
setelah mengunjungi apartemen aldo rifqi langsung melanjutkan tujuannya menuju rumah abi nya, sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian membuat suasana di mobil menjadi mencekam, apalgi dhinda yg dari tadi hanya diam saja, baik di saat menjumpai papanya itu maupun sekarang.
rifqi yg merasa tak enak sendiri dengn situasi ini pun membuka pembicaraan pada istrinya ini yg memang asli nya pendiam.
"dek?"
"hm"clista menyahut tampa mengalihkan pandangannya yg kini melihat keluar jendela.
" dekkk! "
"iss, apa!! " dengn muka malas clista menatap rifqi, dia sudah kehilangan mood saat kejadian tdi.
"gk boleh kyk gitu loh dek sama suami" ujar rifqi pada clista.
"iya iy..maaf ada apa? " dengn muka malas clista bertanya.
"lupakan saja tentang tadi, cobalah berdamai selagi bisa jangan buat suatu hari nanti menyesal karna ini" tutur rifqi lembut sambil menepuk² kepala clista pelan yng di lapisi hijabnya.
clista hanya bisa menghela nafas nya dengn pelan sambil menatap dhinda yg kini sudah tertidur di belakang, hati nya sakit melihat adx nya berubah seperti monster yg punya dendam.
"clista sudah bisa menerimanya kembali namun apakah... " clista tak melanjutkan ucapannya, rifqi tau itu karna dhinda yg kini sosok yg berbeda apalgi saat menatap aldo tadi seperti ingin memakan orng hidup².
bahkan rifqi juga ikut menghela nafas karna hal ini.
"sudah jangn di pikirkan, kita yang bisa berdoa semoga dhinda tidak larut dengn hal ini" clista mengangguk pelan mendengar itu, ada sedikit kelegaan di hatinya, walaupun dia masih khwatir dhinda tak akan berdamai dengn ayah nya sendiri.
beberapa jam sudah mereka berada di dalam mobil itu, tapi tadi mereka sempat ke restoran hanya sekedar makan dan menikmati suasana, sedangkan dhinda dia masih sama seperti sebelumnya, seperti nya dia masih blm bisa menghilang kejadian hari ini.
mereka sampai di depan rumah abi di sana sudah ramai menyambut mereka bahkan hampir seluruh santri dan ustadz /ustazah berada di sana hanya untuk menyambut kedatangan pengantin baru ini.
"selamat ya... "
"selamat ya!.. semoga langgeng"
"gk nyangka loh ustadz muda kita sudah menikah, selamat ya.. semoga cepat dapet momongan"
hampir seluruh orng di sana mengucapkan selamat tentu hal itu di sambut baik oleh rifqi sedangkan clista hanya tersenyum tipis akan hal itu.
****
__ADS_1
puk..
"wih enak lah y, punya abng ipar ustadz.. pasti kalau ada pelajaran yg susah bisa nnyk bnyk" ujar isma sambil menepuk bagi dhinda namun langsung di tepis dhinda.
"hey ada apa dengn mu" bahkan isma sampai kaget melihat reaksi dhinda yg berlebihan.
"tidak papa" setelah mengtakan itu iya berlalu menuju asrama nya, di perjalanan ia sempet bilang pada kakak nya dia ingin tetap di asramanya seperti semula, karna sebelum rifqi menawarkan untuk tinggal di rumah abi.
"kenapa tuh bocah! " putri pun merasa heran melihat tingkah temannya itu yg tak biasanya seperti itu.
"aku ndak tau, mungkin lagi pms kod " jawab isma mengangkat kedua bahunya tak tau.
"yaudah yok kita susul aja, nanti terjadi apa² lgi " sambil bergegas mengejar dhinda yg mulai jauh.
"tungguin!!.. "rengek isma sambil mengejar putri.
...**************...
" hah.. "clista menghempaskan tubuhnya di ranjang rifqi, sungguh hari yg sangat melelahkan, dia harus menyalami hampir seluruh manusia yg ada di pesantren ini, duh tangan nya sudah seperti mati rasa, klau boleh memilih mending dia bertarung bnyk orng itu lebih menyenangkan dari ini.
"mandi dulu, baru setelah itu mau tidur, tidur lah"rifqi menarik clista, membuat siempu jadi duduk dengn muka kesel.
" apa!? "
"apa yg ay lakukan!! " muka clista merah akibat kesel, dia ingin turun tpi rifqi tak membiarkan itu.
