Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
BAB 26


__ADS_3

" huh....hampir saja " lega clista setelah masuk ke dalam mobil


" sangat bahaya klau gue masih di Jakarta " batin lista


" iya dong, ini semua karna babang yg pintar plus ganteng sejagat raya ini " bangga Arya sambil membusung kedua tangan nya di dada seperti gorila.


sambil menjalankan mobil nya ke kafe Clista, Lisda.


sebelum pulang Clista ingin melihat kafe nya terlebih dahulu,


memang selama dia di pesantren abng2 nya yg mengurus semua cabang kafe nya, tapi karna dia ada di Jakarta jdi dia hanya ingin melihat gimn cara kerja abng2 selama 1 bulan lebih ini.


Clista yg mendengar itu pun langsung menatap Arya dengan tatapan tajam.


" ka...kamu ke..ke..Napa..clis " gugup Arya melihat itu, dan hampir terkecing di celana sangking gugup nya


" hmm, abng tadi bilang apa di sana " suara clista terkesan lembut tapi bagi arya itu adalah tanda2 keburukan yg terjadi dengannya.


" ma..maaf maaf kan abg, tadi bener2 GK tau harus buat alasan apa " jelas Arya sangat ketakutan


Clista yg melihat Arya sangat ketakutan pun merasa bersalah.


lagi pula abng nya ngelakuin itu jg demi dia.


Clista pun langsung mengubah ekspresinya.


" terima kasih " ucap lista singkat sambil melihat ke arah jendela mobil.


sedangkan Arya yg dengar itu bengong saat mendengar ucapan terima kasih dari Clista.


" GK usah bengong, liat ke depan bukan kearah gue" tegur Clista Tampa mengalihkan pandangan dari ramainya kota jakarta


Arya mendengar teguran dari Clista pun langsung fokus ke depan.


" gue gak salah dengarkan, si cewek cuek ini berterima kasih " ucap Arya dalam hati sambil tersenyum2 sendiri


memang selama ini Arya jarang mendengar kata 'terimakasih'


hampir tidak pernah , jadi dia merasa paling bangga mendapatkan ucapan itu.


Arya mengira dia lah orng yg paling


beruntung mendapatkan ucapan itu dari clista.


tapi Tampa sepengetahuannya itu tidak benar, karna bagi keluarga Clista, keluarga angkatnya,


itu semua udah biasa karna apa bila Clista mendapatkan bantuan atau apa pun dia akan berterima kasih walau pun dengan wajah datar nya.


"eh..tunggu dulu, tdi dia bicara tpi sama sekali tidak melihat kearah gue, apa mungkin dia punya kepekaan terhadap sekitarnya ya " ucap Arya dalam hati merasa bingung


tidak ada yg bicara di antara mereka berdua hanya suara kendaraan dan klson aja yg terdengar.


hingga sampai di kafe yg tertulis " Lisda"


******


di sisi lain


" halo, apa ada informasi " tanya seseorng


" ...."


" pantau trus, jika sudah waktu yg tepat baru kita bunuh dia "


tut tut tut


Tampa menunggu balasan dari sebrang telfon, langsung di matikan.


tiba2 suara tawa menggema di ruangan itu yg di yakini adalah gudang, dengan cahaya yg minim hanya terlihat samar2 wajah nya.


" sebentar lagi, sabar aku akan menguasai semua nya " ucap seseorng itu sambil mengelus2 kepala seseorng.


" mmmmm" desis seseorng sambil menggeleng2kan kepalanya


plakkkk


suara tamparan menggema dengan memecahkan kesunyian di gudang itu.


" itu akibat nya klau engk mau nurut, sayang " ucapannya terkesan lembut tapi sangat menyeramkan


seketika seseorang yg ditampar pun diam, tapi tidak dlm hati,


sumpah serapah di lontarkan nya.

__ADS_1


******


di lain tempat


sebuah mobil berwarna hitam memasuki pekarangan rumah yg lumayan mewah.


" alhamdulilah, akhirnya kita sampai " ucap seseorng sambil membuka pintu mobil


" iya Rif, alhamdulilah " mengikuti Rifqi turun


tok


tok


tok


" assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


clekk


" udah pulang na" ujar umi


" iya umi " kompak mereka berdua sambil menyalami umi Aisah


" ayok masuk pasti belum makan siang kan" ajak umi


" iya umi blm " kompak mereka berdua


" yaudah masuk, bersihkan tubuh kalian berdua "


" iya, umi " jawab Rifqi


" maaf, seperti Fiki engak masuk umi" ujar Fiki


" loh.. kok gitu Fiki " tanya umi lembut


" Fiki pulang aja umi, nanti Fiki makan di rumah aja " jawab Fiki


" yaudah klau gitu, hati2 "


" umi rumah Fiki cuma 5 langkah loh dari umi " protes fiki merasa umi Aisah lebay


" iya umi "


" klau gitu Fiki pulang dulu umi, Rif, assalamualaikum " ucap Fiki


" waalaikumsalam"


" ayok masuk nak " ucap umi pada Rifqi setelah Fiki pergi


Rifqi pun mengangguk dan langsung masuk.


