Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
BAB 22


__ADS_3

" AHA, gue punya ide " ucap nya sambil tersenyum


" apa gue minta bantuan dia aja ya " gumam nya Clista pelan sambil mengetuk2 dagu nya sambil memikirkan keputusan nya.


" no..no..no.. masak gini aja gue minta bantu dia sih "


" Iiiis...kok gue kayak gini ya, biasanya GK pernah gini " ucap nya lgi sambil mondar mandir di dlm toilet itu.


setengah jam lebih Clista di toilet hanya untuk memikirkan bagaimana cara nya keluar dari sini.


bisa saja dia minta izin tpi takut nya nanti pak kiyai/ buk nyai ngadu kepada kedua orng tua angkat nya,hal itu yg membuat nya susah untuk menjawab pertanyaan mereka apalagi abng2 nya yg sangat teliti dlm suatu jawaban jdi tidak bisa sembarangan jawab.


Clista tak pernah sesusah ini keluar dari daerah sekolah nya, tpi sekarang beda cerita, sekarang dia ada di pesantren penjaganya sangat ketat dan tak sembarangan orng bisa masuk dan keluar hanya keluarga Jonathan saja yg bebas.


sedangkan meeting dan perusahaan JONATHAN itu di adakan besok malam di perusahaan Clista yaitu C.D COMPANY.


karna terlalu lama di toilet membuat anggi merasa khawatir terjadi sesuatu kepada Clista sehingga dia pergi menyusul Clista di toilet.


tok..


tok...


tok..


" Clista , apa kah kamu masih ada dia dlm " panggil Anggi di depan toilet Clista


sedangkan Clista yg berada di dlm toilet pun terkejut dan langsung menyembunyikan hp nya di dlm kantong rok nya.


'clek'


" ada apa Anggi " ucap lista saat berada di depan Anggi


" apa kah kamu baik2 saja " tanya nya khwatir


" iya aku baik2 saja " jawab nya datar


" alhamdulilah klau gitu , aku hanya khawatir kamu kenapa2, karna terlalu lama di toilet " jelas Anggi lega


" oh..itu aku sakit perut " bohong Clista


" yaudah klau kamu tidak papa, aku ke kamar dulu ya masih ada yg harus aku kerjakan " ucap nya


" hemmm" balas Clista


lalu Anggi pun pergi meninggal kan Clista yg masih berdiri di depan toilet dengan menghela nafas lega.


" Fiuhhh,"


" GK ada cara lain minta izin kepada pak kiyai / buk nyai, tpi seperti nya gue akan minta izin dengan buk nyai aja, walaupun nanti dia tau rahasia gue gue yakin dia bisa di percaya agar mempermudah kan gue keluar dari pesantren setelah ini " ucap Clista dalam hati


*****


Clista pun pergi ke rumah buk nyai yg tak lain rumah Rifqi tempati pada sore hari sekitar jam 3.

__ADS_1


tok..


tok...


tok...


" assalamualaikum " ucap Clista setelah sampai di depan rumah Rifqi


" waalaikumsalam " balas dari dalam


' CLEK'


" ada apa nak Clista " ucap buk nyai Aisah


setelah membuka pintunya


" ada yg Clista bicara kan umi " ucap Clista


datar


author : masih ingatkan knp Clista bilang umi bukan buk nyai Aisah kyk santri2 lain nya.


klau tidak ingat bisa baca bab sebelum nya.


" klau gitu ayok masuk nak " ucap umi Aisah ramah


sebenar nya kedua orng tua Rifqi sudah mengetahui anak semata wayang itu jatuh cinta dengan clista, pertama nya Abi dan umi Rifqi terkejut mengetahui anak nya menyukai Clista, tpi karna mereka melihat perilaku Clista sopan,baik dan tidak sombong walaupun Clista sangat cuek , membuat mereka menyetujui anak nya untuk


meluluhkan hati clista.


