
" ayo jawab.." desak dhinda pada mereka bertiga,tetapi mereka sama sekali tidak ingin membuka suaranya.
sebenarnya bukan dhinda aja yg penasaran keluarga Jonathan,kiyai bima dan Virna juga.
" kalian punya telinga GK sih!.." ujar dhinda yg mulai kesel.
melihat mereka tidak bergeming pun membuat dhinda ingin melangkah maju,entah dari mana keberaniannya atau karna ada KK nya dan pemilik pesantren,belum sempat dhinda sampai dekat mereka langkah nya berhenti saat mendengar suara clista.
" dia hanya orng bayaran"
" orng bayaran " serentak mereka kecuali
3 orng itu.
" iya.."
" untuk ap.."
" udah besok aja di lanjut,ini udah jam 12 lewat ,waktu nya kita semua istirahat " ucap Aisah memotong perkataan dhinda.
" baik umi" patuh dhinda tidak lagi bertanya.
" saya juga ingin akan pulang ke Jakarta" ujar Bima
" trus ini " Surya sambil menunjuk ke arah Lila yg sudah tidak berdaya.
" dia akan saya bawa ke Jakarta juga,saya akan memenjarakan di sana saja " jelasnya
" baik lah"
" trus saya gimana kiyai ?.." tanya Virna yg bingung mau pulang atau tinggal di sini.
" kamu ikut saya saja,besok baru kesini lgi dengn membawa barang2 ustazah virna "jelas Bima
" iya itu lebih bagus " jelas Aisah
" baik lah "
" klau gitu saya pergi dulu" pamit Bima
" biar saya antar sampai Jakarta " tawar Surya
" tidak perlu,tadi saya kesini membawa mobil sendiri dan saya juga engk sendirian pulang kesana" jelasnya,surya hanya mengangguk mengerti.
" klau gitu kami permisi, assalamualaikum "
" waalaikumsalam "
setelah kepergian Bima,Virna dan Lila membuat ketiga suruhan Clista juga juga pamit.
" kami juga ingin pamit karna tugas kami sudah selesai" ujar bos dari mereka.
" tapi sebelum itu,apakah nona tidak ingin kerumah sakit " ucapnya lgi merasa khwatir dengn tangan Clista.
__ADS_1
" tidak perlu " jawab clista datar
" tapi nona klau sampai tu..."
" khemm, kalian bertiga ikut saya "deheman clista membuat ucapan dari mereka berhenti dan menyuruh mereka untuk mengikutinya, sambil melangkah keluar dari ruangan itu dengn 3 orng yg di kata suruhannya.tapi sebelum itu dia berkata:
" Abi,umi,ustad saya permisi sebentar "
mereka hanya mengangguk.
setelah mereka keluar Aisah pun bertanya apa yg sebenarnya terjadi,padahal dia yg berkata untuk beristirahat tapi malah dia menundanya.sebenarnya Aisah udah di tegur oleh Surya agar besok aja bertanya nya,tapi hal itu membuatnya mati penasaran natinya membuat surya pasrah dan ikut mendengar begitu juga dengn rifqi yg ingin tau yg sebenarnya.
mereka dhinda pun menjelaskan apa yg terjadi dengn membuka rekaman tadi yg dia minta sama Clista.
mereka yg melihat rekaman itu merasa kagum dengn clista,dan juga merasa jantung mereka tidak berdetak untuk sesaat melihat pemandangan yg ngeri dimana saat pisau beberapa senti lagi ingin menembus jantung dhinda.
tapi ada clista yg dengn cepat mengajar pisau itu membuat darah keluar dari telapak tangan nya.
" massyaallah, hebat nya calon istri masa depan ku " batin Rifqi yg sangt percaya diri.
" ya ampun,keren nya calon menantu ku " jerit Aisah dalam hati.
" massya Allah " batin Surya
berbagai jenis pujian mereka dalam hati tentang keberanian Clista dan gaya bertarung nya yg sangat gesit,walaupun di keadaan yg sudah berantakan tapi masih membuat clista cantik di mata mereka.
*******
Clista dan 3 orng itu sampai di luar ruangan yg tidak terlalu jauh, keadaan sangt sunyi karna memang waktu nya semua orng istirahat.
