
" dhinda...dhinda "
Clek
" ada apa sih put, malam2 teriak-teriak? " tanya dhinda saat sudah membuka pintu asramanya dan terlihat putri dan isma yg sedang mendekati nya.
" huh capek juga " ujar isma setelah sampai
" iya ya,padahal kita engk lari " sahut putri
mereka trus berbicara sehingga melupakan dhinda yg masih saja melihat mereka.
dan mereka berdua melupakan klau dhinda bertanya kepada mereka berdua.
" hkmm, aku masih ada loh " ucap dhinda yg mulai kesel karna di kacangin dari tdi
" eh, " serentak mereka langsung melihat kearah dhinda yg mulai sebel.
" maaf hehehe " cengengesan mereka
" jdi kenapa kalian berdua mangil2 nama aku " tanya dhinda sekali lgi
" oh itu, gpp sih " jawab Isma yg melupakan nya.
tak
"awww" desis kesakitan isma
" kamu apa2an sih main jitak aja " ucap nya kepada putri sambil mengelus kening nya yg merah.
"seperti nya otak mu harus di keluarkan dulu bari di kasih batrai agar mudah mengingat " jawab putri asal
" kalau bisa sih gitu" jawab isma ikut2tan
" yaudah sini biar aku keluarkan dulu " sambil ingin menarik Isma tapi dengn cepat dia menghindar.
" wleee , gak kena " sambil menjulurkan lidah nya ke putri,putri yg tidak terima pun langsung mengejar isma,dan jadilah aksi kejar kejaran di malam hari.
sedangkan dhinda yg melihat itu hanya bisa geleng2 kepala nya pelan,dan berfikir kenapa dia bisa punya sahabat kyk mereka.
" apakah kalian berdua masih ingin main kejar kejaran,klau masih aku mau tidur " ucap dhinda yg ingin masuk.
mereka serentak berhenti dan langsung mencegah dhinda masuk.
" apa lgi ?." tanya dhinda dengn malas nya menatap mereka.
" tadi kami di suruh ustazah " ucap putri yang juga hampir melupakan tugas nya itu gara2 kawan somplak nya satu ini.
" yaudah kerjakan lah "jawab dhinda santai
" ini lagi di kerjakan " jawab Isma
" mana ?..." sambil melihat2 sekeliling untuk menemukan barang atau apapun itu,tpi sama sekali tidak ada.
" ada " jawab mereka kompak
" mana sih,GK usah mempermainkan aku deh " jawabnya yg udah bener2 kesel
__ADS_1
" hehehe,santai dong muka nya "
dhinda hanya diam,karna udah mulai merajuk sama mereka.
" jadi gini,tdi kami jumpa sama ustazah Virna di jalan saat menuju ke asrama,dan dia meminta kami untuk memberitahui mu untuk datang ke ruangan nya " ucap putri yg sudah mode serius
" untuk apa ?.." tanya dhinda yg merasa heran.
merasa Deket juga engk paling hanya sekedar jumpa sekali2, itu aja dan engk lebih.dan sekarang tiba2 dia meminta nya untuk datang keruangan nya dan pada waktu malam.hal itu yg membuat nya merasa heran.
" tadi aku udah nanyak,katanya kayak gini...khemm , itu karna di ruangan ustazah lagi berantakan nak, ustazah juga pernah denger klau dhinda itu cepet ngerjakan sesuatu , jdi gitu " jawab isma sambil menirukan suara Virna yg halus seperti jalan tol.
mereka berdua yg mendengar tiruan itu pun tertawa tebahak2 sampai sakit perut.
sedangkan orng yg di ketawain hanya menatap malas mereka.
" haha..Oky...Oky..jdi ustazah mau aku beresin ruangan nya gitu " ucap dhinda di sela2 tawa nya.
" iya"
" tpi kenapa bukan kalian brdua aja?..,Kenapa harus aku ?.." tanya dhinda yg heran
" oh itu karna...."
" gak usah niru suaranya " ucap dhinda cepat karna engk sanggup untuk tertawa lgi.
" itu karna dia engk mau rame2,dan dia mau lebih cepet siap nya , kyk gak tau aja ustazah itu kan pendiam " jelas nya Tampa menirukan suara Virna.
