
"jadi benar " ucap mereka kaget bukan main kecuali umi aisah.
"iya bener, clista dan dhinda bukan anak kandung saya, tpi saya sudah menganggap mereka seperti anak kandung saya sendiri.. " jelas bunda Kirana pada keluarga Jonathan.
setelah rifqi bertemu clista tadi ia langsung pergi menemui ayah dan bunda clista untuk memastikan apa yg dia denger tadi tidak salah, setelah menemukan ayah dan bunda, rifqi bercerita apa yg ia denger tadi, sebenarnya mereka berdua sedikit terkejut, lalu setelah itu mereka berfikir mungkin sudah waktunya mereka menceritakan tentang clista dan dhinda.
tapi ayah dilan mengatakan ia akan bercerita semuanya setelah acara pernikahan ini selesai, rifqi pun mengiakan nya wlaupun dia sudah sangat tidak sabar.
dan di sini, masih di hotel yg sama keluarga winata dan Jonathan berkumpul, berserta pengantin baru itu.
"abi masih blm menyangka loh mi, klau clista dan dhinda hanya anak angkat" abi surya yg masih shok, seperti blm percaya.
"iya loh, ini bener"
"umi kok santai gitu sih?.. "tanya abi penasaran melihat ekspresi umi yg tampak biasa saja, seperti sudah tau.
" eh.. mana ada umi santai ya bi, umi jg kaget kok"gelagapan umi aisah sambil melirik clista, clista yg melihat itu hanya tersenyum tipis.
"jadi clista dan dhinda anak siapa?.. " tanya abi surya.
"anak aldo dan Afrika" jawab ayah dilan.
"keluarga? "
__ADS_1
"hermawan" kini dhinda dhinda yg menjawab pertanyaan Rifqi, rifqi dapat melihat seperti ada kemarahan y di pancarkan oleh dhinda, tpi apa?.. rifqi pun engk tau.
"hermawan?... bukankah itu nama satu penguasa jg tpi akhir² ini perusahaan itu lagi turun, setelah di pegang oleh anak kandung nya, siapa ya nama nya?.. oh ingat,.. nama nya nona olivia kali gk salah ya.. " jelas fiki panjang kali lebar.
"anak kandung" keluarga winata yg menyatukan alisnya saat mendengar itu.
"iya, tuan hermawan sendiri yg mengatakan itu di beberapa bulan lalu saat sebelum rapat di mulai" kini rifqi yg menjelaskan.
"papa jahat, dhinda benci papa!!!... " batin dhinda menangis dan berteriak, ingin sekali dhinda menangis di depan mereka tapi masih ia tahan agar tidak tumpah di sini.
"dhinda! " panggil ketiga abng nya yg dari tadi hanya menyimak.
panggil abng² nya membuat dhinda tidak tahan dan menangis sejadi² nya di depan mereka semua.
"Aaaaa.... aku benci papa, aku benci!!.. "
------------
Aaaa... hah.. hah.. hufhh. hufh.. hufh.. "teriak aldo dengn nafas yg tidak beraturan, dia terbangun dengn penuh keringat di tubuhnya.
" hanya mimpi, hanya mimpi hufh" aldo mengelus dadanya sendiri sambil memikirkan ini hanyalah mimpi semata.
"sungguh mimpi yang sangat nyata "ucap aldo pada diri nya sendiri dan mencoba menenangkan diri sendiri.
__ADS_1
" ya Allah.. semoga ini hanya mimpi saja, bukan akan terjadi di kenyataan "aldo mengatakan itu sambil menangis, dia tidak bisa membayangkan klau ini terjadi nyata, hancur sudah bila anaknya membencinya di saat dia mulai sayang.
--------------------
"astaghfirullah hal adzim.. dhinda"teriak semua orang, clista jelas terkejut melihat adx nya sampai seperti itu.
"sayang sadar, ini ada bunda, ayah, abng² dan kk clista jg, jadi kamu tidak harus seperti ini" jelas bunda lebar sambil membantu dhinda berdiri, sungguh bunda yg tidak tahan melihat dhinda seperti ini pun ikut menangis.
"knp bun?.. knp?.. papa aldo jahat sama dhinda, knp? dhinda engk nakal kok, dhinda baik, tpi papa jg masih engk sayang sama dhinda, knp bun?.. knp?.. " teriak dhinda melampiaskan seluruh isi hatinya yg sudah lama terpendam.
"dhinda " tegas clista mencoba membantu dhinda agar berdiri.
"knp kak?.. knp?.. papa jahat sama kita? " ucapan dhinda mulai melemah dan pandangan nya mulai kabur lalu pingsan di pelukan clista.
"dhinda!!.., bang bawa dhinda ke kamar hotel ini " perintah bunda yg setengah teriak karna sangking khawatir nya, mereka semua yang ada di sana jg khawatir dan jg merasa sangat aksian, dengn apa yg di alami clista dan dhinda.
"maaf, atas ketidaknyamanan nya" tulus ayah pada keluarga Jonathan.
"tidak maslah, tpi gimn keadaan dhinda?.. bi?.. umi mau liat" ujar umi aisah yg terlihat cemas dengn kondisi dhinda.
"klau begitu, abng dan kakak dan rifqi, fiki nginep di sini saja" ucap ayah dilan memanggil abi surya dan umi aisah dengn sebutan yang lebih akrab.
"baiklah " setuju mereka, lagi pula ini udah malam.
__ADS_1