
" jelaskan "ucap umi Aisah menatap tajam Rifqi yg bersebrangan dengn nya
yah, setelah Aisah mengganti baju clista dan mengompres nya yg lagi panas, dia langsung turun untuk meminta penjelasan kepada rifqi.
apa yg terjadi sebenarnya.
Rifqi dengn susah menelan Saliva nya klau sudah berhadapan dengn umi tercinta nya,sedangkan Abi Surya yg berada di samping Aisah pun ikut menatap tajam kepada Rifqi.
bagi Rifqi biarlah dia berhadapan sama musuh dari pada harus berhadapan sama kedua orng tuanya membuat nyali nya menciut.
" ini nama nya 1 lawan dua " ucap Rifqi dalam hati
" Rifqi " panggil Surya membuyarkan lamunan nya
" huh...jdi gini..."
Rifqi pun menceritakan dengn sejujur2 nya dari awal pertama dia minta kepada Clista untuk menumpang,karna GK membawa payung Sampai di mana tiba2 Guntur menggelegar dan di mana di situ Clista tiba2 lemes dan tidak sadar kan diri.
" jdi gitu cerita nya " ucap Surya dan umi sambil mengangguk2 paham setelah mendengar cerita anak nya.
" iya gitu " balas Rifqi sedikit kesel karna tadi sempet di tuduh yg engk2.
" jdi maksud nya Clista itu pingsan gara2
suara petir gitu?.." tanya Aisah yg agak bingung
" mungkin umi " sahut Surya
" apa Clista punya trauma gitu sama bunyi petir ?."tanya Aisah lagi
" mungkin umi " sahut Rifqi yg bertanya2
dalam hati apa yg terjadi dengn Clista di masa lalu
*******
ughhhhh
lenguhan clista terdengar.
perlahan tapi pasti saat membuka kedua kelopak matanya untuk menyesuaikan cahaya yg masuk dalam kamar.tidak ada lgi awan gelap yg ada hanya matahari yg cerah menyinari seluruh permukaan bumi.
" di mana aku ?.." tanya nya pada diri sendiri sambil melihat sekeliling yg terlihat asing dan Tampa penghuni.
" akhhhh!! " teriak Clista sambil memegang kepala nya yg masih pusing
" apakah tadi aku pingsan?....dan ustad "
tiba2 dia teringat tdi dia masih dalam perjalanan untuk kerumah ustad Rifqi tapi sebelum sampai tiba2 bunyi petir yg sangat keras dan tiba2 juga ingatan itu terlintas kembali,lalu setelah itu dia GK ingat apa lgi yg terjadi.
" kenapa ingatan itu kembali lagi ?" lirih Clista pelan sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Clekk
tiba2 suara pintu terbuka, Clista yg mendengar itu langsung melihat siapa yg masuk.dan terlihat umi Aisah masuk dengn membawa semangkuk bubur dan air putih.
" assalamualaikum "
" waalaikumsalam "
" kamu sudah sadar nak " sambil meletakkan bubur nya di atas meja samping tempat tidur.
dan langsung duduk di pinggir kasur sambil menempelkan punggung tangan nya di dahi Clista.
" udah umi "
__ADS_1
" alhamdulilah, panasnya udah turun " ucap umi senang lalu mengambil bubur tadi
" sekarang Clista makan biar cepet sembuh " sambil ingin menyuapi clista
" umi Clista GK suka bubur " ujar clista yg paling anti yg nama nya makanan yg lembek2 GK jelas seperti bubur.
dulu pernah Clista sakit dan di kasih makan bubur sama bunda nya yaitu Kirana ,pertama nya dia gk tau gimana rasanya bubur karna GK pernah makan bubur selama tinggal di keluarga Hermawan.
jadi dia menerima dengan seneng hati,baru pertama suapan tiba2 dengn Clista lari ke kamar mandi dan langsung memuntahkan semua isi dalam perut nya.
dari hari itu Clista engk pernah lgi makan yang namanya bubur.
bila sakit dia akan minta masakan sup.
" kenapa GK suka, ini enak Lo ?.." tanya Aisah heran
" gk tau umi,tpi Clista GK bisa makan bubur yg ujung2 nya Clista akan muntah" jelas Clista
" baik lah klau gitu, jdi klau clista sakit makan apa?.."
" makan sup umi "
" tapi Clista GK mau ngerepotin umi,jdi clista kau pulang ke asrama aja " sambung clista lgi sambil ingin turun tapi dengn cepat di cegah Aisah.
" kamu masih sakit clista jdi di sini aja dulu, dan umi GK merasa kerepotan kok, dan masalah sup umi akan suruh buk Siti buatkan " sambil membawa bubur yg masih utuh itu menuju keluar kamar.
" umi " panggil Clista
" iya " balas Aisah membalikan tubuh nya
" maaf clista umi udah ngerepotin umi " ucap clista merasa bersalah
" umi tdi udah bilang klau clista engk ngerepotin umi " sambil mengelus kepala clista yg Tampa jilbab dengn tangan kanan nya dan tangan kiri nya masih memegang nampan.
