
rifqi memeluk clista agar tenang, clista yg tadinya menggeram marah dalam hati setelah mendapat pelukan tiba-tiba dari rifqi membuat nya sedikit tenang, clista perlahan bersandar di dada bidang rifqi dengn ia ikut melingkarkan ke dua tangan nya, tak lupa mata yg terpejam, clista dapat merasakan selama kedatangan rifqi dlm hidup nya membuat nya selalu tenang dan nyaman walaupun blm tau itu cinta atau hanya sekedar nyaman, clista mana tau itu.
"tenang lah, kita akan menyelamatkan papa dan dhinda" bisik rifqi pelan di dekat telinga clista sambil mengelus² punggung clista.
"hmm"
... **************...
rifqi dan clista pergi kerumah bastian yg tentunya tuan rumah sendiri yg menyuruh mereka untuk mendiskusikan masalah yg terjadi sekarang, berarti mereka kembali lagi ke Jakarta, tentu membutuhkan waktu.. apalgi mereka pergi saat hari sudah sore.
karena sedikit perdebatan antara keluarga rifqi yg tak mengizinkan mereka pergi, karna takut akan terjadi sesuatu, namun rifqi meyakinkan kedua orng tua nya klau mereka akan baik² saja, dan rifqi juga memberi tahu mereka tidak hanya berdua namun bersama bastian juga, dengn berat hati umi dan abi mengizinkan, sebelum rifqi pergi ia berpesan jangan lapor polisi, karna akan membuat suatu masalah yg takutnya tidak di ingin kan karna sebelum nya orng jahat itu sudah berpesan tidak boleh membawa siapa² pun.
kejadian hilangnya dhinda sudah tersebar di pesantren namun clista menyembunyikan nya dari keluarga winata dan karna takut mereka akan shok apalagi bunda Kirana yg memiliki kecemasan berlebihan terhadap orng yg ia sayangi membuat nya nanti nya akan stress dan takut akan menyebabkan kesehatan ny berkurang akibat ini, jadi rifqi dan clista sepakat bila dhinda dan ayahnya sudah di temukan barulah mereka memberi tahu mereka.
...*************...
"jadi apa rencananya?. " dengn tatapan serius ia lemparkan pada bastian yg kini di depannya dan rifqi yg senantiasa di samping nya, ia meminta usulan dari bastian tentang rencana apa yg mereka lakukan.
"knp terburu-buru?.. " bastian sengaja untuk sedikit mengoda clista agar tidak terlalu serius , tpi bukan clista namanya klau masalah kayak gini tidak serius.
"waktu kita sedikit, jadi jangn buang² waktu" bahkan clista mengatakan itu dengn penuh penekanan.
"oky.. oky.. l'm sorry" setelah mengatakan itu bastian pun menatap clista dan rifqi bergantian lalu berucap.
"jadi gini........... "
"aku setuju" setelah mendengar rencana dari bastian yg cukup bagus lah namun tidak dengn rifqi dengn cepat membantah hal itu.
"itu sangat berbahaya, aku tidak setuju!!.. "
__ADS_1
"tak ada jalan lagi..bila ingin mereka selamat ikuti cara ku namun bila dirimu ada solusi yg lain maka pakailah sendiri untuk menyelamatkan mereka" bastian mengucapkan dengn sesantai mungkin bahkan menimpakan salah satu kakinya di kaki satunya dengn tak lupa tangan melipat di dadanya.
"apakah ad solusi lain" walaupun dalam hati clista mengatakan pasti rifqi tidak memiliki nya namun dia menghargai suami nya itu untuk membuat keputusan.
"hah.. mungkin jalan satu² nya seperti ini"walaupun dalam hati rifqi tak rela karna takut terjadi sesuatu dengn clista kalau mengikuti permainan orang² busuk itu, namun ia terpaksa karna seperti tidak ada jalan lain lgi.
" baiklah, tpi kamu ingat dek kamu harus hati² nanti nya"sambil mengelus pelan kepala clista dengn mudahnya ia melupakan bastian yg ada di sana juga.
