
tes
tes
tes
sunyi tidak ada satupun yg berbicara,hanya suara tetesan darah saja yg terdengar pada malam itu.
dhinda yg tadi nya memejamkan mata nya saat pisau dengn cepat nya melaju ke arah nya,tpi saat tidak ada rasa sakit pun dia membuka matanya secara perlahan dan saat pandangan pertama yg di lihat nya membuat nya langsung membulatkan kedua matanya.
" da-darah " satu kata keluar dari mulut dhinda dengn bergetar hebat.
" Kaka " panggil dhinda pelan hampir tidak terdengar.
Clista yg di panggil nama nya pun langsung melihat kearah dhinda dengn senyuman hangat nya dan lalu beralih ke telapak tangannya yg sudah penuh dengn darah,karna berhasil menangkap pisau itu yg beberapa senti lgi mengenai jantung dhinda.
prok...prok..prok.
" waw, ternyata kau cukup hebat " ujar Virna sambil bertepuk tangan.
" kali ini aku GK akan memaafkan mu !!.." kali ini Clista benar2 marah pada virna.hampir saja nyawa adx nya hilang gara2 nya.
sebelum Clista memberi pelajaran kepada Virna, dia menyuruh dhinda untuk minggir ketempat paling aman.dhinda hanya menurut demi keselamatan nya juga.
setelah itu clista langsung menyerang Virna dengn sangat cepat sehingga Virna sangat susah mengimbangi nya.
__ADS_1
Ting
Ting
tranggggg
pisau kecil mereka beradu dan sampai di mana pisau mereka terlepas bersamaan.membuat mereka menggunakan tangan kosong.
dhinda yg melihat mereka bertarung terus berdoa semoga KK nya engk kenapa2.sebener dia ingin keluar dari ruangan itu,untuk memanggil siapa saja yg ada di luar agar membatu KK nya itu,tapi masalah nya pintu nya di kunci oleh Virna jadi mau tidak mau dia hanya bisa melihat dan selalu berdoa.
paluh membasahi tubuh mereka berdua,tidak ada kata lelah bagi Clista ,Virna yg sebenarnya sudah sangat capek menghadapi kekuatan Clista yg lebih jago bela diri nya di banding dia.
" sial, ternyata dia hebat juga,dan tak bisa di anggap remeh " batin Virna
" lumayan, bagus juga beladiri mu gadis kecil " ucap Virna yg Tampa berhenti menyerang Clista dengn titik fatal tapi Clista dengn mudah memblokirnya.
sampai di mana Virna mendapatkan tendangan kuat dari Clista hingga membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang.
" kau" sambil menunjuk Clista
diam2 Virna mengeluarkan pisau cadangan nya di pinggangnya,dan langsung mengarahkan ke arah Clista.
" HYAAAAA!!!..., MATI LAH KAU!!!.."Teriak Virna sambil berlari kerah Clista.
" awas Kaka " teriak dhinda sambil menutup mata nya yg tidak berani melihat itu.
__ADS_1
Clista yg melihat itu pun langsung menendang tangan Virna membuat pisau terlempar ke atas dan langsung di tangkapnya,dan langsung mengarahkan pisaunya kepada Virna yg sedang terduduk di lantai akibat tendangan kuat nya.
" kau kalah Lila " ujar Clista dingin yg masih memancungkan pisau di depan Virna palsu.
Virna yg mendengar nama aslinya di sebut pun langsung menegang tapi tidak bertahan lama.
" ku akui kau memang hebat,sampai bisa tau nama asliku" ujar Virna yg di sebut Lila.
" Lila Rahma Wati,umur 26, pekerjaan pembunuh bayaran dan pelacur, hanya sebatang kara,dan tinggal di jalan xxxx" jelas Clista dingin.
" kau " marah Virna karna Clista tau tentang identitas aslinya tapi dia tidak bisa berbuat apa2 Karna di depan nya pisau yg menanti ajal nya.
" kau fikir aku engk tau klau kau hanya menyamar disini "sambil menaikan salah satu alis nya.
" jadi kau udah tau " terkejut Lila begitu juga dengn dhinda yg dari tadi memperhatikan mereka.
" yah aku tau itu "
" jangan senang dulu, permainan ku belum berakhir " jelas Lila menatap Clista dengn senyuman licik nya.
Clista dan dhinda hanya bisa menaikan kedua alisnya saat mendengar ucapan Lila.
" *tiga...dua...sat..."
BRAKKKKK
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG*.....