" umi clista boleh nanyak GK?"
" ini kamar siapa umi ?.." sambil melihat ke sekeliling yg berwarna pink, warna yg paling Clista benci.karma Clista beranggapan klau warna pink pasti pemilik nya manja hal itu Clista GK suka dan lebih suka bersuasana gelap, seperti hitam atau coklat.
karna merasa umi cuman punya anak 1 yaitu Rifqi dan tidak punyak anak perempuan.
" oh ini kamar anak umi "ucap aisah
" apa kata umi tdi, anak? tapi anak umi hanya ustad Rifqi ?"kaget Clista
" iya anak kandung umi hanya Rifqi saja"
" trus " semakin membuat bingung
" ini adalah kamar anak dari Kaka umi,yg meninggal karna kecelakaan tunggal bersama suami nya, di saat kecelakaan beberapa tahun yg lalu membuat umi yg merawatnya dan menganggap dia seperti anak kandung umi sendiri " ucap Aisah sedih
" maaf umi " ucap clista merasa bersalah karna telah mengungkit masa lalu
" tidak papa, ini semua udah takdir "
" dan sekarang di mana dia ?.."
" dia lgi belajar di luar negri "
clista hanya mengangguk mengerti.
" eh..kok jdi curhat sih " ucap Aisah seraya becanda
" GK papa umi " ucap nya tersenyum tipis
" klau gitu umi keluar dulu ya ,dan klau ada sesuatu panggil umi atau buk Siti ,nanti umi bawakan sup yg Clista mau , assalamualaikum "
__ADS_1
" waalaikumsalam "
*******
Clek
" assalamualaikum "
"Clista " teriak seseorng dari dalam dan langsung memeluknya
" Anggi ,kenapa kau memelukku bukan nya menjawab salam ku "
" hehehe maaf, waalaikumsalam " ucap nya cengengesan sambil melepaskan pelukan nya
" kamu dari mana aja sih?..,jam segini baru kamu pulang ?..,aku dari tadi khawatir tau gk?..,dan adx mu juga nyariin kamu tapi aku larang karna tdi masih hujan deras " omel Anggi panjang lebar seperti memarahi anak nya
" apakah kita akan berdiri di sini trus ?.." tanya Clista yg masih di depan pintu
" eh...aku lupa ayok masuk " ucap Anggi sambil menepuk jidat nya sendiri
pemandangan pertama yg Clista lihat saat sampai di tempat tidur adalah dhinda yg lgi terlelap dengn air mata yg sudah mengering.
Clista pun duduk di pinggir tempat tidur sambil mengelus2 pucuk rambut dhinda.
" aku tadi dari rumah umi Aisah "jelas Clista Tampa melihat Anggi,
" ngapain kmu kesana ?..., "
" ada urusan aja " bohong clista,GK mungkinkan dia harus jujur tentang apa yg terjadi, bisa heboh Anggi nanti
" tpi kenapa harus dalam keadaan lgi hujan ?..." tanya Anggi lgi
" itu karna lgi mendesak " jawab clista
karna mendengar suara percakapan Clista dan anggi,dhinda pun langsung membuka mata nya dan mendapatkan Kaka nya ada di samping nya.
" Kaka " ucap dhinda langsung memeluk Clista
"hemm, kenapa dhinda kesini "
" dhinda khawwtir sama KK klau ...."
" udh kaka gpp " ucap Clista cepat memotong perkataan dhinda
" udah sore,sebaiknya dhinda pulang ke asrama sendiri karna sebentar lgi mau adzan asar ,biar Kaka anter "
" engk perlu kaka,dhinda bisa pulang sendiri kok,dhinda hanya mastikan klau Kaka baik2 aja " jelas dhinda yg datang kesini cuman memastikan klau clista baik2 saja, dia tau klau Kaka nya ini sangt trauma terhadap suara petir.
" yaudah klau gitu " sambil mengelus pucuk rambut dhinda
" klau gitu dhinda pamit, assalamualaikum " ucap dhinda
" waalaikumsalam " balas mereka berdua
*******
"kyk besok aku harus menjumpai ustad untuk mengucapkan terima kasih" ucap Clista pelan sambil menatap langit2 kamar.
yah,Clista belum sempat mengucapkan ucapan terimakasih karna kata umi Aisah ustad tiba2 pergi,karna ada urusan mendadak di perusahaan nya.
maka dari itu Clista memutuskan untuk mendatangi ustad pas lgi jam belajar,lagi pula dia GK mau jumpa sama ustazah gila itu,Virna.
setelah melaksanakan sholat isya,Clista langsung pulang ke asrama jdi blm sempet bertemu Rifqi setelah tdi pagi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
jangan lupa dukungan nya....
salam cinta dari author♥️