"kan ay sudah bilang, mandi dulu.. udah diam saja mari kita mandi bersama" dengn tatapan mengoda clista yg kini melotot tak percaya, ingin sekali ia menonjok muka tampan yg kini menatap dirinya dengan tatapan aneh.
"gk mau!! " bahkan clista sudah memberontak tpi tenaga rifqi sekarang lebih kuat dari clista membuat hal ini tidak ada apa-apa ny.
"tenang lh... knp tegang seperti itu!.. ay gk berbuat apa kok, ay akan lakukan bila istri ay ini siap " rifqi mengatakan itu sambil menduduki clista di meja hias bahkan tampa aba² mengecup bibir merah muda itu tidak hanya mengecup melaikan Memperdalam kan ciumannya, clista merasa aneh pada tubuhnya, dia hanya diam sambil memejamkan mata, entah dia menikmati atau tidak, rifqi tidak tau karna tidak ada respon apapun dari clista.
...*************...
muka clista merah padam saat mengingat kejadian di kamar mandi tadi, membuat nya bener² malu, rasanya ingin sekali dia pergi dari bumi, mau ke mars kek, atau ke perut bumi kek, yg jelas iya tak ingin menampakan wajahnya pada seseorang yg membuatnya seperti ini... sungguh sangat memalukan.
flesbck on
" cepat buka bajunya, sini masuk di bathtub bareng"rifqi memanggil clista yg kini masih diam di tempat dengn pandang nya mengarah ke arah lain, gimana tidak mengarah ke arah lain yg kini rifqi tampa memakai baju menampakkan roti sobek yg sangat woww lh, padahal seharusnya ini sudah biasa bagi nya karna dulu sering melihat anggota bastian berlatih tampa memakai baju, namun entah apa yg salah malah kini dia mengalihkan pandangan yg tak ingin melihat rifqi.
__ADS_1
apakah clista tidak sadar saat dia sakit rifqi juga tidak memakai baju, entah lah author pun binggung.. heheh.
skip..
"ayo sayang! " panggil nya sekali lagi.
karna clista yg tak bergerak bahkan tidak menyahut membuat nya berdiri dan bahkan langsung mengangkat clista dan masuk ke bathtub.
"akhhh.. " sentak clista kaget, kini dia baru sadar bahwa dia sudah berada dalam bathtub bersama rifqi yg di belakang nya.
"a..apa.. yg us ay lakukan" bahakn kini clista merasa gugup tak biasanya dia seperti ini.
"mandi lah, buka bajunya.. atau ay yg buka" sambil membalikan tubuh clista membuat nya berhadapan dengn rifqi, rifqi hendak membuka kancing bajunya namun di tahan oleh clista dengn menggeleng kan kepalanya kuat, dia tak mau.. sempet itu terjadi betapa malunya dia.
"engk us ay.. clista gk mandi" sambil ingin keluar dari dalam situ namun di cegah rifqi dengn cepat memeluk clista dalam air.
"us.. "
"sebentar saja.. " rifqi meminta agar clista diam, karna dia hanya ingin mencari ketenangan dalam diri clista, di memasukan kepalanya di leher jenjang clista membuat si empu bahkan sampai menahan nafas dan menahan geli.
"us.. "
cup..
rifqi mengecup leher clista bahakn sampai mengisap nya membuat lehernya menjadi merah, clista sampai melotot tak percaya dengn kelakuan rifqi ini, bahkan lagi² iya tak percaya dengn tubuhnya tak memakai baju yg entah sejak kapan menghilang, dan kini hanya menyisakan bar hitamnya.
"ustadz... "
rasanya clista mau pingsan saat ini juga melihat kelakuan rifqi yg langsung membungkam mulut nya dengan bibirnya.
"hmmffhh"
"hem.. manis" rifqi mengucapkan itu sambil tersenyum manis dengn menatap clista yg kini mengatur nafas nya dengn muka yg sudah memerah, apalgi merasakan tangan rifqi yg nakal berkeliaran di area tubuhnya.
"ustadz!!!.. " teriak clista mengamuk campur malu.
off
...*************...
__ADS_1
" dasar ustadz mesum..ck.. menggelikan"clista mengatakan itu sambil merasa merinding sendiri mengingat kejadian itu.
"ah.. bodoamat lh" sambil merebahan badannya.. dan tak ingin mengingat kejadian itu, dan tak ambil pusing yg kini rifqi entah kemana setelah membuatnya emosi plus malu.