Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-72


__ADS_3

"sayang?.. kapan bngun" rifqi mentap sendu clista.


sudah dua hari pernikahan mereka tpi clista blm juga kunjung bangun, kini rifqi tinggal di rumah winata, sedangkan keluarga nya sudah pulang ke pesantren, sesekali umi nya menelepon hanya sekedar tau keadaan mantu nya itu.


"hufh... " rifqi membuang nafas dengn kasar, di baru siap mandi, sedangkan clista sudah mandi juga yg di bersihkan oleh bunda Kirana, walaupun rifqi sudah berstatus menjadi suami clista tapi dia masih menghargai clista untuk tidak berbuat lebih, paling hanya sekedar peluk dan mencium saja.


karna hari sudah larut rifqi pun naik ke tempat tidur dan berbaring sambil membawa clista ke pelukannya.


"ayolah dek, bangun apakah adx engk kangen sama abng kamu ini, suami kamu" rifqi berbicara sendiri sambil tangan nya mengelus pelan rambut panjang clista.


"abng tau kamu capek dengn semua ini, tapi abng mohon bangun lah dex, abng merindukanmu"


"nanti kalau adek bngun abng janji bawa adek kemana aja yang adek suka"rifqi trus saja berbicara terkadang mengecup pelan pucuk rambut clista.


" maaf kan abng yg blm bisa menjaga kamu dengn baik sampek hal ini terjadi, tapi mulai sekarang tidak akan ada yg bisa menyakiti kamu lagi termasuk ibu tiri mu itu"rifqi mengucapkan itu dengn sungguh-sungguh, dia tau semua yg di lakukan ibu tiri clista termasuk ini, meracuni nya dengn makanan, dia tau itu dari bastian yg sudah mencari tau.


dan kini bastian sedang mencari dimana raisa sekarang berada, namun terlihat lumayan sulit karna seperti ada orng yg membantu nya dari belakang.


karna hari semakin larut membuat mata rifqi berat tampa dia sadari dia sudah tertidur pulas dengan keadaan memeluk erat clista.


...***************** ...


"hah.. hah.. hufh.., ada apa ini, knp sesak sekali"


"aaa.. hah.. hah.. " nafas clista memburu sambil perlahan membuka matanya yg sudah lama terpejam itu.


"apa ini" batin clista saat pertama iya bangun sudah di sunggukan sebuah dada tampa kain yg menutupi nya.


"kenapa sesak sekali, dan ini apa, kok seperti tangan"clista trus membatin saat merasakan sebuah tangan melingkar erat di perutnya.


karna penasaran clista melirik ke atas untuk memastikan apa yg iya rasakan ini bukan manusia.


deg..

__ADS_1


clista menegang beberapa saat dengn membulat kan kedua matanya, namun dengn cepat dia tersadar, dengn reflek iya teriak dan menendang rifqi hingga jatuh.


"Aaaaa... " teriak clista sambil mengambil selimut untuk menutupi tubuh nya.


bruk..


awww...


rifqi tersungkur ke bawah dengn keadaan telentang, sakit itu yg di rasakan rifqi yg tiba-tiba jatuh, membuat nya bingung, tpi saat mendengar teriakan seseorang yg ia kenal membuat nya tampa mempedulikan sakitnya ia langsung bangkit.


"c.. clista?!.. ini bener kamu kan?.. kamu udah bangun?.. " tanya rifqi dengn perasaan bahagia bahkan dengn reflek nya ingin memeluk clista yg sekarang terlihat marah.


"apa yg ustadz lakukan di sini!!.. "bahkan terlihat muka waspada clista saat tau yg memeluk nya itu ustadz nya sendiri.


rifqi yg melihat muka waspada clista pun dengn cepat berkata sebelum clista memikirkan yg aneh² tentang diri nya.


" clista jangan salah paham, aku sekarang suami mu, sekarang kita sudah sah menjadi pasangan suami istri"


"tidak mungkin! " bantah clista, mana mungkin dia sudah menikah, apakah bunda dan ayah nya tega dalam keadaan seperti ini pun masih menikahkannya, membuat ia sedih.


