Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
-82


__ADS_3

"kita mau kemana lagi sih ustadz ay" clista bertanya pada suaminya ini yang membawa entah kemana, yang jelas bukan arah jalan menuju rumah.


"ada deh, nanti adek tau juga kok" rifqi tersenyum sambil memegang tangan clista yang saat ini yang melingkar di pinggangnya.


"ribet amat, tinggal kasih tau sekarang aj pun bisanya"batin clista yang judes, tapi di luar dia nya diam saja.


**


" ustadz ay nanti clista jatuh gimn? "


"jalan aj, di sini ada ay yg bakal jagain kamu sayang" saat ini rifqi yg sedang menuntun clista berjalan dengn menutup kedua mata clista.


"kok jalan nya agak aneh?.. "tanya clista dengn pelan saat merasakan seperti dia bukan sedang berjalan di aspal tapi seperti rerumputan, rifqi hanya bisa tersenyum mendengar itu tanpa menyaut clista yang masih bingung ini ada dimana.


" hitungan ke tiga buka ya matanya, saaatu, duaaa, tigaa"hitung rifqi sambil melepaskan tangannya dari kedua mata clista, clista mengerjap ngerjakan matanya, mata clista melebar saat melihat pemandangan yang sangat indah, bahkan dia sampai terkagum kagum.


clista menoleh ke arah rifqi yang saat ini tersenyum manis pada nya, tampan.


"suka? "


clista mengangguk cepat, dia belum pernah melihat pemandangan yang sangat indah ini karna dia dulu tidak terlalu suka berjalan jalan, tpi sekarang dia sangat suka dengn semua ini.

__ADS_1


"makasih"clista mengucap itu dengn tulus dengn senyum tipisnya.


" cuman makasih ? "


pertanyaan rifqi membuat clista bingung, trus apa lagi?


hufh..


rifqi menghembuskan nafasnya, lalu mendekat kan wajahnya ke clista dan berkata.


"cium" sambil menunjuk pipi nya yg kini di depan clista, sedangkan clista ragu melakukan itu, tpi saat melihat tatapan sedih rifqi membuat nya merasa bersalah mau tak mau clista memajukan wajah nya untuk mencium pipi rifqi.


clista menutup matanya saat dia sudah hampir sampai di pipi rifqi namun tampa clista ketahui rifqi menoleh ke arah clista membuat bibir clista bertemu dengn bibir rifqi.


"kok aneh? "clista merasa aneh dengn apa yg bibirnya rasakan, perlahan dia membuka matanya, namun saat itu juga dia di sunggukan oleh wajah rifqi yg sangat dekat bahkan nafas rifqi sudah menerpa wajah clista, lagi² clista mematung saat situasi seperti ini.


rifqi yg tak ingin kehilangan kesempatan dia memegang pinggang clista dan satu tangan nya memegang tengkuknya untuk memperdalam ciumannya. clista bahkn seperti tidak bernafas kala apa yg di lakukan rifqi, rifqi hanya melemut nya sebentar saat mengetahui istri nya itu bagaikan patung bahkan di sampai menahan nafasnya.


"bernafas lah sayang" setelah rifqi mengatakn itu barulah clista bernafas dengn muka yang sudah merona, antara malu dan kesel.


"hem.. manis" perkataan rifqi membuat muka cantik clista semakin merona bahkan dia sudah mengalihkan pandangannya dari rifqi, dia lebih memilih melihat lampu² kota dari gunung dengn rembulan yg di keliling pelangi malam dan bintang² yg ikut serta dalam keindahan itu. rifqi tidak bisa menahan senyum nya melihat itu, bahkan dia ingin sekali mencoba bibir cerita yg terlihat manis itu.

__ADS_1


suasana semakin sejuk apalagi mereka di pegunungan yg pasti nya angin malam sangat lah dingin, clista merasakan suhu tubuh nya dingin bahkn seperti menusuk.


"apa ini?.. apakah racun itu blm sepenuhnya hilang? "clista membatin sambil mengosok² kan kedua tangannya.


" adek dingin?.. "sambil memegang tangan clista bahkan dia ingin melepaskan jaketnya untuk menghangatkan clista walaupun clista sudah memakai jeket yg lumayan tebel.


" us ay, gk usah..clista udh ada kok"tolak clista, clista sebisa mungkin tidak memperlihatkan kelemahannya pada rifqi.


"baiklah, ayok kita pulang, hari semakin larut, dan semakin dingin disini" sambil mengajak clista pergi dari sini, walaupun clista merasa tak rela namun dia juga tak bisa menikmati nya apalagi tiba-tiba tubuh nya merasa aneh lgi.


di dalam perjalanan pulang clista bahkan sangat erat memeluk rifqi, dia sudah mulai tidak tahan dgn apa yg ia rasakan, ingin sekali dia berteriak saat rasa sakit dan dingin ini bereaksi.


"sayang kamu gkpp kan?" rifqi khwatir dengn clista apa lgi saat dia pegangan tangan clista yg sangat dingin.


"gkpp kok" suara clista tertahan, karna seperti menahan sesuatu agar tidak meledak.


"adek jangan bohong, ini knp dingin sekali" rifqi mengatakan itu dengn perasaan yg panik bahkan dia sampai memberhentikan motor nya dan melihat clista yg menahan sakit.


"kamu knp dek!! " rifqi sudah melepaskan jaketnya dan kini clista memakai dua jaket sekaligus, seharus nya ini mampu menghangatkan nya walaupun sedikit.


"ti.. tidak.. aaa! " clista meringis pelan sambil memegang dadanya, rasanya seperti di tusuk².

__ADS_1


"tidak..knp racun ini masih ada" dengn tak percaya, rifqi menaikan motor nya dengn cepat, dia panik sedangkan clista dia masih kedinginan sambil meringis sakit, hati rifqi seperti teriris mendengar itu dia mencoba agar clista bertahan hingga di sampai di rumah bahkan dia tidak memperdulikan dirinya sendiri yg saat ini hanya hanya memakai kaos pendek, betapa dingin nya itu, apalagi tiba-tiba cuaca yg cerah kini di tutupi angin gelap.


__ADS_2