
suasana di malam hari yg sangat indah dengan rembulan yang menghiasi dan juga bintang² yang bertebaran di angkasa.
"MasyaAllah"bahkan clista terkagum melihat ciptaan Tuhan tiada duanya, malam yang indah bergitu juga dengn sepasang kekasih ini yang masih di atas motor dengn keadaan yg clista memeluk nya dari belakang, clista menikmati itu, entahlah wlaupun ini pertama kali nya namun dia merasa nyaman untuk pertama kali nya dengn seseorang laki-laki.
rifqi tersenyum bahagia melihat clista yang menikmati suasana malam ini.
"kita mau kemana? " pertanyaan clista berhasil memecahkan kesunyian yang dari tadi singgah, rifqi sengaja tidak mengajak clista berbicara dari tadi hanya ingin clista menikmati suasana seperti ini.
"adek mau nya ke mana? " di tanya malah balik tanya, clista terdiam sejenak untuk memutuskan mau kemana, tak lama kemudian dia pun menjawab.
"ke alun alun kota" kata tempat itu yang terlintas di dalam pikiran clista, entah lah tiba-tiba clista ingin kesana, seperti nya seru.
__ADS_1
"hem.. baiklah" setuju rifqi menambah kecepatannya membuat clista berpegangan erat agar tidak jatuh.
"us.. eh.. ay.. jangan cepat²" bahkan clista kaget melihat tingkah rifqi seperti ingin membuat mereka berdua mati muda.
"pegangan aja yg erat, tenang aja" rifqi mengucapkan itu sambil memegang erat tangan istrinya untuk mempereratkan pelukan yang, clista hanya pasrah dan hanya bisa bersender di punggung rifqi, hal itu membuat rifqi bahagia.
"seperti ny alur cerita ku sekarang sudah mulai berubah?"clista membatin sambil memikirkan seperti nya sikap dia sudah perlahan² mulai berubah, walaupun tidak secara langsung, tpi diri nya merasakan itu semenjak datangnya orng baru yang masuk dalam kehidupan nya, dia dulu pernah berfikir mungkin dia akan terus bersikap seperti ini dan bahkan dulu juga pernah membayangkan bahwa dia tidak akan bisa bahagia seperti orng lain, dulu misinya itu hanya satu bahagiain dhinda dan kini alur hidup nya sudah berubah, mungkin prinsipnya juga akan berubah! entahlah dia malah pusing sendiri memikirkan nya.
"dek? " pangilan rifqi membuat clista langsung tersadar dari lamunannya.
"jangan melamun" ujar rifqi lembut dan itu di angguki oleh clista walaupun rifqi tidak nampak tpi dia bisa merasakan dari belakang punggung nya.
__ADS_1
tak lama setelah itu, mereka sampai di tempat yg lumayan rame di mana di sana banyak berbagai jenis makanan yang pasti nya lezat², banyk sekali anak² remaja yang berpasang-pasangan disana hanya untuk menikmati makanan murah tapi wueenak nya tiara tara,(author lebay hehe).
"yuk! " rifqi memegang erat tangan clista seperti takut clista akan hilang dari dirinya, dia mengajak clista berkeliling² terlebih dahulu sambil melihat² nama tau ada sesuatu yang membuat mereka tertarik.
"adek mau yang mana? " rifqi bingung mau milih yang mana karna klau di lihat makanan di sini sangat enak², sedangkan clista ditanya pun bingung, padahal klau makan makanan seperti ini dia tidak terlalu doyan, tpi entah knp tadi dia minta ke sini.
clista melihat² lagi, dan mata nya tertuju ke sebuah tempat yang terlihat sunyi namun di tempat lain sangat rame, ada perbedaan yang sangat mencolok di sini, hal itu membuat nya penasaran.
"ay.. " clista memanggil rifqi sambil menunjuk ke arah pedagang yg di dagangi oleh seorang kakek² yg menurut nya sudah tidak perlu bekerja lagi.
rifqi mengarahkan pandangan ny ke arah yang di tunjuk clista, rifqi juga merasakan ada yg aneh disana.
__ADS_1
"adek yakin mau kesananya? " tanya rifqi sambil menatap istri nya, sedangkan clista hanya mengangguk yakin.
"yaudah ayok" rifqi menuruti kemauan istri tersayang nya itu, lalu ke arah pedagang tua itu.