
"AAAAAAAA!!!!.. "
" APA YANG TERJADI DENGAN RUMAH KUUUU!!!! "
" BANGS*T!!.., SIAPA YG MELAKUKAN INIII!!!... "
teriakan kemarahan terus saja terdengar dalam ruangan yg besar itu.
di sekian banyaknya orng, tidak ada yang bersuara. mereka pada ketakutan mendengar makian demi makian terus terdengar.
"APA YG TERJADI HA.!!! " dengan kemarahan yg sudah di luar batas membuat orng itu berteriak kepada seluruh bawahannya.
" a..am..pun ni.. ka..mi.. nyonya " dengn terbata seorang kepala pelayan yg masih terikat di tangan dan kaki nya berbicara dengan nada ketakutan.
PLAKKKK
" KALIAN SEMUA GK PANTES MENDAPATKAN PENGAMPUNAN DARI KU!!!...,DAN SAYA NANYAK APA YG SEBENARNYA TERJADI!!.. " marah orng itu dengn kuat menampar kepala pelayan hingga terhuyung ke samping dengn bercak darah di sudut bibirnya.
tidak ada yang menjawab, mereka semuanya bagaikan tuli dan bisu dalam sesaat. hal itu membuat orng itu semakin marah ingin sekali dia memukuli seluruh pelayan dan penjaga nya tidak berguna itu, tapi di urungkan karna ingin tau siapa penyebab ini terjadi. dengn kemarahan yg memuncak dan kapan saja bisa meledak, dia menuju ke ruangan pengawas yaitu CCTV untuk melihat apa yg terjadi.
pertama yg dia lihat adalah beberapa orang yg memakai berseragam hitam dengn mudah nya mengalahkan penjaga rumah besar itu, dan langsung menghancurkan apa saja yg di depan matanya.
orng itu membulatkan mata nya dengn besar melihat orng yg sengaja iya kurung beberapa hari lalu di bawa oleh orng2 berseragam hitam itu.
" SIALAN...SIALAN!!!.. " Jerit orng itu sekuat tenaga sampai kedengaran di lantai bawah.membuat semua orng sangat ketakutan.
" aku tau ini pasti kau yg melakukan nya"
"CLISTA!!!... "
orng itu meluapkan emosi nya ke barang2 yg ada di ruangan itu hingga hancur tidak tersisa.
tak berapa lama suara telepon menghentikan aksi gilanya itu.
" ada apa ?" dengan keadaan marah dia bertanya.
"hentikan aksi gila mu itu raisah" marah seseorng dari sebrang telpon.
yah, dia adalah raisah yg baru saja pulang dari club malam untuk bersenang-senang,hingga tidak menyadari bahwa rumah nya bagikan kapal pecah dan orng yg selama ini dia siksa telah di bawa pergi.
hal itu yg membuat nya sangat marah dan merasa bahwa orng penjaga rumahnya tidak berguna sama sekali.
" siapa kamu ha!!!.., seenak nya memerintah diriku!!..., kau tak ada beda nya dengn dengn orng suruhan ku!!" dengn marah raisah memarahi orng itu balik.
"tapi aku tak pernah merasa menjadi bawahan mu..ingat itu, kita berkerja sama demi keuntungan kita bersama kau masih bisa bertahan sampai sekarang karna aku dan aku mendapatkan uang dari mu "
" kali ini kau harus mengikuti perintah ku, klau ingin selamat " jelas orng dari sebrang telpon panjang lebar.
" apa maksud mu ? " tanya raisah dengn amarah yg sudah mulai mereda.
" kau tau dia hampir saja bisa membobol semua kebusukan dirimu lakukan selama ini "
" bagaimana bisa!!.. " marah nya kembali.
" bukan kah kau yg mengajarkan clista selama ini?.. "
"iya memang aku yg mengajarinya, tapi aku juga engk mengira dia bisa mengembangkan kan keahlian hacker nya itu" jelas seseorng di sana.
" dasar bodoh!.., bagaimana bisa seorng yg di ajari lebih pintar dari guru nya!., " ucapnya dengn kasar.
"heh..kau juga bodoh" marah orng sebrang telepon yg tidak Terima.
" apa kau bilang!!!..," marah raisah
__ADS_1
" tidak perlu debat lagi , kalau kau ingin selamat dari bocah itu ikuti perintah ku sebelum terlambat" jelas seseorng itu.
" baik lah, apa yg harus aku lakukan?.. " tanya raisah yg sudah mulai mengendalikan emosinya.
" kita harus pergi keluar negri untuk sementara waktu ini ... "
"kenapa harus keluar negri?.. "
" itu karna dia sudah mulai bergerak untuk mencoba menghancurkan mu dan mencari lebih jauh tentang semua kebusukan mu dan bisa saja dia mengetahui ku yg sebenarnya,dan kau tau dia bisa saja menghapus semua rekamannya, tapi tidak dia lakukan hanya karna ingin membuat dirimu lebih marah"
"bukankah itu lebih bagus dia mengetahui dirimu yg sebenarnya, pasti dia akan sangat kecewa padamu yg sudah dia anggap sebagai teman sekaligus gurunya... " jelas raisah.
"iya, aku akan menunjukan diriku yg sebenarnya, apa bila waktu yg sangat tepat"
" terserah dirimu saja " ujar raisah males
" sebaiknya kau bereskan bareng mu, kita akan pergi pagi ini juga "perintah dari sebrang telpon.