"iya.. "
"ehemm... sebaiknya kita makan malam, lalu istirahat.. mungkin rencana kita akan pergi kesana malam besok" setelah mengatakan itu bastian langsung keluar dari ruang itu, entah knp tiba² badan nya merasa panas sendiri saat melihat mereka seperti itu.
...**************...
"Aaaa!.. apa yg ay lakukan?! " clista kaget bukan main saat tubuhnya di angkat oleh rifqi dengn mudah nya ia duduk di pangkuan rifqi.
"gk ada mau aja" sambil tersenyum menjengkelkan bagi clista padahal tampan bilaa dengn perempuan di luar sana pastinya.
"lepas ay.. clista mau turun" clista terus saja ingin turun dari pangkuan rifqi namu rifqi tidak membiarkan hal itu dengn erat ia menahan clista dengn melingkar kan tangan kekar itu di perut ramping clista.
"ay.. " pergerakan clista tampa sadar membangun singa yg sedang tertidur nyenyak selama itu, bahkan clista sampai menegang saat merasakan sesuatu yg keras dan menonjol di dekat pahanya.
"apa itu? "dalm hati clista ketar-ketir sendiri dengn perasaan gugup yg tiba-tiba melanda nya.
" kamu sudah membangun kan nya sayang "rifqi berbisik sangat pelan di telinga clista membuat clista merinding sendiri.
" maaf ay.. clista engk sengaja "clista mengatakan itu dengn menatap rifqi ke atas dengn tampang polos dan pura² tak bersalah, bahkan clista sampai mengutuk dirinya sendiri karna bisa² nya ia mengeluarkan wajah yg tak pernah ia keluarkan selama ini, tpi demi keselamatan dari singa jantan yg bangun makan ia rela lakukan ini semua.
" permintaan maaf di Terima! "ucapan rifqi barusan membuat clista lega namun sebelum rifqi mengatakan sesuatu hal yg membuat nya melotot tak percaya.
__ADS_1
" tpi setelah kamu menidurkan nya kembali "dengn tampang tak berdosa dengn cepat rifqi menyambar bibir tipis itu dengn melemutnya dengn lembut bahkan clista hampir terbuai dan tak sadar bahwa rifqi menuntunya untuk berbaring di kasur besar itu.
ciuman itu semakin ganas bahkan tangan rifqi sudah luar dengn berkeliaran entah kemana-mana.
" ay.. clista tidak bisa"clista mengucapkan itu dengn memberhentikan aksi rifqi yg ingin membuka bajunya.
dengn tatapan bersalah apa lgi menatap rifqi yg kini di atasnya dengn tatapan sudah kabut, tpi rifqi masih sadar membuat nya menghentikan aksinya dengn mendengar kan alasannya clista.
"knp?.. " rifqi mengatakan itu dengn sua4a yg serak seperti menahan sesuatu.
"ay.. maaf.. clista lagi datang bulan" clista mengatakan itu dengn suara yg pelan.
"tpi ay tenang saja setelah adx clista dan papa jumpa ay boleh kok minta sama clista" clista mengucapkan itu dengn cepat dia tidak ingin rifqi salah paham dengnnya.
rifqi yg tadinya murung tpi kini clista mengatakan itu sendiri tampa ia paksa, tentunya rifqi senang walaupun yg akhirnya dia harus ke kamar mandi untuk menuntaskan ini
"kamu bener sayang? " clista terlihat jelas wajah bahagia rifqi, bahakn tampa aba² rifqi mencium seluruh wajahnya dan bibir tak luput akan hal itu, lalu ia bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk menidurkan singa yg tadinya terbangun.
"huh.. selamat"clista mengela nafasnya dengn bersyukur karna ia tidak jadi melakukan hal itu karna datang bulannya yg baru kemarin ia dapatkan tentunya ia beruntung kali ini tpi apakh ia akan seberuntung ini di lain waktu?..
entah lah clista hanya pasrah mengikuti skenario yg di buat author.
"bener gk author? " clista bertanya
"bener, siap kan diri mu clista yg pasti nya kamu akan susah berjalan untuk kedepan nya hahaha" tawa author seperti setan.
"ah.. jangn gitu dong" dengn muka di polos² kan.
"emng author pikiran uweeek😜🤣"
__ADS_1
"😑"clista