
rifqi membuka matanya dan mengarahkan pandangan nya ke jam dinding ternyata jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi lalu ia memandang clista yg saat ini masih terlelap dengn lengannya menjadi bantalnya, rifqi membelai dengn pelan sambil merasakan suhu clista yg sudah normal seperti semula namun terlihat dari wajahnya yg masih pucet.
rifqi mengesarkan kepala clista dengn perlahan dia tidak ingin menganggu tidur istri kecil nya ini, setelah berhasil membuat clista dengn tempat yg nyaman tampa membangun nya sama sekali membuat nya sedikit senang, dia tidak tau aja klau selama ini clista sangat sensitif ada gerakan sedikit saja tpi kini dia tertidur sangat pulas.
setelah melihat clista sebentar dengn penampilan yg menurut nya sangat seksi dan menggoda rifqi hanya bisa meneguk saliva dangn kasar,dia lelaki normal...lalu turun dari ranjang nya dengn cepat untuk menuju ke kamar mandi setelah itu ia melaksanakan sholat tahajjud nya, mendoakan semoga istri nya cepat sembuh total dan menjadi rumah tangga yg romantis dan damai bersama anak² nya kelak.
...*************...
"assalamu'alaikum semua nya" salam rifqi pada mereka semua.
"waalaikum warahmatullahi wabarakatuh" kompak mereka dengn senyuman.
" kemana kmn istri kamu Rif? "Fatimah bertanya sambil mengambil makanan untuk suaminya.
" ada kak, lgi di kamar..."ucapan rifqi terpotong dengn ucapan bundaa.
" jangan di lanjutkan, bunda tau kok"sambil menatap rifqi yg terlihat bingung.
"tau apa bun? "
__ADS_1
"udh jangan di bahas.. gkpp kok klau clista engk ke meja makan sama bantu bunda ke dapur, asalkan buat cucu aja bnyk²" ujar bunda yg melenceng enth kmn.
sedangkan rifqi yg tadi nya ngeleg engk ngerti kini mengerti maksud mertua nya, dia hanya bisa tersenyum saja tampa menjawab.
"bun, yah, rifqi sama clista mau makan di kamar boleh gk? "
"boleh.. boleh bngt.. udh cepet sana, pasti clista capek kan tadi malam" dengn cepat bunda berbicara seperti itu membuat rifqi semakin bingung saja, sedangkan yg lain melotot tak percaya melihat bunda mereka yg sangat² terlalu berlebihan itu.
"yaudah bun, yah, dan yg lain.. rifqi pamit.. assalamu'alaikum" setelah mengucapkan itu rifqi pergi dengn tergesa-gesa dengn membawa satu piring nasi dengn porsi yg lumayan banyak.
"bunda knp ngomong seperti itu sih" kini ayah yg kesel sendiri melihat kelakuan istri nya itu.
"emng knp yah? orng bunda bener kok.. mana biasa nya clista tidak bantu bunda saat masak apalagi ini mereka tidak makan bareng kita, udah pasti mereka sudah... itu lh yah.. yg pasti nya bunda akan dapt cucu" seneng bunda membayangkan bnyk cucu dengn wajah yg lucu².
"udah lah yah" potong bunda tak ingin debat.
"oh ya satria dan Fatimah.. kalian punya hutang sama bunda" sambil menatap mereka yg terlihat romantis, radit dan ridho terlihat risih melihat kelakuan kaka nya ini sedangkan dinda dia tak peduli, dia sibuk dengn makanannya.
satri dan Fatimah yg mendengar ucapan bunda Kirana pun langsung kaget bahkan hampir keselek.
__ADS_1
"kapan kami punya utang bun?.. dan berapa? " tanya Fatimah khawatir, entah apa yg dia khawatir kan tpi di khawatir aja mungkin dia pernah meminjam uang atau barang ke mertuanya ini tapi di lupa.
"sebenarnya Fatimah gk ada hutang sama bunda cuman satria aja, namun karna ini berhubungan dengn kamu juga ya Fatimah berarti juga punya utang lah sama bunda" jelas bunda panjang lebar dengan tersenyum seperti bakal mendapatkan hadiah saja.
"mas.. kamu punya hutang apa sama bunda? " tanya Fatimah pada suami nya yg hanya menjawab lagi di usahakan, jawaban satria semakin membuat Fatimah khawatir dan bingung juga,
"usahakan apa? "
"bagus klau gitu, bunda mau 5 ya sat" ujar bunda seneng, sedangkan yg lain jga bingung satria dan bunda lagi bahas apa, utang?.. sejak kapan satria punya utang.. masak iya anak orng kaya punya utang sama ibunya sendiri?.. pikir mereka.
"kok 5 sih bunda 12 lh.. kan bisa jadi grup sepak bola" satria menolak bunda nya minta 5.
"bagus juga.. pasti keren tuh.. "
"mas dan bunda ngomong apa sih?.. trus mas utang apa?.. " dari mimik Fatimah dia sudah mulai kesel sendiri.
"sabar sayang.. sabar" satria mencoba menenangkan Fatimah, Fatimah hanya mendengus kesel sambil menangkis tangan satria yg ingin membelai kepalanya.
"baiklah mas kasih tau" membuat yg lain menajdi penasaran sambil menatap satria serius begitu dengn dinda yg juga penasaran sedangkan bunda tersenyum sambil menutup kedua telinganya hanya berjaga-jaga saja mana tau tiba-tiba suara yg sangat mengerikan keluar,yg bisa saja memecahkan gendang telinganya.
__ADS_1
"jadi mas janji akan ngasih bunda 5 cucu, namun... abng minta 12 aja.. kan biar rame"satria mengucapkan itu sambil sedikit cengengsan tak jelas, dan dengn menutup telinga dan matanya dengn erat.
"AAAAAAPA!!!"