" saya peringatkan pada kalian bertiga,untuk merahasiakan kejadian ini pada tuan kalian " jelas clista pada mereka.
" kenapa begitu nona ?.."
" kalian tau lah tuan kalian kyk mana " ucap Clista yg malas membicarakan tuan mereka.
" hemm,benar juga"
" tapi nona,tuan muda selama ini nyari keberadaan nona yg tiba2 menghilang begitu saja,dan sekarang nona sendiri yg memanggil kami" jelas bos dari mereka
" dengar ya bay,aku menghilang itu karna males mendengar ceramah tuan muda kalian itu tiap hari , " jelas Clista menekankan kata tuan mudanya.
" gpp Lah nona,jarang bngt Lo tuan muda berbicara panjang " jelas bos dari mereka yg bernama Bayu.
anggota mereka semua tau seberapa dingin dan kejam nya tuan muda mereka,tapi itu tidak di hadapan clista
yg selalu mengomel dengn masalah2 kecil,seperti ibu2 memarahi anak nya yg sedang mencuri permen.
" oh ya ,tuan muda katanya akan pulang ke Jakarta "
" kapan "
" belum tau tanggal berapa,yg jelas dalam dua bulan ini "
__ADS_1
" hemmm"
" klau gitu kalian pulang "
" baik nona,klau begitu kami permisi " pamit mereka dan meninggal kan Clista yg lagi melamun.
" yg bener saja,dia bentar lgi mau pulang,huh..nambah lgi beban hidup ku " ucap Clista pelan sambil mengingat yg terjadi dengn nya beberapa tahun lalu.
" dan satu lgi,apa kata mereka tuan muda, udah tua gitu kok masih di bilang muda " Clista trus menggerutu pelan tentang tuan muda mereka.
sedangkan di belahan dunia lain ada yg terus saja bersin2.
" siapa yg tua Clista " bisik seseorng di telinganya membuat tubuhnya menegang seketika dan langsung membalikan badannya.
" apa yg ustad lakukan di sini " kaget nya.
" tidak papa"
" ayok kita pulang,karna udah sangt malam " ujar Aisah yg baru datang dan tidak lagi menundanya karna udah mengetahui yg sebenarnya terjadi.
" yaudah,ayok dex kk antar ke asrama " dhinda hanya mengangguk saat mendengar perkataan kknya .
" kalian berdua GK perlu keasrama " cegah Aisah.
" terus ini tidur dimana,apakah umi mengusir kami karna kejadian tadi " ucap dhinda cepat dengn wajah khawatirnya.
mereka yg melihat dhinda sangat khawatir pun tertawa,sedang kan Clista hanya mengerutkan kedua alisnya mendengar itu dan membatin ' ya kali di tengah malam ' dan merasa ada yg bermasalah di otak kecil adxnya.
" ya engk lah " ujar Aisah yg masih tertawa.
" jadi di mana" dengan tampang polos nya.
" kalian berdua bisa tidur di rumah umi untuk malam ini" jelas umi
" kok gitu ?.."
" ini udh tengah malam dhinda,pasti kawan kalian sudah pada tidur,GK mungkinkan kita gedor2 pintu nya atau di dobrak agar di bukain,"
" dan udah cukup satu pintu saja yg menjadi korban"sambil menunjuk ke arah pintu yg sudah rusak karna mendapat tendangan 2x.
" hemm,bener juga kata umi"
" juga harus mengobati tangan clista,agar tidak infeksi " ujar Rifqi yg merasa khawatir dan di sisi lain merasa bahagia Karna dia akan menginap di rumahnya.
" oh iya,bodoh bgt kmu dhinda" dhinda yg meretuki kebodohannya karna melupakan tangan Kaka nya lgi terluka.
" klau begitu cepat umi " desak dhinda sambil menarik tangan sebelah kirinya yg tidak terluka.
Clista yg ingin protes pun berhenti karna seseorng mendahuluinya.
" jangan protes " ujar Rifqi yg sudah tau klau clista akan protes.
mau tidak mau dia hanya mengikuti mereka menuju rumah Rifqi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....