata sudah kabur, cepat sekali.
" udah lah mas"Fatimah mengucapkan itu sambil berjalan menuju kamar satria dan dirinya.
"sayang tunggu aku" bahkan satria tak merasa malu sama sekali saat dia bertingkah konyol hanya untuk membuat istri nya tidak kesel..
sedangkan dhidna tak henti² tertawa dan bunda dan ayah hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"dasar " ucap bunda.
__ADS_1
"ayok bun kita nonton aj,! " ajak ayah sambil memeluk pinggang bunda.
"yuk yah" mereka pergi meninggalkan dhinda yang bengong, barusan bunda bilng dasar tpi sekarang?.. oh.. Tuhan.. tuhan.. knp kau tega pada ku, aku juga mau pasangan, sekarang tinggal lah dhinda yg meratapi nasip nya yg blm ada pasangan, padahal kedua abng nya aj blm memikirkan itu tpi dia?.. yg masih sekolah udh memikirkan pasangan, dhinda dhinda, Tuhan berkata sambil geleng-geleng kepala.