" bener juga " jawab dhinda yg selam ini dia tau klau ustazah itu pendiam.
" yaudah sana,pasti dia lgi nungguin kamu dari tadi " usir putri yang memang bener adanya klau Virna udah jamuran menunggu dhinda.
" iya ...iya kami yg salah ,udah sana pergi " ucap Isma sambil mendorong dhinda menjauh.
******
" *pa..papa,ke..kenapa..,papa lakuin ini sama kami berdua "
" kenapa pa "
" apa salah kami "
" papa jahat "
" aku benci papa* "
"aku benci papa "
" akhhh, hah..hah..hah.."
Aldo tersentak dan langsung bangun dari tidur nya dengn nafas yg tidak beraturan dengn tubuh nya bergetar.
" apa itu tdi ?.." tanya pelan pada diri sendiri.
" hanya mimpi,itu hanya mimpi " ucap nya sambil mengelengkan2kan kepala nya.
" tapi itu seperti nyata "
__ADS_1
Aldo bermimpi melihat kedua gadis yg sangat mengnaskan dengn darah di mana2, dan pelaku utama nya adalah diri nya sendiri.
hal itu yg engk membuatnya percaya mengapa mimpi buruk itu menghampiri nya, dan membuatnya aneh, diri nya sangat menyesal pada waktu itu .apa ini tanda2 karna dia tadi sempet berfikir ingin membunuh mereka berdua fikirnya.
yah,setelah kepergian raisah dia merenungkan apa yg di ucapkan raisah,
dan ia tdi sempet bertekat untuk membunuh kedua putrinya agar bisa bersama orng yg sangat ia cintai itu.
tapi entah kenapa di mulai ragu saat memimpikan itu.
" Anda kenapa " tanya Virna asli yg jauh dari aldo
dia terbangun mendengar teriakan Aldo tiba2.
" bukan apa apa" jawabnya tidak ingin ada siapa pun yg tau tentang mimpi nya.
BRAKKKK
BRAKKKK
"AKHHHHH!!!..."
" suara apa itu ?..." tanya Virna saat mendengar suara yg sangat berisik dari luar gudang.
Aldo hanya diam tapi dalam hati bertanya2 apa yg terjadi di luar,
dan sampai dimana mereka berdua di kejutkan dengn suara dobrakan pintu gudang.
BRAKKKK
pintu hancur seketika dan memperlihatkan beberapa orng berseragam hitam memasuki tempat dimana mereka berada.
" apakah orng ini yg di bilang nona ?..." tanya seorng yg berseragam hitam itu kepada teman yg berada di sampingnya.
" iya , ini mereka,bawa mereka cepat" perintah orng kekar itu pada anak buah nya.
" APA YANG KALIAN MAU !!!...?" teriak Virna yg meronta2 minta di lepasin karna mereka memegang tangan nya.
" tenang kami engk akan melakukan apa2 pada kalian berdua " jawab bos dari mereka dengn dingin.
" trus apa yg kalian mau ?.." tanya Aldo yg baru membuka suaranya.
" kami akan membawa kalian berdua dari rumah neraka ini " jawab mereka dingin.
" hah benarkah, siapa yg menyuruh kalian ?" tanya Virna yg tidak mudah percaya.
mereka semua tidak menjawab dan langsung membawa mereka begitu saja.
Virna yg tidak mendapat jawaban pun meronta2 sedangkan Aldo yg sudah pasrah dengn keaadaan ya.
" klau mau selamat sebaiknya diam "
Virna pun langsung dia mendengar bentakan dari mereka.
dalam perjalanan keluar mereka berdua membuka mata nya dengan lebar2 saat melihat keadaan rumah yg sangat kacau balau dan juga semua pekerja rumah pada di ikat semua,tapi tidak ada yg terluka parah hanya saja penjaga gerbang yg sedikit lumayan parah karna sempet mencegah mereka masuk.
mereka pun keluar dari rumah besar itu dan langsung masuk ke mobil mereka dan melaju meninggalkan rumah yang tidak bisa di katakan rumah lgi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....