Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-93


__ADS_3

clista semakin waspada saat beberapa anak panah dengn cepat meleset ke arah nya terus, clista menarik nafasnya dengn panjang dan membuangnya secara perlahan, seraya memejamkan matanya dan menajamkan pendengaran nya.


suuuuuutttt...


hap..


dengn memejamkan mata clista menangkap panah itu dan dengn tangan kosong dia kembalikan panah itu dengn cepat.


suttt...


tap..


"akhhhh.. " terdengar suara teriakan seseorang karna terkena panah nya.


brugg..


suara bunyi orng jatuh terdengar dari pendengar clista, clista masih fokus dengn masih memejamkan matanya.


shutttt..


shuttttt...


clista melirik ke arah depan dan belakang nya ternyata anak panah berlawanan menuju ke arahnya dengn mudah clista menundukkan badannya membuat anak panah itu meleset terus..


tap..


tap..


"agrhhhhh... "


"agrhhhh.. "


teriak dari depann belakang clista ternyata mereka terkena anak panah kawannya sendiri.


"cih.. belagak ingin main gelap.. gelapan dengn ku.. " clista mendencih pelan.


"keluar kalian!!... de.. " teriak clista berhenti karna tiba tiba lampu menyala dengn sangat terang.. membuat nya menghalangi dengn tangannya untuk menyesuaikan pencahayaan.

__ADS_1


prok...


prok..


prok..


"sungguh hebat.. hebat"


tepuk tangan itu membuat clista membalikkan tubuhnya dan terlihat orng yg selama ini menjadi biang masalah nya.


"kau!! " clista menggeram sambil menunjuk kearah wanita itu.


"ya saya, apakah kamu masih ingat!.. wahai anak tiri ku... hahaha" remeh wanita itu dengn tersenyum licik.


"hmm.. aku tak menyangka akan bertemu diri mu, wahai ibu tiri ku yg tersaaaayang" clista menekankan kata tersayang sambil menatap ibu tirinya yg membuat ulah selama ini yg tak lain adalah raisah.


"hahaha... kamu bisa aja " raisah tertawa seperti apa yg di katakan clista itu sungguh benar.


"gk usah banyak bicara!.. katakan di mana papa dan dhinda?.. " ucapan clista membuat raisah berhenti tertawa dengn sadar ia langsung mengeluarkan tatapan sinis nya.


"knp buru²... mari kita main² dulu"raisah dengn santai duduk di tempat duduk yg memang sudah ada di ruangan itu.


raisah bertepuk tangan tak beberapa lama datang beberapa orng dengn tubuh yg kekar dan wajah yg sangat bringas mengadap ke arah raisah.


"buang mereka semua... klau ada yg blm mati bunuh saja.. " raisah mengatakan itu dengn keji kpda orng² yg terkena anak panah tadi.


"baik bos.. " lalu mereka mengangkat 3 orng tadi, yg sudah tewas semuanya ternyata anak panah itu meleset pas pada jantung mereka.


"cepat katakan di mana mereka berdua!!.. " clista berucap dengn tidak sabar, kesel juga.. bisa bisanya raisah santai dengn minuman nya yg di beri oleh anak buahnya tadi.


"knp terburu² ?.. " tanya nya dengn nada sesantai mungkin beranggapan sedang ada di pantai saja, meriflekkan badanya.


"kau!!.. " clista sudah tidak sabar akan hal itu membuat nya langsung ingin mendekat kpda raisah.


"oky.. oky.. santai lh.. aku akan mempertemukan kau dengn manusia tak berguna itu" ucapan raisah membuat clista semakin panas namun dengn cepat ia mengontrol dirinya agar tidak langsung menonjok muka raisah yg menjengkelkan bagi clista.


"bawa mereka! " perintah raisah pada anak buahnya yg masih setia menemaninya dari tadi.

__ADS_1


"baik bos.. " mereka pun pergi meninggalkan clista dan raisah berdua.


"semoga kau tak melakukan apa-apa dengn mereka berdua" clista mengucapkan itu dengn masih tatapan tajam dan nada dingin nya.


"hahaha... ups.. maaf, kamu tidak ada blng anak tiri ku tersayang jadi... " raisah dengn sengaja menggantung ucapannya ia ingin melihat reaksi clista seperti apa, dan ternyata clista sedang menahan amarahnya.. itu lah yg raisah mau.


"apa yg telah kau lakukan dengn mereka!!.. "


"tidak ada hanyaaa...... ini" sambil menunjukkan anak buahnya yg membawa aldo dan dhinda dengn keadaan berantakan, dan bahkan sangat mengenasakan.


"kau.. sungguh! " clista tampa aba² ingin maju dengn cepat anak buah raisah menahan nya, dengn mengatakan.


"satu langkah maju ku pastikan mereka tinggal tubuh tampa nyawa" kini raisah berdiri dengn senyum licik menghiasi nya.


clista yg mendengar itu hanya bisa mengikuti kemauan raisah dengn tidak maju satu langkah pun, clista menatap kedua orng tersayang nya yg kini lagi pingsan dengn ke adaan.. entah lah.. sungguh berantakan dan pasti nya sangat menyakitkan.


"sabar ya dek.. pa.. clista akan buat kalian keluar dari neraka ini"


"lepaskan mereka!!.. " clista sekali lgi mengucapkan itu pada raisah yg sekarang masih tersenyum licik.


"uangnya" sambil mengadahkan tangannya.


bruk..


tanpa banyk bicara clista melemparkan sebuah koper yg berisi uang dengn jumlah banyk itu.


"lepaskan mereka" tekan clista sekali lgi.


"sabar.. kita pastikan dulu.. ini uang asli atau palsu" sambil membuka koper dan mengecek nya.


"hm.. apakah asli nyonya raisah yg terhormat" clista sudah muak dengn tingkah raisah yg semakin semena².


"hm.. asli kok" sambil tersenyum manis lalu tak lama senyuman itu memudar dan dengn tegas ia mengatakan pada anak buah sesuatu yg membuat clista semkin mengeram marah.


"bunuh dia! " perintah raisah sambil menunjuk ke arah clista.


"kau.... hm, harusnya aku tak akan percaya pada mu yg dengn mudahnya mengembalikan adx dan papa ku"

__ADS_1


"hahaha... itu salah mu... bunuh dia" teriak raisah pada anak buahnya yg kira² sepuluh lebih.


"hahaha... ku pasti kan kau akan mati hari ini juga clista!! "raisah membatin dengn senang sangat melihat pertarungan mereka, raisah yakin clista akan mati hari ini juga karna melihat anak buah nya besar² dengn jumlah yg banyak tentu nya.


__ADS_2