
"i-iya cuman itu, emng apa lgi" ujar indah sedikit gugup saat melihat semua orng memandang nya.
" massyak cuman itu aja!.. " tanya fiki yg merasa kurang puas dengn jawaban indah.
"iya loh fiki"
"udah fiki gk usah di perpanjangan klau emng cuman itu alasan indah" ujar rita pada putra nya itu dan hanya di anggukan oleh fiki walau dlm hati masih merasa ada yg aneh, sama seperti rifqi rasakan.
" benar, dan indah abi gk bisa memaksakan mereka menikah hanya karna ke sebuah ke tidak sengajaan, apa lgi kita semua melihat klau clista hanya untuk menghindari kmu dah.. yg tiba² ingin memeluk clista, tapi... " ucapan surya sengaja di gantung membuat semua orng yg berada di sana penasaran begitu dengn clista.
"tapi apa?.. " kali ini bukan fiki yg bertanya melainkan rifqi.
" iya abi apa?.. " kata indah dan aisah bersamaan karna merasa penasaran tpi surya tidak jg melanjutkan nya.
"sabar dong, tpi.. tpi apa ya tdi?... abi lupa " jawab surya dengn tatapan polos sambil pura² berfikir apa yg ia ingin ucapkan tdinya mereka yg melihat itu ingin rasanya pingsan saat itu jg.
"ABI!! "
"I-iya, iya.. maaf" surya hanya meringis mendengar teriakan dari orng tersayang nya, rencana nya ingin membuat suasana agar tidak tegang malah mendapatkan kan amukan dari istri dan anak nya, indah.
"yaudah cepat lah abi, tpi apa?... gk usah gantung² deh ngomong nya" omel indah yg udh geregetan sedari tdi.
"i-iya.. " surya terbata² mendengar omelan anak angkat nya itu.
__ADS_1
huh...
"tpi jika kejadian seperti ini terulang lgi, mau tidak mau rifqi dan clista harus di nikahkan di hari kejadian itu juga"
glukk
dengn susah payah clista menelan saliva nya saat mendengar itu.
"klau kyk gitu gue mending jaga jarak aja lah, dari pada di nikahin sama ustad"
mereka yg mendengar penuturan surya pun setuju, apa lagi indah sangat semangat melebihi rifqi, walaupun dlm hati rifqi senang , tpi tidak berlebihan seperti indah yg tiba² teriak.
"indah setuju" ucap nya dengn lantang, membuat yg lain terperanjat kaget.
"gk usah teriak² jg napa dah"ujar rifqi kesel karna merasa kaget dengn refleksi memegang dadanya.
" apa lah kau rifqot, harus nya kau seneng klau bentar lgi mau punya istri cantik "
"apa sih kau jelek" kesel nya memang tidk di pungkiri di dlm hati senang atas kejadian tdi, tpi jg merasa gelisah karna takut clista menghindari nya karna masalah ini.
*******
setelah perdebatan yg lumayan panjang akhir nya mereka bubar, keluarga fiki pun pulang untuk beristirahat karna sudah malam, tpi sebelum pulang rita memberitahu clista klau tentang masakan yg dia ingin kan, besok saja karna sekarang waktu sudah larut malam.
__ADS_1
clista menyetujui hal itu, lgi pula tidak baik bagi ibu hamil tua karna kekurangan tidur.
kembali lgi kerumah surya, kini mereka telah masuk kedalam kamar masing² begitu jg dengn dengn clista yg kini sudah sampai di asrama nya, walau pun tdi ada perdebatan kecil karna clista menolak ajakan indah untuk menginap di rumah, tpi clista menolak beralasan karna kasihan dengn anggi tidak punya kawan tidur, walaupun alasan utama nya tidak ingin berdekatan dengn keluarga Jonathan dulu, apa lgi rifqi.
****
di malam yg sunyi, angin malam yg sangat menusuk hingga ke tulang-tulang paling dlm, suara tangis kesedihan yg teramat dalam, suara tetesan air mata yg trus mengalir di pipi putih nan bersih itu, sekali terdengar suara yg seakan tertekan membuat siapa saja yg mendengar nya akan merasakan betapa sedih nya itu.
" ak-k-ku k-kotor"
"a-ku kotor "
ucapan itu trus terdengar dengan mulut yg bergetar hebat begitu jg dengn tubuh nya.
"aku kotor, aku kotor, aku kotor... hiks.. hiks.. aku sudah kotor"ingin rasa nya dia menjerit sekuat² nya tpi itu tidak dpt ia lakukan, dengn memukul lantai di luar balkon sebagai pelampiasan kesedihan nya.
bayangan masa lalu nya trus melitas begitu saja tampa ia ingin kan, hal itu membuat nya depresi, dengn perlahan di
masuk ke dalam kamar dan mengambil sesuatu di laci sebelah tempat tidur yg di yakini obat penenang.
glukkk
bersambung...
__ADS_1