Rifqi hanya ingin dengan cara nya sendiri untuk meluluhkan hati clista.


Back to story'


Clista hanya mengangguk dan mengikuti umi Aisah masuk.


" silahkan duduk nak " ucap umi Aisah mempersilahkan Clista duduk di ruang tamu


" maaf umi, ada yg Clista bicarakan tpi ini terlalu rahasia bagi clista" ucap Clista yg masih berdiri


umi yg tau maksud Clista pun langsung mengajak Clista ke kamar nya yg tidak ada


CCTV nya.


walaupun di rumah hanya umi Aisah karna yg lain sedang ngajar di pesantren.


rumah Rifqi dengan pesantren hanya sebelahan tidak terlalu jauh.


" apa yg ingin nak Clista bicarakan kpd umi " ujar umi penasaran, setelah masuk ke kamar nya dan mengunci pintu


" gini umi Clista ingin izin untuk keluar pesantren " ucap Clista yg duduk di sofa kamar umi Aisah


" ngapain Clista keluar pesantren " ucap umi penasaran

__ADS_1


" huh....udah gue tebak pasti tak mudah yg ku bayangkan ke luar dari pesantren ini " batin Clista


" Clista " panggil umi sambil melambaikan tangan nya ke arah Clista yg hanya diam


" Huh.." lagi2 Clista menghela nafas kasar


" sebelum clista ngasih alasan kepada umi,


umi harus janji kepada Clista klau umi tidak boleh memberitahu ini kepada siapapun termasuk pak kiyai dan ustad Rifqi" ucap Clista sambil menatap umi dengan serius


" baik lah umi akan berjanji tidak akan memberitahu kepada siapapun termasuk suami dan anak umi " janji umi penuh dengan keyakinan


" baik lah, sebenarnya clista mempunyai perusahaan....." blm selesai Clista sudah di potong oleh umi berteriak


" APA!!" Kaget umi sambil menatap Clista tidak percaya


" kamu beneran punya perusahaan " tanya umi ragu


" iya" ucap Clista singkat


setelah mendengar jawaban dari Clista membuat umi yakin klau clista memang memiliki perusahan. sama seperti keluarga nya yg sekarang di pegang oleh Rifqi.


" jadi Clista datang kesini ingin meminta izin kpd umi agar bisa mengurus perusahaan nak Clista " ucap umi tepat sasaran


clista hanya mengangguk membenarkan nya.


" iya umi, yg tau Clista punya perusahaan hanya umi dan asisten Clista saja, jdi Clista minta umi tidak membocorkan ini kpda siapa pun" jelas Clista panjang lebar untuk pertamakali nya


" berarti keluarga nak Clista tidak tau " ujar umi merasa aneh dengan clista


" iya , mereka hanya tau Clista hanya mempunyai kafe di beberapa cabang saja tpi klau perusahaan Clista blm memberi tahu mereka " ujar clista


" kenapa?" tnya umi bingung


" seperti nya gue harus jujur dengan umi Aisah, seperti nya dia bisa di percaya " ucap Clista dlm hati


" karna Clista punya musuh umi "


" hah.. kamu punya musuh nak" kaget umi


" iya"


" siapa nak" tanyak umi


mau tak mau Clista menceritakan semua kehidupan lama nya kepada umi Aisah dimana mama dan ayah nya pisah dan menikah dengan raisah, ibu tiri nya.


dan dimana iya di siksa sehingga dia mempunyai perusahaan dan kafe karna bantuan seseorng lalu di angkat menjadi bagian keluarga winata.


umi Aisah yg mendengar cerita Clista merasa kaget dan juga sedih, tak menyangka kehidupan Clista dan dhinda begitu pahit.


BERSAMBUNG...


maaf readers baru update sekarang....

__ADS_1


terimakasih Kaka semua yg masih setia baca cerita author ini....


jangan lupa dukungan nya....


__ADS_2