
"ma.. mama!.. " clista dan dhinda mengatakan itu dengn bibir menggetar mereka tak menyangka akan berjumpa lagi dengn orng yg tak mau mengakui mereka sebagai anaknya dan tampa beban meninggal mereka di rumah penuh siksaan itu.
afrida mendongak kepala nya saat mendengar sebutan mama, jantung rida seperti tidak berdetak lgi, saat melihat siapa yg memanggilnya.
"ke.. kenapa.. mereka mirip dengn anak² ku dan dia.. "rida memperhatikan seksama muka pria yg di samping dhinda.
" di.. dia.. mas aldo? "rida tak bicara sama sekali namun dalam hati dia selalu bertanya apakah ini nyata, dari sekian lama nya ia tak pernah berjumpa kini dia berjumpa dengn kedua anaknya dan satu lagi.. mantan suaminya.
beberapa saat semua orng terdiam, membuat raisah memiliki kesempatan untuk kabur dengn cepat dia menyikut dan menendang pria yg memegang tangan nya itu, membuat mereka meringis ke sakitan, raisah pun dengn cepat lari di dekat seorng perempuan yg kini memakai topeng itu.
"hah... akhirnya aku lolos!.. " yg kini raisah sudah berada di samping perempuan itu.
"kau terlalu gegabah tadi, jngn jadi bodoh" perempuan bertopeng itu menyahut da raisah.
"sialan kau"
"oky apakah semua sudah berkumpul?.. " tanya prempuan bertopeng itu seperti lagi membuat perkumpulan dengn anak buah nya saja.
"apa maksud mu!?.. " bastian bahkan sudah mencium aroma yg busuk di dalam diri perempuan itu.
"sabar pria tampan.. knp marah?.. hhh" suara mengejek di balik topeng itu dengn tawa pelan.
"bebaskan mama kami!!.. apa yg kau lakukan dengn nya?.. " clista trus saja memperhatikan kondisi afrida yg entah seperti apa, lebih parah dari aldo dan dhinda, entah apa yg terjadi selama ini, badannya kurus seperti tidak terurus dan jangan lupa banyak bekas² cabukan yg sudah mulai memudar dan ada juga yg baru.
"apa mama selama ini di siksa?.. " sakit!.. itu yg di rasakan clista, tpi ada sesuatu yg membuat clista bahkan seperti hampir tidak bernafas.
"ba.. baju itu!! "clista mengucapkan itu dengn tidak bersuara namun terisyarat pada bibirnya yg bergerak dengn bergetar.
" apa jangan².. "clista sudah was was dengn hal ini, apa bener.. dia harus memastikan nya.
" kau masih peduli dengn mamamu ini yg tega meninggalkan kalian?.. "tanya perempuan itu.
" walaupun dia telah meninggalkan kami tpi dia tetap mama kami! "clista mengatakan itu dengn tegas sambil menatap tajam perempuan bertopeng itu.
" oh begitu kah?... hmm.. tpi aku ada syaratnya !.. "dengn seringai licik di balik topengnya, raisah juga tersenyum senang kali ini.
" kali ini kamu akan mati clista!!. "
"apa syarat nya?.. " tantang clista, dia masih santai walaupun keadaan sudah di ujung seperti ini
__ADS_1
"ja..jangan dek, ini pasti jebakan!.. " ujar rifqi terbata² karna dia sudah ke habisan darah banyak dengn luka di punggung nya.
clista melihat ke belakang sebentar lalu kembali menatap ke depan dengn membuang nafas nya pelan.
"jangan khawatir!.. "
jawaban clista membuat dua wanita itu semakin tersenyum bahagia.
"clista,!.. "
"tenang saja!.. " mencoba agar bastian untuk diam sejenak.
