
"dhinda kamu sudah bangun?.. " tanya clista yg baru selesai sholat subuh.
"kaka kita dimn? " tanya dhinda sambil melihat sekeliling yg terlihat mewah.
"lagi di hotel ayah, eh.. jangan bergerak, tidur aja, pasti adx kaka ini masih lemes" larang clista menuju ke arah dhinda yg ingin turun dari tempat tidur.
"kak " panggil dhinda pelan pada clista yg saat ini duduk di samping dhinda dengn mengelus kepalanya.
"ya, ada apa?.. "
"jadi bener papa udh gk anggap kita lagi? " dhinda mengatakan itu dengn tatapan kosong ke depan.
"hufh... dengerin kk, apapun yg terjadi jangan pernah benci papa ya... walaupun begitu dia adalah ayah kita" jelas clista agar dhinda tidak membencinya.
"hemm, kaka!.. dhinda mau mandi.. " hanya deheman tampa mengiyakan nya, karna sesungguhnya dia masih kecewa pada aldo, dan tidak ingin melihat nya lagi.
"baiklah, setelah selesai,sholat dan langsung kebawah ya.. kaka mau bantu pelayanan masak jg" dhinda hanya mengaguk, sebelum clista pergi iya menyempatkan untuk mencium kening dhinda dan mengelus rambut nya sebentar, clista sangat sayang sekali sama dhinda.
______________________________
semua keluarga winata dan Jonathan berada di ruangan yg besar beserta pasutri baru itu, di sana sudah banyak makanan yg tersedia.
"sayang kamu mau ini ? " tanya satria yg sangat romantis dengn Fatimah, Fatimah hanya mengaguk mau, yg sebenarnya malu, sedangkan radit dan ridho merasa risih melihat abng nya seumur hidup baru kali ini berbicara romantis.
"iiiiihh" radit dan ridho menggedik geri.
"apa!! " tatapan tajam satria menuju ke arah mereka berdua.
"abng nanyak???.. " ujar radit.
__ADS_1
"iya, abng bertanya-tanya??.. " sahut ridho seperti mengejek dan melirik radit sambil menahan tawa.
"kalian!!.. " sambil menunjuk mereka berdua dan ingin menghampiri mereka.
"mass!! " tegur Fatimah menyuruh satria duduk.
radit dan ridho hanya menahan tawa melihat itu, sedangkan satria hanya menahan kesel pada mereka seandainya tidak ada istri nya, sudah iya jadikan perkedel kedua adik nya itu, sedangkan yg lain hanya geleng-geleng melihat kelakuan mereka, apalagi bunda yg berusaha menahan rasa malu pada keluarga Jonathan melihat kelakuan putra nya itu.
sedangkan Jonathan merasa terhibur melihat kelakuan mereka di pagi hari ini.
clista??... dia hanya sibuk memainkan HP nya, entah apa yg dia lihat.
"mampus gue"
"jadi hari ini abng mau pulang ?.. " tanya ayah dilan saat lagi duduk santai.
"iya hari ini, karna kami jg harus mempersiap acara pernikahan clista dan rifqi" ujar abi surya sambil tersenyum.
"benar.. jadi gak sabar punya mantu ganteng" sahut bunda yg tiba-tiba datang dari belakang yg diikuti umi dan dhinda.
"bunda! , duduk" perintah ayah, dan di turuti mereka semua.
"bunda bisa aja! " jawab rifqi dengan malu kucing hehe.
"clista lagi di kamarnya" sahut umi saat melihat anak tunggal nya itu melihat sekeliling seperti mencari seseorang.
rifqi yg mendengar itu merasa semakin malu bahwa iya sedang mencari clista, sungguh rifqi merindukan.
__ADS_1
saat rifqi ingin mengatakan sesuatu tapi di hentikan yg tiba² ada pelayan yg datang dengm seseorang yg mereka kenal.
"indah, ngapain kamu di sini?.. " tanya umi kaget langsung menuju anak angkat nya itu.
"umiiii, " rengek indah seperti anak kecil dan langsung memeluk aisah.
"indah kok ada di sini, hari umi dan yg lain mau pulang loh" sambil membawa indah untuk duduk.
"rifqi dan fiki jahat bngt mereka ninggalin indah di pesantren! " kesel nya pada mereka berdua, fiki hanya cengengesan tampa merasa bersalah, sedangkan rifqi malah merasa bingung.
"bukan nya kamu gk mau?.. " tanya rifqi
"mana ada aku blng gk mau ya.. aku udh blng sama fiki klau aku mau " sambil menatap fiki kesel.
"oh, mau ternyata, kirain kamu blng gk mau, jdi kami tinggal deh" ucap fiki santai, pengen kena tabok indah ternyata.
"huh dasar, " kesel nya dan menuju ke arah Fatimah dan satria sambil membawa kado.
"ini untuk kak Fatimah " ujar indah sambil menyerahkan kado yg tidak terlalu besar itu.
"Terima kasih, jangan panggil kaka, nama aj " sambil menerima kado dari indah sambil tersenyum manis.
"engk!.. kak Fatimah kan lebih tua dari aku, ya kau panggil kaka lah" ujar indah yg sudah tau ttng Fatimah.
"hem.. baiklah, " ucap Fatimah pasrah.
DORR...
"Aaaaaaa!!!.. "
__ADS_1