" cih..."raisah mendecih dalam hati dan langsung mematikan telpon nya sepihak.
di lantai bawah
" mama, via pula.... AAAA!!!... " Teriak via saat masuk kerumah dengn keadaan yg sangat kacau, dan semua pelayan dan penjaga rumah di ikat dan mulut mereka di lakban kecuali kepala pelayan.
" apa yg terjadi?.. " tanya via yg masih sok.
via baru saja pulang dari club malam tapi berbeda tempat dengn raisah, karna raisah melarang hal itu.dan via berpura-pura untuk menginap di rumah teman padahal hanya alasan agar bisa bersenang-senang di luar sana.
tak...
tak...
tak...
" mama apa yg terjadi?... dan kenapa seperti ini?... mama.. jawab ma?... " desak via.
" bisa diam gk sih " bentak raisah
via menatap raisah dengn tatapan tidak percaya bahwa mama nya yg di kenal selama ini berani membentak nya.
" ma.. mama, membentak via ?.. " tanya via dengn mata yg sudah mulai memerah.
" bukan gitu sayang... maafkan mama.. maaf kan mama" ujar raisah dengn cepat memeluk via yg sudah menumpahkan air mata nya.
" mama ta.. tadi.. hiks..mem... "
" engk sayang.. maaf kan mama, tadi mama hanya kesel saja, udah ya sayang mama, gk udah nangis " bujuk raisah sambil menghapus air mata via.
"sekarang kita harus pergi, dari sini " ujar raisah.
" kemana?... " tanya via dengn nada serak karna sehabis nangis.
" keluar negri sayang " jawab raisah
" ngapain?.. ".
"udah nanti mama jelaskan "
raisah pun berjalan ke ke arah kepala pelayan yg tdi dia tampar dan tampa perasaan memotong tali di tangan nya dengn kasar sehingga membuat tangan pelayan itu tergores oleh pisau tajam itu.
" lepaskan yg lain, dan bersihkan kekacauan yg ada" perintah raisah pada kepala pelayan itu yg hanya bisa menunduk ketakutan dan menahan sakit di tangan nya.
" dan satu lagi, ini uang gaji kalian semua, setelah selesai kalian boleh pergi ke kampung halaman kalian masing2" sambil melemparkan uang yg banyak pada mereka.
__ADS_1
setelah itu raisah dan via pergi tampa sepatah kata pun meninggal kan mereka.
*******
di meja makan yg sama sekali tidak ada percakapan hanya suara dentingan sendok saja yg terdengar.membuat surya membuka bicara yg dari tadi ia katakan.
" umi " panggil surya ada aisah.
" iya abi ada apa?.. " tanya aisah yg bersebrangan dari surya.
" hemm, " ragu2 surya.
" ada apa abi?.. " tanya aisah lagi.
rifqi, clista, dan dhinda yg ada di situ juga merasa penasaran apa yg akan di katakan surya.
" indah pulang umi " jawab surya.
"APA!!!.... " Teriak aisah seneng.
rifqi yg mendengar itu juga merasa kaget, tapi tidak dengn clista dan dhinda merasa bingung apa yg sedang mereka bicarakan.
" indah?.. indah siapa " dalam hati dhinda bertanya-tanya siapa dia.
" apa mungkin anak dari kaka umi dan sekarang di angkat oleh umi" batin clista menebak nebak.
" kapan indah pulang abi ?.. " tanya aisah dan rifqi kompak.
" kapan abi.?.. " desak aisah yg tidak sabaran.
" sabar dong, abi akan jelaskan, indah akan pulang besok" jelas surya sambil menutup telinganya yg akan ada badai beberapa detik kemudian.
"APAAAAA!!!.. " Teriak aisah kuat.
" huh, selamat telinga ku " batin surya.
rifqi, clista dan dhinda yg mendengar suara yg sangat melengking itu langsung menutup telinga mereka masing2 dengn cepat.
" umi knp, teriak2 sih " kesel rifqi karna telinganya sampai mendengung saat mendengar teriakan itu.
" eh,.. maaf2, maafkan umi ya clista dan dhinda " ucap aisah malu karna berteriak dengan keras.
" gpp umi " kompak mereka.
" sebaik nya kita buat acara kecil kecilan untuk menyambut indah abi, umi" usul rifqi dan di setujui mereka berdua.
" jam berapa indah pulang?.. "
" mungkin selepas sholat zuhur " jawab surya pada aisah.
" baiklah, nanti sore clista bantu umi ya belanja " pinta aisah
" iya umi " jawab nya datar.
" yaudah sebaiknya kita lanjutkan makan nya, sebelum dingin" ujar rifqi yg sudah laper.
"bilang aja ustad laper " canda dhinda.
" hahaha, kamu tau aja dhinda" jawab rifqi garing merasa malu.
mereka semua punya melanjutkan makan yg tertunda. dan setelah itu clista dan dhinda pulang ke asrama2 masing-masing dan berbagai pertanyaan juga dari teman asrama mereka. dan mereka berdua menceritakan apa yg terjadi, tetapi sebagian mereka hilangkan, mereka hanya menceritakan kalau virna yg biasa nya adalah virna palsu karna virna yg asli tiba-tiba saja datang bersama kiyai Bima yaitu pemilik pesantren di jakarta.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1