"jadi syarat apa!!. "
"ternyata dia tidak sabar rupanya!.. ehemm.. baiklah, bila kau ingin ibumu ini selamat maka serahkan perusahaan mu dan... "
degggg...
semua orng melotot tak percaya bahkan clista keget mendengar itu, sejak kapan mereka tau klau dia punya perusahaan.
"apa?.. perusahaan?.. jadi clista seorang... "rifqi bahkan tak bisa berkata² mendengar kejutan ini.
"anak ku orng sukses!.. hiks. papa bangga ada mu nak!.. "
"dari mana mereka tau ?.. " kini bastian pula yg kebingungan akan hal ini, dia tau selama ini clista tidak pernah menunjukkan secara langsung atau membeberkn pada siapapun klau di punya perusahaan.
clista diam saja mendengar apa yg di ucapkan perempuan bertopeng itu, walaupun dia cukup kaget akan hal itu, tapi mungkin hari ini tempat terbongkar rahasia nya.
"lanjutkan!!.. " dengn pandangan datar clista meminta untuk melanjutkan ucapan perempuan itu yg tadinya sempet berhenti.
"dan.. "
"kau harus mati di depan kami!!.. " tiba-tiba ucapan raisah memotong ucapan perempuan itu.
"sialan kau!!.."
"kau lelet sekali, tinggal mengatakan itu saja susah"
perempuan itu hanya mendengus kesel pada raisah, ingin rasa ia tendang raisah saat ini juga.
__ADS_1
"engk.. dhinda gk setuju"mana mungkin mereka melakukan itu sama aja mereka pulang dengn bawa jasat.
" jangan dengerin lilis.. " bastian bahkan sudah ingin maju namun di hentikan oleh wanita sialan itu.
"selangkah kau maju, ku pastikan ibu kandung mereka berdua mati!.. " perempuan itu mengatakan dengn nada kasar nya, sambil menekankan pisau di leher rida yg kini bahkan tak bertenanga sama sekali.
"akhhh.. " teriak kesakitan afrida saat pisau itu menggores sedikit di lehernya dengn darah yg sudah mengalir.
"bastian!.. " cegah clista membuat bastian yg di belakang hanya bisa menggeram marah.
"dek?.. " rifqi memanggil pelan dengn Mengelengkan kepala nya, muka nya sudah pucat kali ini luka berdenyut hebat di belakang sana.
clista melihat kondisi rifqi yg seperti itu membuat nya semakin yakin untuk menyelesaikan ini dengn cepat walaupun taruhan nyawa nya sendiri.
"baik lah aku setuju.... "
jeder..
mereka bahkan hampir tak bernafas mendengar jawaban clista itu, sedangkan dua wanita iblis itu tersenyum senang kali ini.
"apa yg kakak.. lakukan!.. "
"dek jangan seperti itu..!!.. "
"lilis sempet kau melakukan itu, aku tak akan mau memaafkan mu!! "
"namun aku juga ada syarat untuk kalian!.. "clista mengabaikan sejenak teriakan yg ada di belakang nya.
"katakan.. "
"aku hanya minta bila aku sudah memberikan apa yg kalian mau.. tolong bebaskan mereka semua termasuk mama ku"
ucapan clista bahkan bener² membuat semua orng tidak percaya dengn tindakan bodoh clista kali ini, sedangkan afrida dia hanya bisa menangis dalam diam melihat anak nya rela berkorban untuknya.
"maaf kan mama nak!.. mama terpaksa melakukan itu dulu!.. maaf! " rida tak menyangka clista akan berkorban demi nya padahal apa yg sudah ia lakukan dulu sungguh tak pantas di maafkan.
"seharusnya aku dulu tak mendengarkan ucapan mereka dulu"dengn mengingat dia telah melakukan kesalahan di masalalu harus nya dia tak mengikuti orng² busuk ini, mungkin keluarganya tak akan seperti ini.
" aku menyesal... maafkan mama nak!.. "mengatakan itu dengn memperhatikan clista dan dhida dengn merasa bersalah yg mendalam.
__ADS_1