"bener clista, kita sudh menikah, tunggu sebentar! " setelah mengatakan itu rifqi pergi ke sebuah laci dan mengambil sesuatu.


"nih klau kamu masih engk percaya" sambil menyodorkan buku nikah kepada clista yg masih tidak percaya, dia masih shok tiba-tiba bangun ternyata setatus nya sudah berubah menjadi istri orng.


clista menerima itu sambil ngecek apakah ini asli atau palsu, berkali-kali clista melihat dan memeriksa nya namun buku yg iya pegang bener² asli, membuat hati nya berdenyut.


"jadi bener sekarang gue sudah ber seratus istri"clista hanya bisa membatin, bahkan dia tidak bergerak, membuat hati rifqi cemas.


" dek.. "panggil rifqi membuat clista langsung menoleh, dek kata yg asing bagi seorang ustadz yg mengatakan itu.


" ustadz bilang apa tadi? "tanya clista, dia ingin memastikan apakah yg di denger nya tdi tidak salah.


" dek, adek, knp apa gk cocok, yaudah abng ganti dengn, sayang mau! "rifqi mengatakan itu dengn sengaja mengoda clista sedangkan clista melotot lucu mendengar itu.

__ADS_1


" iihh.. ustadz jangn lebay deh "clista mengedik ngeri saat rifqi memanggilnya dengn sebutan sayang, clista gk tau aja selama dia tidak sadar diri rifqi selalu memanggilnya dengn kata sayang.


" engk lebay kok sayang "ujar rifqi semangkin ingin menggoda clista, sambil mengmbil buku nikah mereka dan di letakan nya di laci di samping tempat tidur.


" itu lebay.. us.. Aaaaa"clista berteriak saat tiba² rifqi memeluk nya dengn erat dan membawanya berbaring.


"apa yang ustadz lakukan!!.. " kesel clista memberontak tpi tenaga rifqi lebih kuat dari sebelumnya membuat gerakan clista tidak berpengaruh padanya.


"udah diam, dan tidur atau akan abng cium, mau?.. " rifqi mengatakan itu sambil memeluk erat clista.


"ustadz ap.. "


cup..


sekali lagi clista melotot saat bibir seseorang menyentuh bibir nya yg kedua kalinya.


"itu sebagai peringatan " setelah itu Rifqi menutup mata namun masih di posisi yang sama dengn memeluk clista yg saat ini tidak percaya dengn kelakuan Rifqi pada nya.


"huff.. sabar clista.. sabar, dia suami mu, jadi dia berhak melakukan itu, bahkan lebih.. eh.. eh.. kalau bisa jangan gue blm siap! " clista hanya bisa membatin sambil melihat kearah rifqi yg sangat dekat sekali dengn nya, seumur hidup baru kali ini berdekatan dengn seseorang membuatnya menegang.


"jangn tegang seperti itu, tidur lah ini masih larut, besok pagi kita akan menunjukkan bahwa kamu sudah sadar pada ayah dan bunda terutama dhinda" rifqi mengatakan itu dengn mata yg masih Terpejam bahkan dia semangkin mengeratkan pelukannya dan membuat Kepala nya masuk ke leher jenjang clista, nafas rifqi membuat clista panas dingin saat itu.


"ustadz bisakah tidak seperti ini" clista mengatakan itu sambil mencoba menjauhkan rifqi dari tubuh nya, namun bukan nya menjauh malah semakin mengeratkan nya membuat clista seperti tidak bernafas.


clista pasrah dan kini iya memejamkan matanya dan tak bebarapa lama terdengar dengkuran halus, bahwa ia sudah tidur dengn nyenyak.


cup..


cup..


rifqi yg sebenarnya hanya pura-pura tidur pun lngsung mengecup bibir clista dan kening nya dengan pelan.


"selamat tidur humaira ku" setelah mengucapkan itu iya pun tertidur dengn perasaan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2