
bastian berkali-kali mengedipkan mengedipkan matanya, dan memasang telinga nya Baik baik, dia tidak salah denger kan, clista.
"clista, ini kamu" bahkan bastian sudah mengecilkan suaranya bahkan lebih kecil, dia tidak lagi emosian setelah mendengar suara yang sangat iya kenal.
"iya ini aku, abng bas Kenapa?.. dan kenapa mematikan nya tdi" terdengar suara clista yanga kesel, clista emng memanggil bastian sebutan abng, namun bila dia marah saja akan membuatnya memanggil nama seperti kejadian beberapa minggu lalu.
"apa itu? " clista bertanya pada bastian saat mendengar tangisan dan teriakan minta lepas.
"kau melakukan ny lagi? " clista sudah tau sisi gelap bastian namun dia sama sekali tidak takut akan lah itu, malah dia lebih takut ke tinggian.
"hehe.." cengengesan bastian sontak membuat satu ruangan itu menatap nya tidak percaya padahal beberapa menit yang lalu dia bagaikan iblis tak berperasaan tpi sekarang?... bagaikan kucing yg di kasih ikan asin.
bastian mematikan HP nya setelah berbincang dengn clista, tdi clista sempet mengatakan trimakasih pada nya dan juga tak lupa clista menasehatinya agar berubah lah menjadi orng biasa yang makan nasi bukan nya makan darah, sedangkan bastian yg di nasehati hanya menjawab kapan kapanlah, hal itu sontak clista hanya menghela nafas dengn kasar.
__ADS_1
kini sifat bastian kembali lagi menjadi dia yang sebenarnya, hal itu lagi lagi membuat penghianat itu merasa tidak percaya sedangkan anak buah nya sudah tau itu, dimana bos nya akan bersikap lembut pada orng yg di sayang dan sangat sadis pada musuhnya.
anak buah bastian tidak tau gimana cerita nya bos nya ini bisa baik sekali pada clista, bahkan mereka seperti melihat bosnya itu menganggap clista seperti adiknya sendiri, entahlah mereka tidak tau.
"oky.. kini aku ingin kembali bermain² dengn mu" ucap bastian dengn tatapan seramnya.
"cuih.. dasar psikopat gila" penghianat itu meludah tepat di wajah bastian, sedangkan bastian menghapus cairan menjijikkan dengn tisu yg di berikan anak buah nya dengn tangan gemeteran.
bastian tersenyum sangat menyeramkan lalu di langsung mengambil pisau yang masih di nodai darah yg sudah mengering itu.
Aaaaaaa...!!!!
teriakan kesakitan kini memenuhi ruangan bawah tanah itu.
__ADS_1
"duh sakit ya?... gimn nanti makannya ya? " bahkan bastian bertanya dengn pertanyaan bodohnya, setelah membuat mulut penghianat pria itu sudah terbuka lebar.
"siram air garam" perintah bastian sambil duduk dengn santai, sambil meminum cairan merah itu.
"ciuh... rasa nya sangat tidak enak, menjijikan" bastian meludah ke arah pria yg sudah sangat² mengenaskan itu.
tak lama kemudian datang lah seember air garam.
"siram! " perintah nya pada anak buah nya, tampa banyak bicara anak buah nya langsung menuangkan air garam itu ke tubuh pria itu.
Aaaaaaaa!!!...
"perih!!.. perih!!.. dasar biadab!.. terkutuk lah kau iblis sialan!! " pria itu terus meronta² kini kedua tangan dan kakinya di ikat membuat nya hanya bisa berteriak dan memaki pria iblis itu.
__ADS_1
"hemm.. itu tak seberapa, kita masih dalam tahap permulaan" setelah mengucapkan itu dia berjalan ingin pergi dari ruangan itu, namun sebelum pergi iya mengucapkan sesuatu.
"jangan biarkan dia mati, aku hanya ingin dia lah yg meminta kematian pada ku" setelah itu tubuh tegap bastian menghilang begitu saja.