Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-75


__ADS_3

plak..


plak..


plak..


plak..


plak..


"bodoh!!.. sangat bodoh!!.. tak bisa kah kau mengerjakan tugas yg ku berikan dengn benar!,.. ha!! "


"bahkan sekarang dia sudah sembuh dan mempunyai suami!.. pupus sudah harapan ku untuk membunuh nya!.. "


plak..


plak..


plak..


bugh..

__ADS_1


"ma..maafkan saya nyonya.., maaf, tolong berikan saya satu kesempatan la.. lagi, saya pasti ke'ingin'an nyonya akan saya penuhi" pemuda itu mengucapkan itu dengn terbata bata, puluhan kali tamparan mendarat di pipinya membuat nya kesakitan bahakan dia sampai tersungkur minta maaf.


"hufh.., aku beri kau kesempatan kali ini, bila gagal lagi ku pasti kan keluarga mu akan menjadi sasaran nya"


"to.. tolong nyonya jangan apa apain keluarga saya, mereka tidak bersalah" pria itu memohon dengn bersujud di kaki wanita iblis itu.


"minggir!!!.. " bentak wanita itu sambil menendang pria itu hingga tersungkur.


"saya kasih kamu kesempatan..kerjakan tugas mu, bagaimana pun cara nya, sekalian bunuh juga keluarga terdekat nya, apalagi suami nya itu, pasti nanti dia akan sangat menderita melihat orng yg iya sayang sudah tinggal nama!.." setelah mengatakan itu iya pun pergi dari situ dengn menyisahkan pria itu dengn menggenggam kuat jarinya.


"kali aku gk boleh gagal, atau keluarga ku taruhannya" pandangan yang lurus dengn tatapan tajam.


...***************...


"engk! terlalu bahaya" tolak clista mentah-mentah.


"kakak!.. " rengek dhinda seperti anak kecil.


"engk dhin" berkali-kali clista menolak.


kini dhinda, clista dan rifqi berada di taman bermain, ini permintaan dhinda katanya sebagai hadiah kado pernikahan clista dan rifqi, aneh gk sih?.. bukannya ngasih hadiah tpi seperti minta hadiah, clista hanya bisa geleng-geleng kepala dengn pelan saat mendengarkan hadiah dhinda pada dirinya, sedangkan keluarga mereka pada tertawa termasuk rifqi dengn tawa kecilnya, namun rifqi menyetujui kado dari dhinda yaitu ke taman bermain, klau rifqi fikir gk ada salahnya, ini juga sebagai kedekatannya pada clista.

__ADS_1


"abng ustadz" kini dhinda beralih ke arah rifqi, mungkin dia bingung mau manggil abang, atau ustadz jadi dia gabungin aja jadi satu, abng ustadz.


rifqi bingung harus gimn melihat adik iparnya merengek kayak anak kecil meminta mainan.


"boleh ya, abng ustadz, plisss" bahkan dhinda sampai memohon pada rifqi.


"hufh.. dhinda takut ketinggian gk?.. " tanya rifqi sebelum mengiyakan permintaan dhinda.


"engk bng ust " bahakan dia mengatakan itu dengn senyum lebar.


"dhinda bisa panggil A'a rifqi aja, jangan abng ustadz terdengar lucu dhinda.. "


"hem.. baik A'a"


"kalau adx" kini dia beralih pada istri nya yg diam saja.


"sedikit"


"karna kakak nya dhinda sedikit takut jadi kita tidak naik" kini rifqi mengambil keputusan dia tidak akan membuat istri nya ke takutan.


"yah.. A'a.., kakak.. ayolah kak" kini dhinda pun sampai menggoyang goyang lengan clista, clista melihat itu tidak tega lgi pula dia sesekali bisa kyk gini, walaupun berat di memutuskan akan mengizinkannya, bukan nya clista tidak mengizinkan karna dia takut tapi permainan itu cukup bahaya.

__ADS_1


"baiklah.. "pasrah clista


"yeee! ayok " sambil menarik kakak nya semangat, membuat rifqi yg dari tadi menggenggam tangan clista pun ikut terseret.


__ADS_2