Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-86


__ADS_3

"sayng ay mau ngomong" panggil rifqi sambil meletakkan leptop nya, di baru saja mengecek perusahaannya, walaupun tidak langsung tpi dia masih bisa memperhatikan nya dari belakang.


rifqi mengarahkan pandangannya ke arah clista yg kini lagi duduk di kasur sambil memainkan hpnya, keadaan nya sudah lumayan baik, dan muka nya sudah tidak pucat lgi.


"ada apa? " clista menyahut sambil menaikan salah satu alis nya.


"sini! " clista berjalan ke arah Rifqi yg kini duduk di sofa.


"mau ngomong apa? " tanya clista setelah duduk di sebelah rifqi.


"kita ke rumah abi beberapa hari lgi, jadi apakah adek engk keberatan? " clista bertanya lembut sambil merapikan rambut clista yg sedikit berantakan.


"clista setuju aja, lagi pula clista sama dinda udh lama gk masuk" jawabnya santai tapi setelah itu rifqi bertanya lagi, tpi pertanyaan kali ini membuat nya sedikit bingung mau jawab apa.


"gimn klau kita buat acara resepsi pernikahan kita yg blm ada? " clista terdiam sejenak dan rifqi melanjutkan ucapannya.


"apakah adek setuju? "

__ADS_1


"hem.. " clista berfikir sejenak memikirkan rencana rifqi, sebenarnya dia engk mau pesta,cukup buat acara sederhana saja.


"bisakah kita tak buat pesta, kita cukup buat acara sederhana saja di rumah abi" hanya itu yg ada di pikiran clista sekarang, dia gk mau acara besar²an cukup sederhana, namun lengkap dengn keluarga.


"hem, baiklah klau itu mau nya istri ay yg cantik ini"rifqi tersenyum manis sambil mengecup kening clista sebentar, walaupun dalam hati dia ingin buat pesta besar di rumah winata ini, namun sangat istri seperti tidak suka hal itu jadi membuat nya hanya bisa menurut demi istri tersayang nya ini, bagi nya bila istri nya bahagia maka dia akan lebih bahagia.


...*************...


hari ini adalah hari dimn rifqi, clista. dan dhinda ke Bandung, karna sesuai perjanjian yg sudah di tentukan, dan mungkin di bandung lebih tepat nya di rumah abi akan ada cara kecil²lan untuk menyambut suami istri baru itu, tentu acara yg di buat anggota kiyai membuat 1 pesantren heboh, mereka baru mengetahui akan hal itu, dan ada beberapa ustadz yg diam² menaruh suka pada rifqi pun hanya bisa menelan kecewa.


"ustadz ay, sebelum kita ke Bandung bisa gk kita ke apartemen papa dulu" di saat sudah keluar dari halaman rumah keluarga Winata clista meminta untuk mampir sebenar di apartemen ayah kandung nya, dia blm mengucapkan terimakasih saat hari pernikahan, walaupun selama ini aldo tak bersikap baik padanya, tpi dia tetap lh ayah kandung.


"dhinda gk boleh gitu, dia tetap ayah kamu dan kaka clista" tegur rifqi yg sudah tau dhinda seperti menyimpan rasa sakit di hatinya.


"tau apa ustadz tentang hidup kami!!.. ustadz itu cuman orng baru jadi gk udah ikut campur!! " dhinda mengatakan itu dengn kasar, membuat rifqi langsung diam, dia sadar!.. dia emng orng baru tapi pantaskah adx iparnya mengatakan itu padanya.


"dhinda jaga bicara mu" clista menatap dhinda yg ada di belakang nya, dia tau adx nya ini kecewa, hal itu membuat nya berbicara tidak sopan, itulh kebiasaan buruk dhinda.

__ADS_1


"ka.. kak, membela ustadz ini" sambil menatap kaka nya dengn tak percaya, apa kakak nya sudah berubah setelah menikah hingga dia tega pada adik nya sendiri, membuat seketika air mata dhinda mengalir.


clista menghela nafas nya dengn kasar melihat tingkah dhinda yg seperti sudah kelewatan, clista meminta rifqi untuk memberhentikan mobilny dan clista pun turun lalu masuk di belakang yg ada dhinda di belakang nya dengn membuang muka padanya.


"dhinda?..tak bisakah tidak mengucapkan kata kasar seperti itu, kaka gk suka, kaka tau dhinda marah, kecewa sama papa, tpi jangan hanya kesalahan papa membuat kamu benci atau mengatakan hal yg tidak pantas seperti tadi, apakh dhinda paham! " clista mengatakan itu dengn tegas sambil membawa dhinda kepelukan nya, dhinda yg mendengar penuturan clista membuat dia semakin menangis di pelukan clista, seraya minta maaf, dia terbawa emosi saat membahas papanya itu.


"minta maaf sama abng rifqi bukan kaka! "


"maaf ya bng" ucap dhinda pelan, dia menyesal mengucapkan kata-kata itu.


rifqi hanya mengangguk seraya tersenyum dia tidak membawa sampai ke hati dengn kata kata dhinda barusan.


dan ada rasa bangga dalam hati rifqi yg melihat betapa hebatnya istri nya ini menenangkan dhinda seperti itu, dia semakin yakin kelak clista akan menjadi ibu yg baik bagi anak-anak nya kelak.


"jadi, apakh kita akan menuju ke apartemen papa? " rifqi mengucapkan itu dengn hati² takut dhinda akan mengamuk lgi.


clista menoleh ke arah dhinda, sedangkan dhinda seperti yg melihat itu hanya mengangguk pelan, dia belum siap bertemu dengn papa jahat nya itu.

__ADS_1


"baik lah, kita kesana" setelah mengucapkan itu rifqi fokus ke depan, cuaca yg masih segar, mereka menuju ke apartemen aldo, eh salah maksudnya apartemen clista yg kini ditempti oleh aldo, ayah mereka berdua.


__ADS_2