*******


malam hari pukul 19.00 wib


sebuah mobil berwarna putih tidak jauh terparkir di pagar masuk pesantren.


dan ada lgi mobil berwarna hitam lumayan agak jauh dari mobil putih.


di mobil hitam


" sepertinya dia merupakan santriwati di sini " ucap seseorng berbaju khas pereman di samping supir


" iya, klau gitu laporkan sama bos " ujar seorng berbaju hitam duduk paling belakang


" Oky"


setelah melaporkan mereka pun pergi dari sana Tampa sepengetahuan dari mobil putih.


di sisi lain mobil putih


" kita udah sampai, gimn cara kamu masuk nya " tanya Arya saat melihat keamanan yg sangat ketat


" kita tunggu sebentar lgi " ucap Clista santai sambil memainkan hp nya


tak lama kemudian terlihat seorng wanita paruh dengan balutan sari dengan jilbab besar nya hampir menutupi seluruh badan nya, sedang berbicara kepada keamanan pagar.


setelah berbincang sedikit lalu mereka membuka kan pintu nya.


terlihat wanita itu berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


tok


tok


tok


ketukan wanita itu setelah sampai di samping mobil mereka.


clista tau klau itu adalah umi pun langsung membuka kan pintu nya dan dia pun keluar di ikuti Arya.


" assalamualaikum umi " ucap Clista sambil mencium tangan umi


" waalaikumsalam " balas umi tapi mata umi ke arah Arya yg merasa asing


Clista pun yg mengerti arah umi pun menjawab.


" dia Arya umi, asisten Clista yg sudah clita anggap abng Clista " jelas Clista


sebelum umi berfikiran buruk tentang nya


" assalamualaikum, buk " ucap arya sambil menyalami umi seraya tersenyum manis


" waalaikumsalam " jawab umi


" yaudah, karna abng udah nganterin lista sampai di pesantren, jdi abng mau pulang ke Jakarta " ucap Arya


" kenapa buru2 sekali?.., ayok mampir dulu di pesantren, lagian ini udah malam" jelas umi


" gak perlu umi dia masih ada kerjaan di perusahaan " tolak Clista sebelum Arya menjawab ,sambil menatap Arya dengan tatapan tajam


" benarkah " tnya umi sambil menatap Arya


" i..iya umi " jawab Arya sambil tersenyum terpaksa


"padahal gue pengen bngt lihat Suasana pesantren ini huh.." kesel Arya dlm hati


" klau gitu Arya pergi dulu, assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


Arya pun pergi ke jakarta, walaupun dalam hati sangat ingin menginap di pesantren tapi setelah melihat tatapan clista membuat dia menciut.


" ayok kita masuk, setelah itu clista istirahat sebentar baru sholat ya " ucap umi sambil mengelus2 kepala Clista dengn lembut


" iya umi " jawab clista tersenyum tipis


saat mendapatkan perlakuan dari umi Aisah.


mereka pun sampai di gerbang pesantren.


" bapak2 semua , jangan ada yg memberi tahu sama siapa pun tentang hal ini " ujar umi pada penjaga keamanan pesantren


" klau tidak..." ancam umi sambil mengarah kan tangan nya ke luar gerbang yg berarti di pecat Tampa gaji.


" ba...baik buk nyai " kompak mereka ketakutan saat mendapatkan ancaman dari pemilik pesantren


" bagus " bangga umi


" klau gitu saya permisi semua nya " ujar umi


Meraka pun mengangguk menyetujuinya.


setelah kepergian umi dan Clista mereka pun bernafas lega.


" huhhhh"


" gila, aku baru tau klau Bu nyai kejam juga " salah satu dari penjaga gerbang


" iya ,aku juga " sahut satu lgi


" klau seperti ini jangan ada yg mebocorkan tentang ini "


" iya " kompak mereka semua


******


BERSAMBUNG .....


maaf karna author jarang update karna sebentar lagi ada ujian kenaikan kelas, jdi author sibuk untuk mempersiapkan diri.


terimakasih telah mau membaca karya author😊


JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA...

__ADS_1


__ADS_2